Cacat Mata Hipermetropi Dan Cara Mengobati Hipermetropi

  • Rendi Sihombing
  • Feb 12, 2021
Cacat Mata Hipermetropi

Hipermetropi atau rabun dekat adalah suatu kondisi ketika Anda tidak dapat melihat objek yang dekat dengan jelas. Ini adalah kondisi kebalikan dari rabun jauh atau mata minus.

Pada beberapa kasus hipermetropi parah, penderitanya hanya bisa melihat benda yang jaraknya sangat jauh. Rabun dekat biasanya terjadi dalam keluarga. Gejala hipermetropi mirip dengan presbiopia pada orang tua.

Anda bisa mengatasi rabun dekat dengan memakai kacamata atau lensa kontak plus. Pilihan lain yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kondisi mata plus ini adalah operasi.

Cacat Mata Hipermetropi

Seberapa Umum Kondisi Ini?

Hipermetropi adalah kelainan refraksi mata yang umum. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dari segala usia, tetapi biasanya muncul sejak masa kanak-kanak.

Rabun dekat dapat membaik seiring bertambahnya usia atau dengan mengurangi faktor risiko. Bicaralah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda Dan Gejala

Dalam kasus hipermetropi, optik pada mata manusia terlalu lemah, memaksa otot mata Anda bekerja lebih keras untuk melihat dengan jelas. Pasien dengan rabun dekat ringan mungkin tidak mengalami gejala apapun.

Namun, Anda juga bisa merasakan ciri-ciri rabun dekat, seperti:

  • Objek di sekitar tampak kabur
  • Nyeri di sekitar mata atau mata lelah
  • Gelisah dan lelah
  • Perlu menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas
  • Sakit kepala atau pusing setelah membaca
  • Beberapa anak dapat mengembangkan strasbismus (mata juling).

Sebagian besar anak yang mengalami rabun dekat tidak mengalami gejala seperti penglihatan kabur. Selama rabun dekat tidak terlalu parah, anak masih bisa melihat benda jauh dan dekat dengan jelas.

Kapan Anda Harus Ke Dokter?

Jika Anda memiliki ciri-ciri rabun dekat seperti di atas atau jika kondisi hipermetropi mengganggu aktivitas Anda, konsultasikan ke dokter mata. Tes mata rutin juga disarankan jika Anda memiliki masalah dengan penglihatan Anda.

Apa Penyebab Rabun Dekat (Hipermetropi)?

Agar mata dapat melihat, sinar cahaya harus dibelokkan atau dibiaskan oleh selaput air mata, kornea, dan lensa agar dapat fokus dan jatuh tepat di retina.

Retina menerima bentuk gambar dari cahaya ini dan mengirimkannya ke otak melalui saraf optik.

Menurut American Optometric Association, penyebab rabun dekat dapat terjadi karena:

  • Mata terlalu pendek dan kornea tidak terlalu melengkung.
  • Lensa terletak jauh di belakang mata daripada di mata normal.
  • Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi medis lain, seperti retinopati atau tumor mata, adalah penyebab hipermetropi.
  • Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengembangkan kondisi ini?

Ada banyak faktor risiko hipermetropi (rabun dekat), beberapa di antaranya adalah:

  • Keturunan
  • Menderita retinopati atau tumor mata.
  • Komplikasi hipermetropik

Tak hanya komplikasi penyakit, rabun dekat juga bisa berdampak pada keseharian Anda, seperti:

1. Mata Juling

Mata Juling

Beberapa anak dengan kondisi hipermetropik dapat mengalami mata juling. Biasanya, kacamata yang dirancang untuk mengoreksi hipermetropi juga dapat mengatasi masalah ini.

2. Kurangi Kualitas Hidup Anda

Kondisi mata plus ini bisa mempengaruhi kualitas hidup Anda. Anda mungkin tidak dapat melakukan pekerjaan sebaik yang Anda harapkan.

Penglihatan Anda yang terbatas karena rabun dekat juga dapat mengganggu kenikmatan Anda dalam beraktivitas sehari-hari.

3. Mata Lelah

Hipermetropi dapat menyebabkan kelelahan mata dengan mempertahankan fokus. Itu juga bisa membuat Anda sakit kepala.

4. Keamanan Terganggu

Keamanan diri Anda dan orang lain mungkin terganggu jika Anda memiliki masalah penglihatan dekat.

Ini bisa menjadi masalah serius saat Anda melakukan aktivitas, seperti mengemudi dan menjalankan alat berat.

