Sakit Kepala Sampai Ke Mata Dan Nyeri Yang Sangat Menusuk

Hampir setiap orang pernah mengalami sakit kepala atau pegal di kepala yang menjalar hingga ke bagian belakang mata. Lantas, apa saja kemungkinan penyebab sakit kepala sampai ke mata.

Penyebab Sakit Kepala Hingga Bagian Belakang Mata

Penyebab Sakit Kepala Hingga Bagian Belakang Mata

Sakit kepala umum yang Anda rasakan biasanya berkisar dari area pelipis, dahi, pangkal leher, dan bahkan mungkin di bagian belakang mata. Pada beberapa kasus nyeri akibat sakit kepala bisa terjadi pada salah satu atau kedua sisi mata, yang membuat mata terasa berdenyut-denyut, terasa sesak, panas, perih, dan nyeri yang sangat menusuk.

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sakit kepala pada mata, yaitu:

Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala yang disebabkan oleh interaksi impuls saraf yang tidak normal dan pelepasan senyawa kimia yang mengganggu beberapa bagian otak.

Gejala yang muncul saat migrain terjadi antara lain:

  • Sakit kepala yang menjalar ke area mata sehingga mata terasa sakit
  • Mual dan muntah
  • Peka terhadap cahaya, bau, dan kebisingan
  • Pusing akibat penglihatan kabur dan munculnya bintik terang di bidang penglihatan

Sakit kepala dan mata serta pusing adalah gejala migrain yang paling umum terjadi, namun setiap orang bisa merasakan gejala yang berbeda. Mereka dapat mengalami hanya satu gejala atau bahkan lebih pada saat yang bersamaan.

Gejala lain yang jarang terjadi pada kasus migrain yang menyebabkan sakit kepala pada mata adalah ketidakmampuan berbicara sementara dan sensasi nyeri seperti ditusuk di sekitar lengan atau kaki.

Untuk mengurangi gejalanya, Anda bisa mengonsumsi obat parasetamol, menghindari stres, memperbaiki pola tidur, serta menghindari rokok dan alkohol.

Disfungsi Penglihatan Binokuler (BVD)

Otot mata berperan penting dalam menyampaikan sinyal visual untuk diterjemahkan oleh otak sebagai gambar yang Anda lihat.

Disfungsi penglihatan binokular adalah suatu kondisi yang menyebabkan ketegangan pada otot-otot ini. Akibatnya salah satu otot mata yang menjadi terlalu rendah atau terlalu tinggi dan kondisi ini yang dapat menyebabkan sakit kepala sampai ke mata.

Ketegangan otot ini disebabkan adanya masalah koordinasi antara sistem telinga bagian dalam (vestibular) dan sistem penglihatan mata, sehingga citra yang dihasilkan tidak tepat terpusat pada retina di belakang mata.

Gejala umum berupa sakit kepala dan mata berdenyut-denyut, disertai pusing, mual, dan kecemasan. Gejala tambahan yang terkait dengan BVD meliputi:

  • Sakit di wajah, sakit leher dan sakit punggung
  • Kehilangan keseimbangan dan koordinasi serta mual
  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan kabur, penglihatan ganda, terlalu sensitif terhadap cahaya
  • Kesulitan konsentrasi, kesulitan membaca, dan pemahaman membaca.

Sakit Kepala Tipe Tegang

Juga dikenal sebagai sakit kepala tegang, jenis sakit kepala ini adalah bentuk yang paling umum. Apalagi, sakit kepala tipe tegang diklaim lebih sering terjadi pada wanita. Sakit kepala tegang juga menjadi salah satu penyebab sakit kepala hingga ke mata.

Jika hal ini terjadi, kepala terasa seperti ada sesuatu yang menekan dan juga ada yang menegang di daerah dahi dan mata yang bisa membuat Anda pusing. Namun, Anda tidak merasakan kepala Anda berdenyut-denyut.

Tak hanya itu, sakit kepala di belakang mata ini juga tergolong episodik dan bisa terjadi satu hingga dua kali dalam sebulan. Tidak hanya sakit mata, gejala lainnya termasuk:

  • Sakit kepala yang terasa kusam
  • Sakit dan nyeri pada leher dan dahi

Sakit Kepala Sebelah

Sakit kepala samping juga dikenal sebagai sakit kepala cluster. Tidak seperti sakit kepala karena tegang, Anda bisa merasakan serangkaian nyeri yang singkat, tetapi cukup menyakitkan. Berlangsung selama 15 menit hingga satu jam, itu juga menjadi penyebab sakit kepala pada mata.

Baca juga :   Penyebab Mata Merah Pada Anak Yang Perlu Bunda ketahui

Anda akan merasakan sakit kepala perih, perih, dan menusuk di bagian depan dan belakang salah satu mata. Gejala lain yang bisa dirasakan:

  • Kemerahan pada area mata.
  • Mata menjadi bengkak.
  • Keluarnya air mata cukup berlebihan.

Mata Yang Terasa Lelah

Mata Yang Terasa Lelah

Mata lelah atau mata tegang juga bisa menyebabkan sakit kepala pada mata. Terlalu lama menatap layar saat Anda bekerja dapat menyebabkan sakit kepala dan mata yang menjadi lebih kencang dari biasanya.

Tak hanya itu, ternyata juga bisa menyebabkan nyeri di belakang mata serta sedikit pusing. Gejala lain yang bisa dirasakan adalah penglihatan yang agak kabur.

Sinusitis

Kondisi ini merupakan peradangan atau penyumbatan di area sinus yang juga bisa menyebabkan sakit kepala pada mata. Saat sinusitis terjadi, ada tekanan yang bisa dirasakan dan menyebabkan nyeri pada bola mata serta bagian belakang mata Anda. Nyeri juga bisa dirasakan di kepala, dahi, dan pipi, yang ditambahkan ke tekanan.

Gejalanya mirip dengan gejala penyakit serius lainnya

Migrain dan BVD adalah dua kondisi yang dapat menyebabkan sakit kepala pada mata dan pusing pada saat yang bersamaan.

Namun, gejala-gejala ini sekilas juga sangat mirip dengan beberapa penyakit lain yang lebih serius, seperti:

  • Vertigo
  • Dan stroke.

Jadi, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang tepat jika kondisi Anda tidak kunjung sembuh setelah dirawat di rumah atau semakin parah.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Pada Mata

Sama seperti saat Anda mengalami sakit kepala, penyebab sakit kepala yang sampai ke mata bisa diatasi dengan obat pereda nyeri atau obat antiradang.

 

Jika memang masih sakit kepala di belakang mata yang tidak terlalu parah, hal ini bisa membuat rasa sakitnya cepat hilang. Namun jika tekanan semakin parah dan timbul gejala lain, sebaiknya segera kunjungi dokter.

Jika Anda ingin mengatasi rasa sakit dengan pereda nyeri yang dijual bebas, Anda dapat mencoba ibuprofen atau aspirin. Jika penyebabnya adalah sinusitis, maka obat yang bisa Anda konsumsi adalah antibiotik atau obat semprot hidung.

Namun, perhatikan kembali dosis yang dianjurkan agar Anda tidak mengkonsumsinya terlalu banyak, yang dapat menyebabkan sakit kepala jenis lainnya.

Sakit Kepala Di Sekitar Mata Dan Dahi

Sakit kepala depan tidak boleh dianggap enteng. Sakit kepala ini bisa terjadi akibat ketegangan di kepala, sakit kepala cluster, hingga ketegangan pada mata.

Sakit Kepala Di Sekitar Mata Dan Dahi

Pernahkah Anda mengalami sakit kepala di bagian depan? Sakit kepala ini adalah nyeri yang muncul di dahi dan pelipis.

Kondisi ini umumnya merupakan gejala sakit kepala jenis lain. Timbulnya gejala-gejala tersebut bisa dipicu oleh beberapa hal. Agar dapat ditangani dengan baik dan tidak terus mengganggu Anda, Anda perlu mengidentifikasi penyebab utamanya terlebih dahulu.

Pemicu Sakit Kepala Depan

Berikut ini adalah penyebab sakit kepala depan yang paling menyebalkan:

1. Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala cluster jarang terjadi, tetapi bisa sangat menyakitkan. Umumnya, gejala muncul di satu sisi kepala dan terkonsentrasi di sekitar mata, pelipis, atau dahi.

Sakit kepala jenis ini juga sering muncul tiba-tiba dan bisa berlangsung berjam-jam. Selain sakit kepala bagian depan, gejala sakit kepala cluster dapat berupa hidung berair atau tersumbat, gelisah, dan mata berair atau bengkak.

Periode sakit kepala cluster dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan, kemudian hilang sama sekali. Periode tanpa sakit kepala ini disebut periode remisi.

Selama masa remisi, sakit kepala tidak muncul selama berbulan-bulan dan terkadang bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Baca juga :   Kelopak Mata Bawah Bengkak Dan Beberapa penyebabnya

Tidak pasti apa yang menyebabkan sakit kepala cluster. Para ahli menduga faktor keturunan, konsumsi alkohol, dan kebiasaan merokok sebagai faktor fisik.

Cara mengatasi sakit kepala cluster dapat dilakukan dengan berbagai cara, di antaranya dengan konsumsi obat-obatan (seperti sumatriptan, calcium-channel blocker, kortikosteroid, melatonin, dan lithium) hingga terapi oksigen.

2. Sakit Kepala Akibat Sinusitis

Pembengkakan pada sinus bisa memicu sakit kepala anterior. Dahi, pipi, dan mata juga bisa terasa sakit saat disentuh. Selain itu, gejala lainnya bisa berupa nyeri tumpul dan berdenyut-denyut, sakit kepala saat digerakkan, pilek atau tersumbat, demam, dan sakit gigi.

Mengatasi sakit kepala akibat sinusisme tentunya harus dilakukan dengan cara mengobati infeksi sinus itu sendiri. Pengobatan sinusitis tergantung pada penyebabnya. Berikut penjelasannya:
Jika disebabkan oleh pilek atau flu, Anda dapat menggunakan dekongestan dan pereda nyeri (misalnya, ibuprofen atau parasetamol).

Jika infeksi bakteri adalah pemicunya, Anda harus menemui dokter untuk mendapatkan antibiotik.
Jika sinutisis terjadi karena alergi, kondisi ini bisa diobati dengan mengonsumsi obat antihistamin.
Jika sinusitis Anda berlangsung selama lebih dari seminggu atau jika gejala Anda semakin parah, konsultasikan dengan dokter Anda.

3. Sakit Kepala Tegang

Sakit kepala tegang adalah jenis sakit kepala yang dialami kebanyakan orang. Gejalanya meliputi:

  • Sensasi nyeri seperti menekan kepala seolah-olah kepala diikat dengan tali.
  • Nyeri dimulai di dahi, pelipis, hingga bagian belakang mata.
  • Nyeri itu tumpul, bagaimanapun dan terus berlanjut di seluruh kepala.
  • Kulit di sekitar kepala, wajah, leher, dan bahu yang nyeri saat disentuh.

Stres, gangguan kecemasan, dan depresi adalah penyebab paling umum dari sakit kepala. Terkadang, sakit kepala ini juga bisa muncul karena kelelahan, postur tubuh yang buruk, atau gangguan pada otot dan tulang leher.

Mengatasi sakit kepala tegang bisa Anda lakukan secara alami atau dengan pengobatan. Misalnya:

  • Menempelkan kompres hangat di dahi atau leher,
  • Melakukan terapi pijat,
  • Dan mengonsumsi pereda nyeri (seperti ibuprofen, parasetamol, atau aspirin).

Namun, jika Anda mengalami sakit kepala tegang lebih dari 15 kali dalam sebulan, ini berarti sakit kepala Anda tergolong kronis dan harus memeriksakan diri ke dokter. Lihat juga : Pusing Di Mata Seringkali Terjadi Karena Berbagai Faktor

4. Ketegangan Mata

Ketegangan mata juga bisa menyebabkan sakit kepala bagian depan. Ketegangan mata sering kali dipicu oleh mata silindris atau silindris, membaca dan menggunakan gadget tanpa istirahat, stres, dan postur tubuh yang buruk.

Anda dapat mengatasi ketegangan mata dengan cara sederhana berikut ini:

  • Istirahatkan mata Anda secara berkala dari layar perangkat.
  • Latih postur duduk yang baik.
  • Lakukan latihan peregangan leher, lengan, dan punggung.
  • Pasang filter anti-silau untuk layar komputer atau laptop.

Jika Anda menduga sakit kepala Anda disebabkan oleh ketegangan mata, segera temui dokter mata. Alasannya mungkin karena Anda memerlukan kacamata atau lensa kontak untuk merawat mata silinder.

5. Arteritis Sel Raksasa Atau Giant Cell Arteritis

Arteritis sel raksasa adalah peradangan pada pembuluh darah di kepala. Akibatnya, sakit kepala yang parah dan berulang bisa terjadi di sekitar pelipis.

Selain sakit kepala, gejala penyakit ini antara lain nyeri saat mengunyah atau berbicara, gangguan penglihatan, penurunan berat badan, nyeri otot, kelelahan, dan depresi.

Giant cell arteritis adalah kondisi serius yang harus ditangani dokter secepat mungkin. Umumnya dokter akan meresepkan obat kortikosteroid, seperti prednisolon.

6. Sakit Kepala Setelah Makan Es Krim / Minuman Dingin

Menurut para ahli, sakit kepala setelah mengonsumsi es krim atau minuman dingin umumnya terjadi karena kepala Anda tiba-tiba terkena flu atau karena sesuatu yang dingin bergerak melintasi atap mulut dan bagian belakang tenggorokan Anda.

Baca juga :   Penyakit Mata Menular Ternyata Disebabkan oleh Virus

Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk kondisi ini. Tidak ada yang yakin apa yang menyebabkan rasa sakit itu muncul, tetapi diperkirakan bahwa kombinasi dari stimulasi langsung dari saraf yang sensitif terhadap suhu.

Bagaimana Mencegah Sakit Kepala Di Depan

Bagaimana Mencegah Sakit Kepala Di Depan

Sakit kepala depan dapat diobati dengan berbagai cara, termasuk:

  • Cukup tidur

Usahakan memiliki pola tidur yang teratur. Hindari begadang dan usahakan tidur 6-8 jam setiap malam.

  • Aktif secara fisik

Aktif secara fisik dapat menjadi cara yang sangat efektif untuk mencegah sakit kepala bagian depan. Cobalah berolahraga secara teratur beberapa kali dalam seminggu, untuk menjaga kebugaran tubuh.

  • Pertahankan postur tubuh

Duduk tegak dan pastikan punggung bawah Anda dalam posisi yang nyaman. Selain itu, hindari duduk terlalu lama dan sesekali berdiri untuk melakukan peregangan.

  • Jangan minum terlalu banyak kafein!

Mengkonsumsi kafein secara berlebihan bisa menyebabkan sakit kepala di kepala. Namun, jika Anda memang sering minum kafein, jangan berhenti tiba-tiba. Sebab, bisa juga menyebabkan sakit kepala. Cobalah untuk mengurangi porsi kafein secara perlahan.

  • Minumlah air secara teratur

Saat tubuh kekurangan cairan, dehidrasi bisa datang. Dehidrasi inilah yang kemudian bisa menyebabkan sakit kepala di bagian depan.

Secara umum, sakit kepala bagian depan bisa dirawat di rumah. Misalnya dengan mengoleskan kompres hangat, melakukan teknik relaksasi, istirahat cukup, pijat, dan minum obat pereda nyeri.

Namun meski terdengar sepele, kondisi ini juga bisa menandakan berbagai masalah kesehatan. Jika rasa sakit terus berlanjut atau semakin parah meskipun Anda telah mengambil langkah pengobatan, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter. Dengan demikian, penyebabnya dapat diidentifikasi dengan pasti dan pengobatan yang tepat dapat diperoleh.

Mata Pusing

Pusing yang biasa terjadi di belakang mata merupakan hal biasa yang menyerang semua orang. Ketidaknyamanan tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain lensa dan kornea mata yang tidak berfungsi dengan baik sehingga bayangan yang dibentuk mata tidak fokus pada retina. Hal ini menyebabkan tekanan berlebihan pada otot mata yang menyebabkan nyeri atau pusing.

Mata Pusing

Selain hal di atas, sakit mata juga bisa dipicu oleh faktor-faktor berikut:

  • Kurang istirahat
  • Stres berlebih
  • Astigmatisme (mata silinder, dimana untuk melihat objek yang tampak kabur dari sudut tertentu, akan cenderung menyipit dan menimbulkan ketegangan pada otot).
  • Presbiopia (mata lama karena gaya akomodasi lensa mata tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya lensa mata tidak dapat memfokuskan cahaya ke titik kuning dengan tepat sehingga mata tidak dapat melihat jauh atau dekat)
  • Terlalu lama membaca dan bermain di komputer
  • Ukuran kacamata baca dan lensa kontak salah

Sakit kepala yang menyebabkan nyeri hebat di belakang mata juga bisa disertai dengan sensasi terbakar di salah satu sisi hidung dan nyeri menusuk di belakang mata yang bisa berlangsung selama beberapa minggu akibat masalah pada pembuluh darah di kepala.

Cara mengatasi ketegangan ini adalah dengan istirahat yang cukup, terapi pijat dan akupunktur, serta minum obat pereda nyeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *