Mata Sering Perih Menandakan Kondisi Mata Yang Serius

Mata merupakan salah satu organ vital tubuh yang harus dijaga. Seringkali banyak orang mengabaikan kesehatan indera penglihatan ini. Misalnya saat mengendarai sepeda motor, mereka tidak menggunakan kaca helm sehingga bisa membuat mata pedih. penyebab Mata sering perih juga bisa berkisar dari yang sederhana hingga yang kompleks.

Seringkali, sakit mata disebabkan oleh pengaruh lingkungan yang tidak dapat dihindari, seperti angin kencang atau debu yang banyak.

Penyebab lainnya adalah jika Anda mendapatkan bahan kimia di mata Anda, seperti sampo, klorin dari kolam renang, atau tabir surya.

Iritasi umum lainnya adalah karena riasan, pelembab kulit, sabun, dan produk pembersih. Mengenakan lensa kontak dalam jangka waktu lama juga bisa membuat mata Anda perih.

Mata perih juga bisa berasal dari iritasi lingkungan seperti kabut asap, debu, jamur, serbuk sari, atau kotoran hewan peliharaan.

Namun, udara bersih sekalipun dapat menyebabkan mata Anda perih, terutama saat cuaca panas, dingin, atau kering. Mata yang menyengat terkadang bisa menandakan kondisi mata yang serius.

Misalnya, kondisi seperti ocular rosacea, mata kering dan blepharitis dapat menyebabkan gejala sakit mata. Bahkan flu bisa menyebabkan sakit mata. Seringkali, sakit mata terjadi bersamaan dengan gejala lainnya.

Misalnya, saat sakit mata terjadi dengan rasa gatal, itu bisa menandakan alergi. Jika penyebabnya adalah sesuatu yang sederhana seperti paparan debu, angin, atau bahan kimia, Anda dapat segera membilas mata dengan air sebanyak mungkin. Namun, jika kondisinya sudah parah, Anda bisa langsung memeriksakan diri ke dokter.

Mata Sering Perih Menandakan Kondisi Mata Yang Serius

Mata Perih Dan Buram

Mata perih atau kabur dapat terjadi karena infeksi mata atau masalah medis lain yang berhubungan dengan penglihatan. Segera temui dokter jika mata kabur disertai nyeri.

Keluhan untuk penglihatan yang paling umum adalah mata perih dan buram, dan ini tidak perlu dikhawatirkan. Bisa jadi mata buram berarti Anda perlu mengganti lensa kacamata atau menandakan bahwa sesuatu yang lebih serius sedang terjadi

Baca juga :   Tingkatan Mata Minus Yang Masih Terendah Hingga Serius

Apapun penyebab mata kabur, jangan sampai diabaikan dan harus segera memeriksakan diri ke dokter mata. Jika sudah diketahui penyebab mata kabur, maka langkah segera bisa dilakukan.

Penyebab Mata Kabur

Penyebab Mata Kabur

Beberapa penyebab umum mata perih atau buram adalah:

1. Butuh Kacamata Atau Ganti Lensa

Masalah penglihatan seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hypermetropy), atau mata tua (presbiopia) merupakan masalah pada lensa mata yang seringkali menyebabkan mata kabur.

Kondisi ini terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak dapat fokus pada retina. Jika Anda belum pernah memakai kacamata sebelumnya, tanyakan kepada dokter mata Anda untuk mengetahui masalah apa yang Anda alami. Baru setelah itu dokter akan memberikan kacamata sesuai kebutuhan.

2. Masalah Dengan Lensa Kontak

Lensa kontak memang bisa membantu penglihatan, terutama bagi mereka yang tidak punya kebebasan memakai kacamata. Namun di sisi lain, lensa kontak juga rentan menimbulkan masalah seperti mata perih dan kabur.

Tidak membersihkan atau melepas lensa kontak setelah beraktivitas atau tertidur secara tidak sengaja saat masih memakai lensa kontak juga bisa menyebabkan mata kabur. Ini terjadi karena kornea terus mengalami gesekan.

3. Infeksi Mata

Penyebab lain dari mata kabur adalah infeksi mata. Infeksi mata bisa disebabkan oleh banyak hal, virus, bakteri atau jamur. Salah satu contohnya adalah keratitis akibat virus herpes. Kondisi ini bisa terjadi ketika jari yang terkontaminasi virus secara tidak sengaja menyentuh mata. Pengobatan bisa dengan obat tetes mata atau antibiotik jika infeksi disebabkan oleh bakteri.

4. Katarak

Pada lansia, katarak biasanya terjadi pada usia 75 tahun. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, salah satu gejala awal katarak adalah mata kabur karena protein di lensa mata menghalangi cahaya yang masuk ke retina.

Baca juga :   Hindari Herpes Di Mata Yang Dapat Merusak Lapisan Kornea Mata

Katarak tidak menimbulkan gejala lain seperti nyeri. Pada beberapa orang, katarak bisa jadi tidak mengganggu. Sedangkan untuk kasus lainnya, katarak perlu ditangani dengan operasi.

5. Diabetes

Penderita diabetes juga memiliki risiko terkena retinopati diabetik. Ini terjadi ketika pembuluh darah di belakang mata menjadi rusak. Cara mengatasinya bisa dengan operasi laser. Namun, dalam banyak kasus, penglihatan orang dengan retinopati diabetik bisa terancam tidak pernah kembali.

Itu sebabnya penderita diabetes disarankan untuk memeriksakan kesehatan matanya secara rutin. Tentunya hal ini dibarengi dengan pengendalian gula darah sebagai langkah preventif.

6. Tekanan Darah Tinggi

Ternyata, tekanan darah tinggi tidak hanya bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke. dalam beberapa kasus, ada stroke kecil yang mempengaruhi mata dan disebut oklusi vena. Penderitanya tidak akan merasakan sakit apapun tetapi sering terbangun dengan mata kabur.

Biasanya stroke yang menyerang mata ini hanya terjadi pada satu mata saja, baik itu sebelah kanan maupun kiri.

7. Migrain Mata

Orang yang mengalami migrain okular juga mungkin mengalami masalah penglihatan seperti mata kabur. Ini terkait dengan pembuluh darah yang memberi sinyal ke otak yang mengatur penglihatan seseorang.

Gejala lain dari migrain okular adalah mata tampak melihat cahaya yang menyilaukan atau pola yang tidak teratur. Umumnya migrain okular akan mereda setelah 1 jam. Biasanya hanya satu mata yang terkena migrain mata ini.

Lihat juga : Mata Perih Sangat Menyakitkan Dan Berisiko Menyebabkan Komplikasi

8. Mengalami Dampak Kecil

Seseorang yang mengalami benturan ringan di kepala mungkin juga mengalami mata buram. Selain itu, keluhan lain tentang penglihatan seperti sulitnya melihat fokus dari satu titik ke titik lainnya sehingga mata tidak bisa melihat dengan lurus. Ini karena adanya cedera pada otot yang menopang mata atau saraf di mata.

Baca juga :   Vitamin Untuk Mata Minus Yang Terbukti Lebih Efektif

Pasien yang mengalami gangguan penglihatan setelah trauma benturan harus segera memeriksakan diri ke dokter. Diagnosis dokter akan menentukan langkah pengobatan yang tepat.

9. Stres

Stres dan kecemasan yang berlebihan juga bisa menyebabkan mata kabur. Ini terjadi karena adrenalin meningkatkan tekanan pada mata dan pupil membesar secara tidak terkendali. Untuk dapat melihat dengan jelas, maka pupil mata harus mengecil agar bisa untuk fokus. Biasanya, mata buram yang disebabkan oleh stres akan hilang dengan sendirinya setelah stres mereda.

Stres yang berkepanjangan juga dapat mengancam penglihatan seseorang secara permanen. Untuk itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi stres yang sesuai dengan gaya hidup masing-masing individu.

Bagaimana Mencegah Mata Kabur

Bagaimana Mencegah Mata Kabur

Meski dalam kondisi tertentu penyebab mata kabur tidak bisa dicegah, Anda bisa menerapkan pola hidup sehat untuk menurunkan risiko terkena kondisi ini. Anda bisa memulai gaya hidup sehat, dengan cara-cara berikut:

Berhenti Merokok.

Biasakan memakai sunglasses dengan lensa anti UV sebagai pelindung menyeluruh saat Anda beraktivitas di bawah sinar matahari.

Makan Makanan Bergizi Dan Sehat.

Pastikan untuk selalu mencuci tangan Anda sebelum memakai atau melepas lensa kontak.
Jalani pemeriksaan mata secara rutin, terutama jika keluarga Anda memiliki riwayat penyakit mata.

Kenakan kacamata pelindung saat mengoperasikan alat berat atau melakukan aktivitas tertentu yang berisiko melukai mata Anda.

Dari semua keluhan mata perih dan buram di atas, kondisi tiap orang bisa berbeda-beda. Namun satu hal yang pasti, yaitu perlunya menemui dokter mata secepatnya. Apalagi jika keluhan mata perih dan kabur juga disertai rasa nyeri, tidak bisa melihat sudut tertentu, atau tidak kunjung membaik setelah sekian lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.