Bagaimana Hipermetropi (Rabun Dekat) Didiagnosis?

Bagaimana Hipermetropi (Rabun Dekat) Didiagnosis?

Hipermetropi didiagnosis melalui pemeriksaan refraksi mata. Dokter akan menanyakan tentang penglihatan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik.

American Academy of Opthalmology merekomendasikan tes mata rutin yang sesuai usia untuk menguji penglihatan Anda, termasuk:

Dewasa

Jika Anda berisiko tinggi terkena penyakit mata, seperti glaukoma, Anda disarankan untuk melakukan tes mata setiap satu atau dua tahun, dimulai pada usia 40 tahun.

Jika Anda tidak memakai kacamata atau lensa kontak, tidak mengalami gejala masalah mata, termasuk hipermetropi (rabun dekat), dan berisiko rendah terkena penyakit mata, seperti glaukoma, lakukan tes mata berikut:

  • Tes awal pada usia 40
  • Setiap satu hingga empat tahun antara usia 40 dan 54 tahun
  • Setiap satu hingga tiga tahun di antara usia 55 sampai 64 tahun
  • Setiap satu atau dua tahun di awal usia 65 tahun

Jika Anda memakai kacamata atau lensa kontak atau memiliki masalah medis yang dapat mempengaruhi mata Anda, seperti diabetes, Anda akan menjalani tes mata secara teratur. Tanyakan kepada dokter Anda kapan Anda harus menjalani tes mata.

Jika Anda melihat beberapa masalah penglihatan, jadwalkan janji dengan dokter Anda sesegera mungkin. Penglihatan kabur, misalnya, mungkin merupakan pertanda masalah kesehatan lainnya.

Anak-Anak Dan Remaja

Tes mata pada anak akan dilakukan oleh dokter spesialis anak atau seseorang yang sudah terlatih untuk melakukan tes tersebut pada usia 6 bulan, 3 tahun, dan sebelum masuk sekolah.

Tes mata setiap dua tahun setelah masa sekolah juga diperlukan sebagai tindakan pencegahan.

Ada beberapa jenis dokter spesialis mata yang bisa Anda hubungi, sesuai dengan keahliannya. Berikut daftarnya:

Ahli Mata

Seorang dokter mata adalah seorang dokter mata. Ahli mata terlatih untuk menangani evaluasi mata, meresepkan lensa korektif, mendiagnosis dan mengobati gangguan mata yang umum dan kompleks. Dokter ini juga berwenang melakukan operasi mata.

Optometri

Dokter mata memiliki gelar dokter mata. Para dokter ini dilatih untuk memberikan evaluasi mata yang lengkap, meresepkan lensa korektif, dan mendiagnosis serta mengobati gangguan mata yang umum.

Ahli Kacamata Atau Dokter Mata

Optician adalah dokter mata yang membantu menentukan kacamata atau lensa kontak yang tepat untuk pasien, sesuai resep dari dokter mata. Dokter mata tidak terlatih untuk mendiagnosis atau mengobati penyakit mata.

Pengobatan

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU berkonsultasi dengan dokter Anda.

Bagaimana Cara Mengobati Hipermetropi (Rabun Dekat)?

Hipermetropi pada anak tidak memerlukan perawatan khusus karena matanya masih fleksibel dan lensa matanya akan membaik seiring bertambahnya usia.

Untuk orang dewasa, cara termudah untuk mengatasi hipermetropi (rabun dekat) adalah dengan menggunakan lensa kontak atau kacamata untuk mengatur penglihatan.

Beberapa prosedur medis juga dapat dilakukan untuk mengatasi rabun dekat, di antaranya:

  • Menggunakan kacamata plus
  • Penggunaan lensa kontak (softlens, hard lens, spherical, toric, multifocal, atau monovision design)
  • Bedah refraktif, seperti LASIK, atau bahkan photorefractive keratectomy (PRK)

Bagaimana Mencegah Rabun Dekat Semakin Parah

Bagaimana Mencegah Rabun Dekat Semakin Parah

Hipermetropi (rabun dekat) tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat membantu melindungi mata dan penglihatan Anda dengan tips berikut:

  • Lakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan mata Anda.
  • Jaga kondisi kronis Anda. Kondisi kronis, termasuk diabetes atau hipertensi, karena bisa memengaruhi penglihatan Anda.
  • Lindungi mata Anda dari paparan sinar matahari dengan memakai kacamata anti radiasi.
  • Hindari cedera pada mata anda dengan memakai pelindung mata saat beraktivitas.
  • Makan makanan bergizi untuk kesehatan mata, seperti ikan salmon, tuna, sayuran hijau, dan buah-buahan.
  • Jangan merokok.
  • Kenakan lensa yang tepat.
  • Gunakan pencahayaan yang bagus.
  • Tenangkan mata yang lelah dengan mengalihkan pandangan dari komputer atau pekerjaan apa pun, termasuk membaca.

Beri tahu dokter Anda segera ketika Anda mengalami gejala apa pun, seperti kehilangan penglihatan pada satu mata dengan atau tanpa rasa sakit, penglihatan ganda, atau ketika Anda melihat lingkaran cahaya atau lingkaran hitam yang dipantulkan dalam cahaya. Kondisi ini bisa jadi pertanda kondisi kesehatan mata yang serius.

Jus Buah Untuk Mata Rabun Dekat

Jika mata rabun dekat, jarak pandang dibatasi. Solusinya tidak lain dengan memakai kacamata. Selain itu, kita juga bisa menjaga kesehatan mata kita yaitu dengan mengonsumsi jus buah. Agar tidak menambah rabun lagi, teruslah minum jus buah secara rutin. Rasanya enak, membuat mata Anda tetap terjaga.

1. Jus Bit Dari Bit Merah

Jus Bit Dari Bit Merah

Bit merah banyak mengandung antioksidan dan juga zat besi. Kedua zat tersebut sangat baik untuk menjaga kesehatan mata.

2. Jus Melon, Segar Dan Menjaga Kesehatan Mata

Jus Melon, Segar Dan Menjaga Kesehatan Mata

Melon yang merupakan salah satu jenis buah yang kaya akan manfaat. Melon yang dapat mencegah kanker dan juga serangan jantung. Selain itu melon juga dapat menjaga kesehatan mata kita karena mengandung vitamin A.

3. Jus Alpukat

Jus Alpukat

Kandungan lutein yang tinggi pada buah alpukat membuatnya cocok dikonsumsi oleh mereka yang memiliki mata minus. Selain itu, dengan kita mengonsumsi jus alpukat, penyerapan nutrisi akan terbantu. Nutrisi seperti alfa karoten dan beta karoten akan diserap tubuh dengan optimal. Kedua nutrisi tersebut sangat baik untuk mata.

4. Buah Kiwi

Buah Kiwi

Jus dari buah kiwi tidak kalah efektifnya, Buah kiwi hijau yang mengandung lutein dan karotenoid yang cukup untuk menyehatkan mata kita. Hal ini membuat buah yang berbulu ini cocok untuk dikonsumsi oleh mereka yang menderita mata minus. Sayangnya banyak yang tidak menyukainya karena kiwi memiliki rasa yang agak asam dan harganya yang dipatok lebih mahal dari buah lokal lainnya.

5. Jus Pisang Bisa Mengenyangkan Sekaligus Mengontrol Kesehatan Mata

Jus Pisang Bisa Mengenyangkan Sekaligus Mengontrol Kesehatan Mata

Pisang adalah buah di segala musim. Tak perlu menunggu waktu terlalu lama, karena pisang muncul tanpa ada mengenal musim. Kita bisa mendapatkannya dengan mudah.

6. Kaya Vitamin C dan A, Siapa Yang Meragukan Khasiat Tomat?

Kaya Vitamin C dan A, Siapa Yang Meragukan Khasiat Tomat?

Tomat tidak hanya bagus untuk saus sambal, tetapi juga enak untuk dibuat jus. Selain mantap, jus tomat juga dapat menjaga kesehatan mata kita karena tomat mengandung vitamin A.

7. Jus Wortel

Jus Wortel

Jus wortel juga dapat membantu kita menjaga kesehatan mata. Kandungan vitamin A yang tinggi yang terdapat pada wortel dapat mencerahkan dan menyegarkan penglihatan kita.

8. Jus Delima

Jus Delima

Jus delima. Jus ini juga sangat baik untuk dikonsumsi oleh pemilik mata minus. Pasalnya, buah delima mengandung vitamin A.

Bagi Anda yang memiliki hipermetropi, Anda bisa mulai mencoba mengonsumsi jus di atas. Jika merasa bosan, Anda bisa memadukannya. Ingat, konsumsilah secara rutin agar dapat menjaga kesehatan mata menjadi lebih sehat.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *