Hordeolum internal, atau yang sering dikenal masyarakat sebagai bintitan dalam, adalah infeksi akut yang terjadi di bagian dalam kelopak mata. Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa sangat mengganggu, menyebabkan rasa nyeri, bengkak, dan ketidaknyamanan saat membuka atau menutup mata.
Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh penderita kondisi ini adalah: “Obatnya apa?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut secara lengkap, artikel ini akan membahas berbagai jenis obat dan metode pengobatan yang digunakan untuk mengatasi hordeolum internal — dari obat rumahan hingga tindakan medis.
Sekilas Tentang Hordeolum Internal
Hordeolum internal terjadi ketika kelenjar meibomian di bagian dalam kelopak mata tersumbat dan terinfeksi oleh bakteri, terutama Staphylococcus aureus. Akibatnya, terbentuklah benjolan di dalam kelopak mata yang terasa nyeri, merah, dan bengkak.
Karena letaknya berada di dalam, hordeolum internal biasanya lebih nyeri dan lebih sulit sembuh dibandingkan hordeolum eksternal (bintitan luar). Maka dari itu, penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti abses atau bahkan infeksi menyebar ke jaringan sekitarnya.
Obat untuk Hordeolum Internal, Apa Saja Pilihan yang Tersedia?

1. Kompres Hangat (Warm Compress) – Obat Alami yang Paling Umum
Kompres hangat adalah pengobatan lini pertama yang direkomendasikan untuk semua jenis bintitan, termasuk hordeolum internal. Kompres ini tidak hanya membantu mengurangi nyeri dan bengkak, tetapi juga melunakkan isi benjolan sehingga dapat pecah secara alami.
Cara Melakukannya:
- Gunakan kain bersih yang direndam dalam air hangat (jangan terlalu panas).
- Tempelkan pada kelopak mata yang terkena selama 10–15 menit.
- Ulangi 3–4 kali sehari.
- Pastikan selalu menggunakan kain bersih setiap kali.
Efek:
Meningkatkan sirkulasi darah lokal, mempercepat pematangan bintitan, dan membantu drainase nanah secara alami.
2. Antibiotik Topikal – Obat Salep untuk Mengatasi Infeksi
Jika hordeolum internal tidak membaik dengan kompres hangat, dokter biasanya akan meresepkan antibiotik dalam bentuk salep mata atau tetes mata.
Contoh Obat Salep yang Umum Digunakan:
- Salep Erythromycin (eritromisin)
- Salep Tobramycin (tobramisin)
- Salep Chloramphenicol
Cara penggunaan:
- Oleskan pada bagian dalam kelopak mata sesuai petunjuk dokter, biasanya 2–3 kali sehari.
Tetes Mata Antibiotik (untuk infeksi menyebar):
- Gentamicin 0.3%
- Ciprofloxacin 0.3%
Catatan: Jangan menggunakan sembarang salep mata tanpa resep dokter. Salah penggunaan dapat menyebabkan iritasi atau resistensi antibiotik.
3. Antibiotik Oral – Untuk Kasus Infeksi yang Parah atau Berulang
Pada hordeolum internal yang lebih parah, atau jika bintitan tidak membaik setelah beberapa hari, dokter bisa meresepkan antibiotik oral untuk melawan infeksi dari dalam tubuh.
Contoh Antibiotik Oral:
- Amoxicillin-Clavulanate
- Doxycycline
- Azithromycin
Biasanya diberikan selama 5–7 hari tergantung tingkat keparahan. Obat ini membantu meredakan peradangan yang lebih dalam dan mencegah penyebaran infeksi ke jaringan sekitar mata.
4. Obat Pereda Nyeri dan Anti-Inflamasi
Untuk meredakan rasa nyeri dan bengkak, dokter bisa menyarankan penggunaan analgesik ringan seperti:
- Paracetamol (acetaminophen) – untuk mengurangi nyeri
- Ibuprofen – sebagai antiinflamasi sekaligus pereda nyeri
Obat ini tidak menyembuhkan infeksi, tetapi sangat membantu mengurangi rasa sakit dan memperbaiki kenyamanan pasien.
5. Pembedahan Kecil (Drainase) – Jika Obat Tidak Mempan
Jika benjolan tidak pecah dengan sendirinya setelah 1–2 minggu, atau jika ukurannya semakin membesar dan menyebabkan nyeri hebat, dokter mungkin akan melakukan tindakan drainase kecil.
Prosedur:
- Dilakukan oleh dokter spesialis mata.
- Menggunakan anestesi lokal.
- Dokter akan membuat sayatan kecil di kelopak mata untuk mengeluarkan nanah.
Prosedur ini cepat, aman, dan sangat efektif, terutama untuk kasus yang tidak merespon pengobatan konvensional.
Pencegahan, Obat Terbaik Adalah Mencegah
Setelah sembuh, penting untuk melakukan pencegahan agar hordeolum internal tidak kambuh:
- Selalu cuci tangan sebelum menyentuh mata.
- Hindari penggunaan makeup mata yang sudah lama atau tidak bersih.
- Jangan berbagi kosmetik atau lensa kontak.
- Bersihkan area kelopak mata secara rutin, terutama jika memiliki riwayat blefaritis.
- Perkuat sistem imun dengan pola makan sehat dan cukup istirahat.
Kesimpulan
Jadi, hordeolum internal bisa diobati dengan berbagai cara, tergantung tingkat keparahan:
- Kompres hangat adalah langkah pertama dan sangat efektif untuk kasus ringan.
- Jika diperlukan, dokter akan meresepkan salep mata antibiotik atau bahkan antibiotik oral.
- Pada kasus parah, bisa dilakukan pembedahan drainase untuk mengeluarkan nanah.
- Obat pereda nyeri juga bisa digunakan untuk meningkatkan kenyamanan pasien selama masa pemulihan.
Jika Anda mengalami gejala hordeolum internal dan tidak kunjung membaik dalam beberapa hari, sebaiknya segera periksa ke dokter mata untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat. Jangan menunda, karena infeksi mata yang tidak ditangani bisa berakibat serius.