Beberapa Komplikasi Diabetes Melitus Yang Sangat Berbahaya

Komplikasi diabetes melitus sangat mungkin terjadi dan dapat menyerang seluruh organ tubuh, mulai dari mata hingga jari kaki.

Beberapa Komplikasi Diabetes Melitus

Komplikasi diabetes melitus dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Jangka pendek (akut) dan
  • Jangka panjang (kronis).

Hipoglikemia dan ketoasidosis yaitu komplikasi dari diabetes akut, Dan sedangkan untuk komplikasi diabetes kronis terjadi jika diabetes melitus telah mempengaruhi fungsi pada :

  • Mata
  • Jantung
  • Ginjal
  • Kulit
  • Saluran pencernaan
  • Dan bahka saraf

Komplikasi Diabetes Mellitus Akut

Komplikasi diabetes melitus akut yang dapat disebabkan oleh 2 hal yaitu kenaikan dan penurunan kadar gula darah yang drastis. Kondisi ini membutuhkan perhatian medis segera. Jika terlambat ditangani, dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, kejang, dan kematian.

Komplikasi diabetes melitus akut dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:

Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kondisi ketika terjadi penurunan kadar gula darah secara drastis akibat tingginya kadar insulin dalam tubuh, terlalu banyak mengonsumsi obat penurun gula darah, atau makan terlalu malam.

Gejala berupa penglihatan kabur, detak jantung cepat, sakit kepala, badan gemetar, keringat dingin, dan pusing. Kadar gula darah yang terlalu rendah, bahkan juga bisa menyebabkan pingsan, kejang, dan bahkan koma.

Ketosiadosis Diabetik (KAD)

Ketosiadosis diabetik merupakan keadaan darurat medis yang disebabkan oleh peningkatan kadar gula darah yang terlalu tinggi. Ini merupakan komplikasi diabetes melitus yang terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan gula atau glukosa sebagai sumber bahan bakar, sehingga tubuh mengolah lemak dan menghasilkan keton sebagai sumber energi.

Jika tidak segera mendapat pertolongan medis, maka kondisi ini bisa menyebabkan penumpukan asam berbahaya di dalam darah anda, yang menyebabkan dehidrasi, koma, sesak napas, atau bahkan juga kematian.

Keadaan Hiperglikemik Hiperosmolar (HHS)

Kondisi ini juga merupakan keadaan darurat medis pada diabetes, dengan angka kematian hingga 20%. HHS terjadi karena lonjakan kadar gula darah yang sangat tinggi selama waktu tertentu. Gejala HHS ditandai dengan rasa haus yang parah, kejang, kelemahan, gangguan kesadaran, dan koma.

Komplikasi Diabetes Melitus Kronis

Komplikasi Diabetes Melitus Kronis

Komplikasi jangka panjang yang biasanya berkembang secara bertahap dan bila diabetes tidak dikelola dengan baik. Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol lama kelamaan akan meningkatkan risiko komplikasi, yaitu kerusakan serius pada seluruh organ tubuh.

Beberapa komplikasi jangka panjang dari diabetes mellitus adalah:

1. Gangguan Mata (Retinopati Diabetik)

Diabetes dapat merusak pembuluh darah di retina. Kondisi ini disebut retinopati diabetik dan berpotensi yang menyebabkan kebutaan. Pembuluh darah di mata yang rusak akibat diabetes juga meningkatkan risiko gangguan penglihatan, seperti katarak dan glaukoma.

Deteksi dini dan pengobatan retinopati yang tepat dapat mencegah atau menunda kebutaan. Oleh karena itu, penderita diabetes dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin.

2. Kerusakan Ginjal (Nefropati Diabetik)

Komplikasi diabetes melitus yang menyebabkan masalah ginjal disebut nefropati diabetik. Kondisi ini dapat menyebabkan gagal ginjal, bahkan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan baik. Bila terjadi gagal ginjal, pasien harus menjalani cuci darah rutin atau transplantasi ginjal.

Diagnosis dini, pengendalian glukosa darah dan tekanan darah, pemberian obat pada tahap awal kerusakan ginjal, dan pembatasan asupan protein merupakan cara yang dapat dilakukan untuk menghambat perkembangan diabetes yang berujung pada gagal ginjal.

3. Kerusakan Saraf (Neuropati Diabetik)

Kadar gula yang tinggi dalam darah bisa merusak pembuluh darah dan saraf di tubuh, terutama kaki. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik, terjadi ketika saraf rusak, baik secara langsung karena gula darah tinggi atau karena penurunan aliran darah ke saraf.

Kerusakan saraf akan menyebabkan gangguan sensorik dengan gejala seperti kesemutan, mati rasa, atau nyeri. Kerusakan saraf juga dapat mempengaruhi saluran pencernaan dan menyebabkan gastroparesis. Gejala berupa mual, muntah, dan cepat merasa kenyang saat makan.

Komplikasi ini juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi pada pria. Sebenarnya kerusakan pada saraf juga masih bisa dicegah dan ditunda jika diabetes terdeteksi sejak dini. Dengan demikian, kadar gula darah dapat dikontrol dengan menerapkan pola makan dan gaya hidup sehat, serta mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

4. Masalah Kaki Dan Kulit

Masalah kulit dan luka di kaki juga umum terjadi jika Anda mengalami komplikasi diabetes. Ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah dan saraf, serta aliran darah yang terbatas ke kaki.

Gula darah tinggi juga memudahkan bakteri dan jamur berkembang biak. Apalagi jika terjadi penurunan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri akibat diabetes. Sehingga, masalah pada kulit dan kaki memang tidak bisa dihindari.

5. Penyakit Kardiovaskular

Kadar gula darah yang tinggi juga dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah anda. Hal tersebut dapat menyebabkan terganggunya sirkulasi darah ke seluruh tubuh, termasuk jantung.

Penatalaksanaan Komplikasi Diabetes Mellitus

Prinsip utama untuk penanganan komplikasi diabetes melitus adalah dengan mengontrol kadar gula darah anda agar tidak merusak organ tubuh anda. Perawatan yang diberikan meliputi perawatan medis, manajemen nutrisi, dan penerapan pola hidup sehat bagi penderita diabetes.

Semakin baik Anda mengelola gula darah, tekanan darah, dan kadar lemak darah, semakin rendah risiko terkena komplikasi diabetes melitus. Anda disarankan untuk rutin melakukan check up ke dokter agar diabetes bisa tertangani dengan baik.

Baca juga :   Mata Berfungsi Untuk Anda Menghindari Sesuatu Yang Berbahaya

Pola makan yang benar dan penerapan pola hidup sehat dengan rajin berolahraga, menjaga berat badan, berhenti merokok, serta menghindari peningkatan tekanan darah dan kolesterol, akan menunjang Anda untuk tetap sehat dan mengurangi risiko komplikasi diabetes melitus.

Jika Anda mengalami salah satu gejala atau diketahui memiliki faktor risiko seperti yang dijelaskan di atas, segera periksakan ke dokter. Jangan abaikan tanda dan gejala yang muncul, karena dapat mempersulit proses pengobatan dan pemulihan komplikasi diabetes melitus.

Penyembuhan Komplikasi Diabetes

Penyembuhan Komplikasi Diabetes

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit metabolisme yang memiliki banyak komplikasi. Cari tahu cara mencegah komplikasi di sini.

Penyakit yang sering disebut dengan diabetes ini bisa menimbulkan komplikasi yang cukup serius.

Bagaimana Mencegah Komplikasi Diabetes

Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah (glukosa) yang tinggi atau di atas normal. Penumpukan gula darah dalam darah akibat tidak terserap dengan baik oleh sel-sel tubuh dapat menyebabkan berbagai gangguan dan komplikasi pada organ-organ tubuh.
Untuk menangkal komplikasi penyakit diabetes, beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

Sesuaikan Diet

Diabetes merupakan penyakit yang sangat dipengaruhi oleh pola makan seseorang. Seringkali mengonsumsi makanan yang mengandung glukosa tinggi yang dibarengi dengan gaya hidup pasif dapat menyebabkan diabetes.

Untuk itu, hindari makanan dan minuman manis seperti permen, kue, dan minuman bersoda.

Selain itu, penderita diabetes juga harus menghindari asupan yang mengandung lemak jenuh. Misal: gorengan dan fast food.

Sebaliknya, konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, oatmeal, dan roti gandum. Anda juga bisa menambahkan tepung kelapa ke dalam asupan harian Anda, seperti nasi atau oat.

Tepung kelapa tinggi serat, rendah karbohidrat, dan bebas gluten.

Mengontrol Kadar Gula Darah Tubuh

Kadar gula darah yang terkontrol mencegah komplikasi pada penderita diabetes. Mengontrol kadar gula darah tubuh dapat dilakukan dengan:

  • Pemantauan rutin kadar gula darah (jika sudah dirawat maka gula darah tubuh bisa dipantau setiap bulan)
  • Minum obat atau gunakan insulin sesuai anjuran dokter
    jaga pola makan
  • Berolahragalah secara teratur

Olahraga dianjurkan untuk semua orang, termasuk penderita diabetes. Tak hanya menyehatkan, olahraga juga menjaga tubuh tetap ideal dan menurunkan berat badan. Sebaiknya penderita diabetes berolahraga minimal lima kali seminggu dengan durasi minimal 30 menit.

Olahraga yang direkomendasikan untuk penderita diabetes antara lain berjalan, berenang, dan aerobik.

Periksakan Ke Dokter Secara Rutin

Mengunjungi dokter secara rutin adalah salah satu kunci pencegahan komplikasi diabetes. Tindakan ini bisa dilakukan dengan rutin mengunjungi dokter untuk memantau kadar gula darah, serta mengonsumsi obat atau insulin sesuai anjuran yang diberikan.

Pada organ mata, penderita diabetes dapat mengalami komplikasi akibat diabetes retinopati, katarak, dan glaukoma yang dapat menyebabkan kebutaan.

Pada saraf, penderita bisa mengalami neuropati, yaitu kerusakan sistem saraf yang menyebabkan perasaan lemas dan mati rasa. Kondisi ini biasa terjadi pada tangan dan kaki. Penderita juga bisa mengalami luka yang tidak disadari sehingga tidak dirawat dan terkena infeksi.

Organ jantung juga tidak luput dari pemeriksaan dokter karena merupakan komplikasi penyakit diabetes yang mematikan. Hampir 75-85 persen penderita diabetes meninggal karena penyakit jantung atau stroke. Penderita diabetes memiliki risiko 2-3 kali lebih besar terkena penyakit jantung dibandingkan orang tanpa diabetes.

Anda bisa meminta pasangan atau keluarga untuk membantu Anda bersama-sama menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten. Yang tidak kalah penting, jangan lupa untuk mengontrol kesehatan dan cek gula darah secara rutin.

Obat Herbal Komplikasi Diabetes

Saat ini, masyarakat seringkali terbiasa dengan pola gaya hidup yang tidak sehat, termasuk mengonsumsi asupan gula yang berlebihan. Padahal, kebiasaan ini bisa menimbulkan risiko berbagai penyakit. Salah satunya adalah diabetes.

Diabetes atau diabetes melitus yang secara resmi dikenal adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya gula darah (glukosa) atau kadar gula darah di atas normal.

Penyakit yang berlangsung lama ini dapat menyebabkan kerusakan pada sejumlah organ tubuh, seperti ginjal, saraf, mata, jantung, lapisan kulit, dan pembuluh darah.

Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat penyerapan sel tubuh secara pasif dan konsumsi gula berlebih akan mengakibatkan risiko penyakit ini.

Biasanya pengobatan penyakit ini menghasilkan obat-obatan dan berbagai terapi yang menghabiskan banyak biaya. Ditambah lagi, obat kimia terkadang dapat mengganggu kerja autoimun orang yang sensitif terhadap obat tertentu.

Namun penyakit ini bisa dicegah dan diobati, terutama dengan pengobatan herbal diabetes alami.

Anda bisa mengandalkan beragam tanaman yang terbukti ampuh mengatasi gejala diabetes beserta indikasinya.

Apa sajakah obat herbal diabetes? Yuk, simak obat herbal diabetes berikut ini!

Obat Alami Diabetes Paling Efektif dari Tanaman

1. Pare

Pare

Rasa tanaman ini memang tidak enak bagi sebagian orang. Namun, siapa sangka pare memiliki khasiat antidiabetes yang ampuh mengatasi kelebihan glukosa darah ini, tepatnya diabetes melitus tipe 2.

Baca juga :   Lensa Kontak Buta Warna Dapat Membantu Mengatasi Buta Warna

Pasalnya, khasiat tersebut akan bekerja menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2.

Bahan aktifnya dapat mengobati kondisi yang tidak sensitif terhadap insulin. Penyebab diabetes melitus tipe 2 akan diatasi dengan cara mengandung pare berupa peptida, alkaloid, charantin, dan vicine.

Cara kerja bahan aktif dalam buah pare adalah dengan merangsang aktivitas pelepasan insulin agar lebih baik lagi sekaligus melawan resistensi insulin akibat komplikasi diabetes.

2. Lidah Buaya

Lidah Buaya

Lidah buaya sangat terkenal di berbagai kalangan masyarakat karena kegunaannya yang banyak.

Senyawa aktif dalam lidah buaya mampu menurunkan timbunan lemak di dalam darah, sehingga kadar glukosa dapat diturunkan dan detak darah kembali normal.

3. Daun Salam

Daun Salam

Daun salam atau daun salam merupakan salah satu obat herbal diabetes yang paling efektif. Tumbuhan liar ini menghasilkan minyak esensial yang dapat menurunkan kadar glukosa dalam tubuh.

Selain itu, daun salam mengandung polifenol yang berguna untuk tubuh sebagai antioksidan.

Sejak jaman dahulu daun salam telah digunakan sebagai obat herbal alami dan sebagai pelengkap masakan, namun konsumsi daun salam perlu diperhatikan.

Pasalnya, tidak semua orang memiliki kondisi kesehatan yang sesuai untuk mengonsumsi tanaman ini. Ada baiknya, bicarakan dulu dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk makan daun salam.

4. Sambiloto

Sambiloto

Sambiloto atau chiretta hijau merupakan ramuan tegak yang memiliki berbagai khasiat bagi kesehatan. Jamu ini memiliki zat aktif yang disebut andrographolide. Andrographolide dapat ditemukan pada batang dan daun sambiloto.

Meski rasanya pahit, namun manfaat andrographolide baik untuk tubuh. Zat aktif tersebut dapat menurunkan kadar glukosa darah.

5. Nasi Merah

Nasi Merah

Makanan yang terbuat dari biji-bijian seperti beras merah dapat digunakan sebagai obat herbal diabetes yang paling efektif.

Ini karena kandungan karbohidrat kompleksnya. Selain itu, kandungan serat alami yang tinggi pada beras merah baik untuk pencernaan dan kesehatan.

Tak heran jika para dokter menganjurkan penderita diabetes untuk makan nasi merah. Beras merah memiliki indeks glikemik yang cukup sedang.

Oleh karena itu beras merah dianjurkan untuk dijadikan sebagai obat herbal diabetes.

6. Brokoli

Brokoli

Sebagai sayuran hijau yang kaya akan manfaat kesehatan, brokoli memang menjadi andalan utama. Brokoli mengandung sulphorapane yang berguna untuk menurunkan kadar gula dalam darah.

Senyawa tersebut dikenal sebagai bahan jamu diabetes paling ampuh, bahkan sulphorapane dapat menggantikan obat metformin yang biasa dikenal sebagai obat untuk penderita diabetes.

Para ahli yakin bahwa obat ini memiliki manfaat kesehatan yang sangat baik.

7. Kulit Manggis

Kulit Manggis

Manfaat kulit manggis dapat digunakan untuk berbagai macam penyakit, termasuk diabetes melitus. Soalnya, kulit manggis mengandung xanthone. Manfaat senyawa tersebut adalah untuk menurunkan daya tahan tubuh terhadap gula darah.

Selain fungsi medisnya sebagai obat diabetes, kulit manggis juga populer dengan sebutan jamu anti kanker.

8. Bawang Putih

Bawang Putih

Zat yang dimiliki bawang putih dapat memberikan manfaat pengobatan diabetes berupa menurunkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein.

Zat terkait dapat meningkatkan produksi kolesterol baik atau high-density lipoprotein secara otomatis, sehingga peredaran darah tubuh semakin lancar.

Dengan demikian, gejala diabetes berkurang.

9. Pepaya

Pepaya

Tampaknya pepaya manis tidak bisa lepas dari pembahasan tentang diabetes. Meski memiliki rasa yang manis, kandungan glukosa pepaya merupakan glukosa alami.

Selain itu buah ini juga mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan sistem imun tubuh, termasuk imunitas darah.

Lebih bagus lagi kalau makan pepaya segar, tidak diolah ya.

10. Jahe

Jahe

Bumbu ini selalu membuat kita merasa hangat. Ditambah lagi, Anda bisa mempercayai jahe sebagai tanaman herbal yang baik untuk mengobati diabetes. Jahe bisa menurunkan kadar gula darah.

Meski pengobatan herbal ini dapat membantu mengobati diabetes, namun perlu juga dilakukan aktivitas olahraga dan menerapkan pola hidup sehat serta check up rutin ke dokter.

Rasa manis memang enak, tapi jangan lupa kesenangan itu perlu diberi porsi agar tidak berlebihan. Terlebih lagi jika menyebabkan penyakit seperti diabetes melitus. Yuk, terapkan pola makanmu dan jalani hidup sehat sekarang juga!

Buah Untuk Obat Diabetes

Ada beberapa jenis buah yang baik untuk dikonsumsi penderita diabetes. Pasalnya, buah-buahan ini dapat mengandung berbagai nutrisi yang berperan dalam menurunkan kadar gula darah atau mencegah peningkatan gula darah secara drastis. Sebut saja kandungan serat pada buah yang sudah terbukti ampuh memperlambat penyerapan nutrisi dalam tubuh, agar gula darah tidak naik secara tiba-tiba.

Berikut ini beberapa jenis buah yang dapat dikonsumsi penderita diabetes:

1. Buah Pepaya

Buah Pepaya

Sering dikonsumsi masyarakat Indonesia dan dikenal mampu melancarkan pencernaan.

Buah pepaya juga rendah gula, sehingga sangat baik untuk dikonsumsi para penderita diabetes atau kencing manis. Kandungan nutrisi dalam pepaya bahkan dapat menghasilkan berbagai manfaat lainnya, sebagai berikut:

  • Menghilangkan radikal bebas penyebab kanker
  • Mencegah hipertensi
  • Meningkatkan kesehatan jantung (kardiovaskuler)
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Mempercepat penyembuhan luka pada kulit
  • Meredakan peradangan
  • Mencegah pembentukan katarak di mata
  • Mengurangi risiko emfisema pada perokok aktif dan perokok pasif.
Baca juga :   Mata Mengeluarkan Kotoran Sehingga Sangat Mengganggu

2. Apel

Apel

Apel merupakan buah yang juga digemari oleh masyarakat Indonesia. Meski rasanya manis, apel sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes karena kandungan gizinya dapat mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

Apel mengandung vitamin A, vitamin C, kalsium, zat besi, dan serat tinggi.

Kandungan serat pada apel bisa bermanfaat untuk membuat perut kenyang lebih lama dan memperlambat penyerapan nutrisi seperti gula ke dalam aliran darah.

Selain mengendalikan diabetes, apel dilaporkan memiliki banyak manfaat kesehatan lainnya, seperti:

  • Melindungi tulang
  • Mengobati asma
  • Mencegah Alzheimer
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Mencegah kanker paru-paru
  • Kanker payudara
  • Kanker usus besar
  • Mengurangi berat badan

Makan satu buah apel diperkirakan dapat mengurangi asupan kalori hingga 15 persen. Sedangkan mengkonsumsi satu buah apel sebelum makan dapat mengurangi 185 kalori atau setara dengan penurunan berat badan sebesar 0,68 kg / bulan atau 9,07 kg / tahun.

3. Semangka

Semangka

Semangka dipercaya memiliki khasiat sebagai berikut:

Mengatasi Diabetes Sebagai Antioksidan untuk Mencegah Diabetes Melitus Sebagai Makanan Diet Sariawan Mengatasi Hipertensi dan Anemia Secara Alami Viagra Meningkatkan kualitas sperma Mengatasi gangguan air buangan Membersihkan ginjal Bebas antiradikal Membantu meningkatkan daya ingat. Atasi jerawat.

4. Stroberi

Stroberi

Selain dimakan langsung, buah yang memiliki nama latin Fragraria chiloensis ini sering digunakan sebagai bahan dasar pembuatan jus, selai, dan dekorasi kue.

Satu gelas stroberi dilaporkan mengandung serat dan dapat menyediakan hingga 136 persen kebutuhan vitamin C harian. Kandungan nutrisi pada buah strawberry juga bermanfaat untuk:

  • Memperbaiki pencernaan
  • Meningkatkan kekebalan tubuh
  • Mencegah degenerasi makula
  • Menurunkan tekanan darah tinggi

5. Pir

Pir

Pir kaya akan nutrisi dan memiliki banyak manfaat. Buah pir mengandung asam klorogenat dan asam hidroksi sinamat yang berfungsi sebagai antioksidan dan mencegah pertumbuhan bakteri Shigella sonne penyebab gangguan sistem pencernaan.

