Tetes Mata untuk Mata Berair, Penyebab, Jenis, dan Rekomendasi Obatnya

  • Rendi Sihombing
  • Jul 01, 2025
Tetes Mata untuk Mata Berair

Mata berair atau dalam istilah medis disebut epifora, merupakan kondisi di mana air mata keluar secara berlebihan dari saluran air mata, baik karena produksi yang meningkat atau adanya gangguan dalam drainase air mata. Meskipun terdengar sepele, kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari seperti membaca, menonton, bekerja, atau bahkan saat mengemudi.

Salah satu solusi praktis untuk mengatasi mata berair adalah dengan menggunakan tetes mata. Namun, tidak semua tetes mata cocok untuk semua penyebab mata berair. Oleh karena itu, pemahaman tentang penyebab, jenis tetes mata yang tersedia, dan cara penggunaannya sangat penting agar pengobatan tepat sasaran.

Penyebab Umum Mata Berair

Penyebab Umum Mata Berair

Sebelum memilih obat tetes mata, penting untuk mengetahui terlebih dahulu penyebab utama dari mata berair. Berikut beberapa penyebab yang umum terjadi:

Alergi

Reaksi alergi terhadap debu, serbuk sari, bulu hewan, atau polusi udara dapat memicu produksi air mata berlebih.

Infeksi

Infeksi mata seperti konjungtivitis (mata merah) akibat virus atau bakteri sering disertai gejala mata berair.

Iritasi

Paparan asap rokok, angin, bahan kimia, atau penggunaan lensa kontak yang tidak tepat bisa membuat mata mengeluarkan air secara refleks.

Sindrom Mata Kering

Ironisnya, mata kering justru bisa menyebabkan mata berair sebagai kompensasi tubuh dalam memproduksi lebih banyak air mata.

Gangguan Saluran Air Mata

Tersumbatnya saluran air mata menyebabkan air mata tidak dapat mengalir dengan baik dan menumpuk di permukaan mata.

Kelainan Kelopak Mata

Kondisi seperti entropion (kelopak mata masuk ke dalam) atau ektropion (kelopak mata keluar) dapat mengganggu distribusi air mata.

Jenis-Jenis Tetes Mata untuk Mata Berair

Tetes mata tersedia dalam berbagai jenis, tergantung pada penyebab utama mata berair. Berikut beberapa jenis yang paling umum:

1. Tetes Mata Antihistamin (Untuk Alergi)

Digunakan jika penyebab mata berair adalah alergi. Kandungan seperti olopatadine, ketotifen, atau azelastine dapat mengurangi reaksi alergi pada mata.

Contoh produk:

  • Olopatadine HCl (Pataday, Opatanol)
  • Ketotifen fumarate (Zaditen)

2. Tetes Mata Antibiotik (Untuk Infeksi Bakteri)

Jika mata berair disebabkan oleh infeksi bakteri, tetes mata dengan antibiotik seperti kloramfenikol, tobramycin, atau ciprofloxacin dapat digunakan.

Contoh produk:

  • Cendo Xitrol (kombinasi antibiotik dan antiinflamasi)
  • Tobrex (tobramycin)

3. Tetes Mata Lubrikan / Artificial Tears (Untuk Mata Kering)

Jika air mata berlebih merupakan reaksi terhadap mata kering, maka tetes mata pelumas seperti carboxymethylcellulose, hydroxypropyl methylcellulose, atau sodium hyaluronate sangat membantu.

Contoh produk:

  • Cendo Lyteers
  • Insto Dry Eyes
  • Systane Ultra

4. Tetes Mata Anti Inflamasi

Untuk iritasi atau peradangan ringan, tetes mata yang mengandung steroid ringan atau NSAID seperti fluorometholone atau ketorolac dapat diresepkan oleh dokter.

Catatan: Penggunaan obat anti-inflamasi harus di bawah pengawasan medis karena memiliki efek samping jika digunakan jangka panjang.

Cara Menggunakan Tetes Mata dengan Benar

Penggunaan tetes mata yang tepat akan memaksimalkan efektivitasnya dan mencegah iritasi lebih lanjut. Berikut langkah-langkahnya:

  • Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh mata atau botol tetes.
  • Miringkan kepala ke belakang dan tarik kelopak mata bawah ke bawah untuk membuat ruang.
  • Teteskan 1–2 tetes ke bagian dalam kelopak mata bawah tanpa menyentuh mata dengan ujung botol.
  • Tutup mata perlahan selama beberapa detik dan hindari berkedip terlalu sering.
  • Jika menggunakan lebih dari satu jenis tetes mata, beri jeda waktu sekitar 5–10 menit antar pemakaian.

Kapan Harus ke Dokter?

Tetes mata dapat digunakan sebagai pertolongan pertama, namun segera periksakan diri ke dokter jika:

  • Mata berair tidak kunjung sembuh lebih dari 3 hari
  • Muncul nyeri hebat, penglihatan kabur, atau keluar kotoran kuning/hijau
  • Ada pembengkakan parah pada kelopak mata atau waja
  • Pernah memiliki riwayat alergi terhadap bahan obat tertentu

Rekomendasi Tetes Mata yang Tersedia di Apotik

Beberapa produk tetes mata untuk mata berair yang mudah ditemukan di apotek antara lain:

Nama Produk Jenis Kegunaan

  • Insto Regular – Jenis  – Lubrikan  – Kegunaan – Mengatasi iritasi ringan
  • Cendo Lyteers – Jenis  – Lubrikan – Kegunaan – Untuk mata kering
  • Cendo Aller – Jenis  – Antihistamin – Kegunaan – Mengatasi mata berair karena alergi
  • Visine – Jenis  – Vasokonstriktor – Kegunaan – Meredakan mata merah ringan
  • Tobrex – Jenis  – Antibiotik – Kegunaan – Untuk infeksi bakteri ringan
  • Cendo Xitrol – Jenis  – Antibiotik & Anti inflamasi – Kegunaan – Infeksi mata disertai peradangan

Kesimpulan

Mata berair bisa menjadi gejala ringan atau pertanda kondisi medis yang lebih serius. Penggunaan tetes mata bisa sangat efektif jika disesuaikan dengan penyebabnya. Untuk hasil maksimal, penting untuk memilih tetes mata yang tepat, mengikuti aturan pakai, dan segera berkonsultasi dengan dokter jika gejala memburuk atau menetap.

Ingat, mata adalah organ vital yang sangat berharga. Jangan asal menggunakan obat tanpa mengetahui penyebabnya. Bijak dalam merawat mata akan membantu menjaga kualitas penglihatan Anda hingga usia lanjut.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *