Mata Perih Sangat Menyakitkan Dan Berisiko Menyebabkan Komplikasi

Bagi sebagian orang, sakit mata bukanlah kondisi yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun ada beberapa kasus, sakit mata yang bisa sangat menyakitkan dan berisiko menyebabkan komplikasi.

Biasanya sakit mata diartikan sebagai sensasi terbakar, sakit menusuk atau seperti benda asing yang ada di mata. Adapun penyebab sakit mata, mulai dari iritasi, paparan debu atau asap, hingga infeksi atau peradangan pada mata.

Tidak bisa dianggap enteng, sakit mata perlu segera diatasi untuk mengurangi gejala yang Anda rasakan agar kondisinya tidak semakin parah. Berikut cara mengatasi sakit mata berdasarkan penyebabnya

Mata Perih

Mata Kering

Penyebab paling umum dari sakit mata adalah mata kering. Kondisi ini membuat mata terasa panas dan perih serta berair. Mata kering akan membuat penderitanya merasakan sensasi kasar atau berpasir seperti ada sesuatu yang tersangkut di mata.

Untuk mengatasi sakit mata akibat mata kering, Anda bisa melembabkannya dengan menggunakan obat tetes khusus untuk mata kering atau air mata buatan. Anda dapat menemukan kedua obat tersebut di apotek. Ikuti aturan dan instruksi pada kemasannya.

Mata Kering

Cara lain untuk mengatasi sakit mata adalah dengan mengonsumsi lebih banyak makanan kaya omega-3 dan banyak minum air putih. Selain itu, Anda juga bisa meningkatkan intensitas kedipan Anda untuk menyebarkan air mata secara merata ke seluruh permukaan mata.

Fotokeratitis

Penyebab sakit mata lainnya adalah karena paparan radiasi sinar matahari yang berlebihan atau biasa disebut dengan fotokeratitis. Kondisi ini bisa menyebabkan mata penderita terasa kering dan panas, penglihatan berubah, dan kebutaan permanen.

Fotokeratitis

Biasanya gejala fotokeratitis bisa sembuh dengan sendirinya. Untuk memulihkan kondisinya dengan cepat, ada beberapa tindakan yang perlu Anda lakukan, seperti diam di dalam ruangan, menggunakan sunglasses untuk melindunginya dari sinar matahari, meneteskan air mata buatan bebas pengawet, jangan menggosok mata, dan melepas lensa kontak.

Blepharitis

Blepharitis adalah infeksi bakteri yang menyerang bagian tepi kelopak mata atau garis pertumbuhan bulu mata. Kondisi mata ini menyebabkan mata terasa perih, kulit kelopak mata menjadi merah dan bengkak.

Cara mengatasi sakit mata akibat blepharitis bisa dengan mengompres hangat bagian mata yang terasa perih. Lakukan metode ini selama 10 menit dan ulangi beberapa kali sehari.

Setiap kali Anda mengompres mata, gosok kelopak mata dengan lembut menggunakan bola kapas yang dibasahi air dan sampo bayi. Lalu pijat dengan gerakan memutar, lalu keringkan area mata yang terinfeksi.

Alergi

Penyebab sakit mata lainnya bisa jadi karena alergi. Misalnya alergi terhadap debu, serbuk sari, atau bulu binatang. Untuk mengatasi sakit mata akibat alergi konjungtiva, Anda bisa menghentikan paparan pemicu alergi.

Alergi

Sedapat mungkin untuk menjaga pemicu alergi di dekat Anda. Selanjutnya, Anda bisa meneteskan obat mata khusus yang mengandung antihistamin. Atau Anda juga bisa minum obat alergi untuk menghentikan gejala alergi.

Ocular Rosacea

Rosacea adalah penyakit kulit kronis berulang yang merupakan penyakit autoimun.

Cara mengobati sakit mata akibat Ocular Roscea adalah dengan mengontrol kekambuhan dan intensitas gejalanya. Ini karena Rosacea tidak bisa disembuhkan.

Biasanya dokter akan meresepkan antibiotik minum. Selain obat, Anda bisa memastikan kelopak mata selalu bersih dengan mengompresnya minimal dua kali sehari dengan air hangat.

Pterigium

Pterigium adalah selaput jaringan berwarna merah muda berbentuk segitiga yang dapat muncul pada bagian putih bola mata. Kondisi mata ini cukup umum dan dapat menyerang siapa saja yang menghabiskan banyak waktu di luar ruangan.

Pterigium

Untuk mengatasi perih dan perih pada mata akibat Pterygium, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter. Biasanya dokter akan meresepkan obat tetes mata atau salep kortikosteroid untuk meredakan peradangan.

Baca juga :   Jenis Salep Mata Tergantung Dengan Penyebabnya

Mata Perih Saat Berkedip

Pada dasarnya, ada banyak hal yang bisa menyebabkan mata Anda sakit saat berkedip. Sebagian besar kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya atau dengan pengobatan. Penanganan nyeri saat berkedip sendiri akan berbeda-beda tergantung penyebabnya, seperti:

1. Cedera Mata

Cedera Mata

Penggunaan obat tetes mata diperlukan untuk meredakan ketidaknyamanan atau mencegah infeksi. Selain itu, Anda dapat menggunakan kaca mata untuk luka flash burn pada mata (cedera akibat paparan sinar ultraviolet).

Fungsi untuk penggunaan kacamata ini adalah untuk melindungi mata Anda dari kerusakan lebih lanjut dan mencegah paparan sinar ultraviolet. Selain itu, konsumsi obat-obatan juga sangat diperlukan untuk mengurangi rasa nyeri, Dan mencegah infeksi, dan mengendurkan otot mata.

2. Konjungtivis

Jika mata anda sakit saat berkedip karena konjungtivitis, Anda dapat melakukan beberapa pengobatan rumahan, seperti menghindari alergen atau zat yang memicu sakit mata saat anda berkedip, tidak menyentuh dan tidak menggosok mata, Dan menggunakan kompres dingin untuk mengurangi iritasi, melepas lensa kontak hingga gejala benar-benar muncul. menghilang, dan menggunakan obat tetes mata untuk mengurangi gejala.

3. Bintitan

Untuk menghilangkan bengkak akibat bintit, Anda bisa menggunakan kompres hangat beberapa kali dalam sehari. Perawatan medis juga diperlukan jika pengobatan rumahan gagal menghilangkan bintit.

4. Infeksi Saluran Air Mata

Infeksi saluran air mata diobati dengan antibiotik. Tetes mata juga diresepkan untuk mengurangi gejala. Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat tetes mata untuk mengurangi gejala yang disebabkan oleh infeksi saluran air mata.

5. Blefaritis

Blefaritis sendiri tidak mungkin disembuhkan. Meski begitu, gejala blepharitis bisa diredakan dengan menjaga kebersihan kelopak mata, menggunakan kompres hangat selama 5-10 menit, memijat kelopak mata dengan lembut, dan meminum antibiotik yang direkomendasikan dokter untuk kasus blepharitis yang lebih serius.

6. Ulkus Kornea

Ulkus kornea biasanya dapat diobati dengan antibiotik, antijamur, atau antivirus. Selain itu, Anda bisa menggunakan kompres dingin dan bukan menggosok atau menyentuh mata untuk mengurangi gejala ulkus kornea. Bahkan selain pemberian obat, pembedahan mungkin diperlukan pada ulkus kornea yang parah.

7. Sinusitis

Sinusitis

Sebagian besar kasus sinusitis dapat diobati dengan pengobatan rumahan. Misalnya, Anda bisa meredakan gejala sinusitis dengan menggunakan kompres hangat selama 5-10 menit beberapa kali sehari, menggunakan obat penghilang rasa sakit (seperti Ibuprofen), menggunakan semprotan larutan garam, dan menggunakan nebulizer.

Sebuah studi di Ear, Nose and Throat Journal menunjukkan bahwa menggunakan nebulizer untuk penderita sinusitis memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada potensi risikonya. Bahkan nebulizer itu sendiri akan sangat membantu untuk mengendalikan penyakit paru-paru kronis.

8. Neuritis Optik

Banyak kasus neuritis optik tidak memerlukan perhatian medis dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, neuritis optik yang persisten dapat diobati dengan steroid dalam bentuk suntikan atau tablet untuk mengurangi peradangan.

9. Sindrom Mata Kering

Sindrom mata kering bisa disembuhkan dengan obat tetes mata dan obat antiradang. Selain itu, ada juga cara lain yang dapat Anda lakukan untuk menyembuhkan mata kering, seperti:

Mengurangi penggunaan gadget, penggunaan AC dan pemanas
Gunakan humidifier di dalam kamar

Atau mengenakan kacamata dengan pelindung samping yang dapat melindungi mata anda secara optimal dari udara kering dan angin.

10. Penyakit Graves

Kadar hormon tiroid dapat diturunkan dengan mengonsumsi obat antitiroid atau melakukan terapi yodium radioaktif. Bahkan pembedahan juga diperlukan untuk mengobati penyakit Graves, meski pembedahan biasanya hanya ditawarkan kepada penderita yang lebih muda.

Baca juga :   15 Cara Menjaga Kesehatan Mata Bagi Pengguna Komputer

11. Keratitis

Dalam kasus keratitis ringan biasanya dapat diobati dengan menggunakan obat tetes mata antibakteri. Namun, kasus yang lebih parah mungkin memerlukan antibiotik untuk melawan infeksi. Hingga operasi mungkin diperlukan dalam kasus yang jarang terjadi.

12. Iritis

Dalam mengobati iritis, pengobatan akan bergantung pada apa yang menyebabkan iritis Anda dan seberapa parahnya. Perawatan mungkin harus dilakukan dengan cepat untuk dapat mencegah kerusakan pada mata Anda.

Perawatan mungkin termasuk antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri pada mata, obat antivirus untuk mengobati infeksi mata karena virus, dan obat steroid untuk mengobati peradangan.

13. Glaukoma

American Academy of Ophthalmology merekomendasikan untuk segera memulai pengobatan jika Anda menderita glaukoma. Ini karena segera mendapatkan perawatan dapat menghentikan glaukoma menjadi lebih buruk.

Dokter akan memeriksa glaukoma dan masalah mata lainnya pada mata Anda. Setelah itu, dokter akan menggunakan beberapa jenis pengobatan untuk glaukoma, termasuk obat-obatan (biasanya obat tetes mata), pengobatan laser, dan pembedahan.

Konsultasikan dengan dokter Anda segera jika Anda mengalami gejala yang lebih parah seperti kehilangan penglihatan, sakit kepala parah, radang folikel atau bulu mata kelopak mata, dan kemerahan parah pada mata. Anda juga harus menemui dokter jika gejala tidak mereda dalam waktu 48 jam atau pengobatan rumahan tidak efektif dan nyeri semakin parah.

Mata Perih Saat Bangun Tidur

Ada banyak kelainan mata. Selain mata merah dan terasa ada sesuatu yang menempel di dalamnya, mata Anda juga bisa mengalami kekeringan. Biasanya bola mata akan terus mendapat suplai cairan dari kelenjar air mata untuk mengurangi gesekan. Sayangnya, entah kenapa mata menjadi sangat kering, terutama saat bangun tidur.

Mata Perih Saat Bangun Tidur

Apa penyebab mata kering yang begitu menyebalkan setelah bangun tidur? Apakah ini lumrah atau adakah gangguan lain yang jauh lebih serius?

Penyebab Umum Mata Kering

Mata kering bisa disebabkan oleh beberapa alasan berikut. Anda bisa mengalami satu atau lebih gangguan, yang bisa membuat mata sangat kering dan tidak nyaman.

Produksi air mata oleh kelenjar di tepi kelopak mata tidak berjalan mulus. Akibatnya, mata mengalami dehidrasi dan akhirnya terus mengering.

Jika terjadi iritasi pada kelopak mata seperti kelopak mata terkulai terlalu banyak atau kelopak mata atas bermasalah dengan tampilan, mata tidak akan terlindungi. Dampaknya, mata akan menjadi kering dan perih.

Produksi air mata dan pelumasan oleh kelenjar tidak berjalan dengan baik. Kualitasnya sangat buruk sehingga mata akan sering mengalami nyeri dan tidak nyaman meski masih berair.

Kuantitas air mata lebih rendah. Bahkan saat menangis, cairan yang dihasilkan kelenjar tidak terlalu banyak.

Penyebab mata kering setelah bangun tidur Mata kering setelah bangun tidur bisa disebabkan oleh beberapa hal spesifik di bawah ini.

1. Lagophthalmos Nokturnal

Lagophthalmos nokturnal adalah suatu kondisi yang menyebabkan kelopak mata tidak menutup dengan baik saat tidur. Saat kita tidur, kelopak mata atas harus ditarik ke bawah dengan sempurna.