Selain itu buah pir juga kaya akan vitamin C dan provitamin A, sehingga baik untuk dikonsumsi untuk menjaga kesehatan atau mencegah berbagai penyakit dan gangguan kesehatan lainnya.

6. Plum

Plum

Plum bisa dimakan segar atau setelah dikeringkan. Buah ini dikabarkan mengandung zat phyto yang dikenal sebagai asam neochlorogenic dan chlorogenic yang berfungsi sebagai antioksidan.

Buah plum juga tinggi vitamin C yang dapat membantu melindungi tubuh dari asma, kanker usus besar, osteoartritis, dan rheumatoid arthritis.

Selain dapat menjadi antioksidan yang mencegah diabetes melitus, manfaat buah plum juga dapat berupa:
Mencegah kerusakan neuron dan lemak yang menyusun bagian membran sel

  • Memperbaiki sirkulasi darah
  • Memperbaiki penglihatan
  • Mencegah kanker dan tumor
  • Mencegah penyakit jantung
  • Mengobati penyakit jantung sembelit
  • Membentuk sel darah merah
  • Mengontrol detak jantung dan tekanan darah

7. Jambu Biji

Jambu Biji

Jambu biji banyak mengandung serat dan antioksidan (vitamin A, vitamin C, beta karoten dan asam folat) yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Kandungan vitamin C pada jambu biji bahkan terhitung dua kali lipat dari kandungan vitamin C pada jeruk manis.

Satu jambu biji berukuran sedang mengandung vitamin C dan beta-karoten empat kali lebih banyak dari pada jeruk.

8. Aprikot

Aprikot

Aprikot mengandung serat dan karotenoid yang tinggi. Kandungan inilah yang membuat buah aprikot dapat digunakan sebagai agen anti diabetes, sebagai pereda diare atau sembelit, membantu detoksifikasi, dan meregenerasi cairan tubuh.

Aprikot bisa dimakan segar atau dikonsumsi setelah dikeringkan. Aprikot juga dianjurkan untuk dikonsumsi oleh mereka yang menderita litiasis ginjal, litiasis empedu, defisiensi vitamin A, wanita hamil, lansia, atau remaja.

Dalam 100 gram aprikot mentah, Anda dapat mengandung 201 kJ energi (48 kilo kalori), 11 gram karbohidrat, 9 gram gula, 2 gram serat makanan, 0.4 gram lemak, 1.4 gram protein, 96 mg vitamin. A, 1.094 mg beta-karoten, 10 mg vitamin C, dan 0,4 mg zat besi.

Makan aprikot pada dasarnya bisa bermanfaat untuk menjaga kestabilan kadar gula darah agar tetap normal. Aprikot juga dapat dikonsumsi untuk membantu mengatur tekanan darah, mengurangi infeksi saluran kemih, dan secara efektif menurunkan kadar kolesterol.

Sebagai anjuran, saat mengonsumsi buah aprikot, hindari makan bagian ujung biji aprikot.

Buang ujung bijinya sebelum memakannya. Juga, jangan makan lebih dari lima aprikot sehari.

9. Kiwi

Kiwi

Kiwi termasuk dalam 27 buah yang memiliki kepadatan gizi. Sedangkan semakin tinggi kepadatan zat gizi suatu bahan pangan maka semakin baik pula kualitas bahan pangan tersebut.

Buah-Buahan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Diabetes

Buah-buahan baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Namun, masih ada beberapa buah-buahan yang perlu dihindari penderita diabetes karena mengandung gula dan lemak yang tinggi.

Buah-buahan yang tidak boleh dikonsumsi penderita diabetes, diantaranya:

  • Durian
  • Pisang
  • Mangga
  • Nanas
  • Sirsak
  • Nangka
  • Sawo
  • Rambutan
  • Kelengkeng
  • Manggis
  • Anggur
  • Persik

Selain dengan buah-buahan, penderita diabetes juga harus membatasi memakan makanan yang dapat memicu peningkatan kadar gula darah, seperti:

  • Permen
  • Biskuit
  • Roti
  • Confection
  • Buah Kering
  • Kismis
  • Keju
  • Coklat
  • Mayonaise
  • Susu kental
  • Minyak zaitun
  • Pancake
  • Minuman bersoda
  • Puding Daging
  • Lemak Jeroan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.