Karena beberapa sebab, kelopak mata tidak bisa ditutup dengan baik sehingga dalam semalam ada celah yang membuat mata kering.

Penyebab utama lagophthalmos nokturnal adalah gangguan pada saraf wajah. Selain itu, ketujuh saraf kranial yang terganggu juga menyebabkan beberapa bagian wajah, termasuk kelopak mata, tidak berfungsi dengan baik.

Menurunnya kualitas saraf dan otot di mata juga disebabkan oleh trauma pada rahang dan tengkorak. Gangguan pada arteri serebelar yang mensuplai darah ke saraf wajah juga menyebabkan kelemahan. Terakhir, Bell’s palsy juga menyebabkan wajah mengalami kelemahan saraf secara tiba-tiba.

Baca juga :   Ciri-Ciri Mata Minus Berkurang Mata Kita Menjadi Lebih Sehat

2. Kualitas Air Mata

Kualitas air mata yang menurun bisa disebabkan oleh banyak hal. Hal yang paling umum adalah terkulai dari banyak lapisan mata. Lapisan air mata ini yang terdiri dari lapisan lendir, air, dan juga minyak.

Lapisan air akan mencegah permukaan mata mengering sedangkan lapisan minyak mencegah air menguap. Lapisan terakhir lendir akan memudahkan mata untuk bergerak dan mengurangi gesekan dengan kelopak mata.

Jika ketiga lapisan ini terganggu, kemungkinan besar akan menyebabkan masalah pada kualitas air mata serta volume. Gesekan tersebut akan semakin sering terjadi dan menyebabkan area kornea mengalami guratan dan bagian yang berwarna putih menjadi merah.

3. Kondisi Fisik Dan Medis Tertentu

Penyebab terakhir yang menyebabkan mata kering setelah bangun tidur adalah masalah fisik dan medis. Seseorang yang berusia di atas 65 tahun lebih rentan mengalami mata kering dibandingkan mereka yang masih muda.

Selain itu, ada beberapa jenis obat juga yang memiliki efek menyebabkan mata kering. Antidepresan dan obat tekanan darah tinggi juga dapat memiliki efek ini. Selain itu, untuk kondisi medis, seseorang dengan gangguan tiroid, diabetes, dan artritis juga bisa mengalami mata kering saat bangun tidur.

Yang harus dilakukan jika mata Anda kering setelah bangun tidur sebaiknya jangan langsung memberikan pengobatan seperti obat tetes mata dengan obat tetes mata atau sejenisnya. Lakukan observasi dulu.

Selanjutnya jika terjadi masalah, Anda bisa segera datang ke dokter mata untuk mengecek kondisi mata saat ini. Jika kondisinya kurang baik, biasanya akan diberikan obat untuk dioleskan pada mata atau diminum. Oh ya, karena masalah mata kering ini juga disebabkan oleh banyak hal seperti gangguan saraf pada wajah, pemeriksaan ini juga wajib dilakukan.

Percuma mengobati gejala jika mata akan tetap kering pada akhirnya. Pertama-tama dokter akan membunuh penyebabnya dan kemudian memberikan diagnosis yang tepat.

Pengobatan Alami Untuk Mengobati Mata Kering Jika sudah tidak tahan dengan mata kering dan ingin meredakan gejalanya, Anda bisa melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Kompres Dengan Air Hangat

Gunakan kain bersih yang dibasahi air hangat.

Letakkan di kelopak mata dan berikan tekanan lembut. Lakukan ini beberapa kali sehari selama 1-2 minggu.
Bersihkan tutup atas dan bawah. Pastikan area tersebut tidak meradang agar bagian dalam mata selalu terlindungi.

  • Minum air putih secukupnya sebanyak 2-2,5 liter atau 8-10 gelas.

Pastikan tubuh terhidrasi agar air mata bisa diproduksi dalam jumlah banyak dan berkualitas.

  • Gunakan alat untuk mengatur kelembaban ruangan.

Dengan alat ini, mata tidak akan mengalami kekeringan. Berikut ini beberapa ulasan tentang cara mengatasi mata kering yang terjadi setelah bangun tidur beserta penyebabnya.

Nah, dari beberapa penyebab mata kering setelah bangun tidur di atas, pernahkah Anda mengalami hal-hal sebelumnya? Semoga setelah membaca ulasan di atas semakin paham tentang gangguan mata kering dan penanganannya ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *