Gambar Soflen Mata Dan Merk Softlens Yang Berbahaya

Anda pasti pernah mendengar merk Exoticon dan serinya seperti X2 dan Ice. Ada juga FreshKon, EOS, dan sebagainya. Dengan banyaknya jenis dan merk softlens warna, wajar saja jika Anda mungkin bingung harus membuat apa, bukan?

Kali ini, kami akan memberikan tips memilih lensa warna, Anda bisa menggunakan softlens berwarna cantik tanpa merusak kesehatan mata Anda.

Gambar Soflen Mata

Bagaimana Memilih Lensa Kontak Warna

Lensa kontak warna kini sering digunakan oleh banyak orang sebagai pelengkap fashion. Namun, selain untuk memperhatikan desain, Anda juga harus memastikan bahwa lensa kontak tersebut aman saat anda gunakan.

Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini sebelum membeli lensa kontak berwarna. Yuk, simak hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan!

Pilih Berdasarkan Masa Berlaku Penggunaan

Softlens tidak bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama sehingga perlu diperhatikan masa berlaku penggunaannya. Biasanya masa berlaku lensa kontak adalah:

  • Satu hari
  • Dua minggu
  • Satu bulan
  • Bahkan hingga 6 bulan.

Bagi Anda yang tidak terlalu sering menggunakan lensa, kami merekomendasikan lensa dengan validitas satu hari. Lensa kontak yang masa berlakunya satu hari lebih higienis sehingga kesehatan mata Andapun tetap terjaga.

Jika Anda yang memilih lensa kontak dengan masa berlaku 2 minggu atau bahkan lebih, Maka Anda perlu memperhatikan perawatannya. Anda perlu membersihkan lensa kontak dengan benar di setiap penggunaan. Masa berlaku penggunaan lensa kontak mempengaruhi harga.

Softlens yang masa pakainya 2 minggu atau lebih maka memiliki harga yang lebih murah dibandingkan lensa yang sekali pakai.

Periksa Lekukan Dan Kadar Air Agar Lebih Aman Digunakan

Berikut kami akan tunjukkan beberapa poin yang harus Anda perhatikan agar tetap aman saat menggunakan lensa kontak. Harap perhatikan setiap poin agar terhindar dari kesalahan saat menggunakan lensa kontak.

Sesuaikan Kurva Dasar (BC) Lensa Kontak Ke Mata Anda

Setiap jenis lensa kontak, baik lensa berwarna maupun bening, memiliki kurva dasar (BC) yang mengikuti kurva bola mata. Setiap bentuk mata juga memiliki lekukan dasar yang berbeda dan hanya bisa diukur oleh dokter mata. Jadi, pastikan Anda mengukur lekukan dasar bola mata Anda di dokter mata sebelum anda memilih lensa kontak.

Lensa warna umumnya memiliki lekukan dasar dengan ukuran 8,6 hingga 8,8 milimeter. Jika ukuran lekukan alasnya kecil, maka akan terasa kencang saat dipakai di mata. Jadi, penting bagi Anda untuk memilih lensa kontak kurva dasar yang sesuai dengan ukuran mata Anda agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman.

Periksa Kadar Air Dan Sesuaikan Dengan Kondisi Mata

Kadar air pada lensa kontak merupakan indikator kemampuan lensa kontak dalam menyimpan air. Jika jenis mata Anda membutuhkan kadar air yang tinggi, pilih soft lens dengan kadar air 50% ke atas.

Anda yang baru ingin mencoba menggunakan softlens bisa memilih dengan kandungan air yang tinggi. Softlens dengan kadar air tinggi lebih mudah digunakan karena tidak cepat kering. Namun jenis ini banyak menyerap air mata sehingga sebaiknya tidak digunakan dalam waktu lama.

Baca juga :   Waspada, Inilah Penyakit Yang Mengancam Kesehatan Mata Anda

Jika mata Anda kering, pilih softlens dengan kadar air rendah. Ini karena jenis ini tidak banyak menyerap air mata. Namun, jangan terlalu sering menggunakannya karena bisa membuat mata Anda kekurangan oksigen.

Periksa Status Lisensi Dan Keamanan Merek Dagang Softlens

Periksa Status Lisensi Dan Keamanan Merek Dagang Softlens

Di Indonesia, lensa kontak tergolong alat kesehatan. Untuk menjamin keamanannya, distribusi lensa lunak juga perlu didaftarkan pada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Anda bisa mengecek perizinan produk soft lens di situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jika produk lensa kontak tidak terdaftar, Anda harus waspada karena lensa kontak belum diuji keamanannya.

Sesuaikan Warna Lensa Kontak Dengan Gambar Yang Ingin Anda Tampilkan

Anda harus memilih warna lensa kontak sesuai dengan gambar yang ingin ditampilkan dan lingkungan saat menggunakan lensa. Lensa kontak coklat adalah salah satu warna paling populer dan bagus untuk pergi ke sekolah atau bekerja.

Warna biru atau hijau cocok untuk kamu yang ingin tampil seperti blasteran. Pilih soft lens yang memiliki beberapa lapis warna agar terlihat lebih menyatu dengan warna mata aslinya. Warna-warna lembut seperti bworn gelap juga cocok untuk segala usia dari remaja hingga dewasa.

Perhatikan Diameter Warna Lensa Kontak

Pada setiap kemasan lensa kontak terdapat dua keterangan ukuran. Ukuran pertama adalah gambaran diameter lensa yang ditulis dengan kode DIA. Ukuran kedua adalah ukuran yang disebut diameter warna. Diameter lensa akan mempengaruhi kenyamanan dalam menggunakan lensa kontak.

Sedangkan diameter warna akan menentukan kesan yang muncul di mata Anda. Perbandingan ideal area hitam dan putih sebuah mata adalah 1 (putih): 2 (hitam): 1 (putih). Anda sebaiknya memilih lensa kontak yang mirip dengan rasio ini. Sayangnya produsen dan penjual jarang menyebutkan informasi mengenai diameter warna ini.

Anda bisa memilih lensa dengan diameter 14 milimeter jika Anda menginginkan lensa yang tidak terlalu pas dengan mata. Softlens dengan diameter 14,2 milimeter memberikan kesan natural dan soft lens dengan diameter 14,5 millimeter memberikan kesan tegas.

Warna diameter berukuran 13.1 milimeter ke bawah ini direkomendasikan bagi Anda yang menginginkan kesan natural seperti pupil aslinya. Jika Anda menginginkan sedikit efek pembesaran mata, Anda dapat menggunakan ukuran 13,5 milimeter.  Namun, jika ingin tampil seperti mata boneka, Anda bisa memilih ukuran mulai dari 13,6 milimeter.

Sesuaikan Ketebalan Lensa Kontak Dengan Jenis Kelopak Mata

Softlens memiliki dua jenis warna pembatas: warna terlihat buram dan warna terlihat berani. Pilih jenis warna tepi luar lensa sesuai dengan bentuk kelopak mata Anda. Di Indonesia, ada orang yang memiliki mata kecil dengan satu lipatan (monolid). Ada juga orang yang memiliki mata besar dengan kelopak mata ganda.

Jika Anda memiliki kelopak mata tipe monolid, Anda bisa memilih softlens dengan warna border yang berani. Softlens dengan pinggiran tegas bisa membuat mata Anda terlihat lebih tajam. Sebaliknya, jika Anda memiliki kelopak mata ganda, pilih soft lens dengan warna border buram.

Baca juga :   Cara Mengobati Mata Minus Dengan Wortel Yang Efektif

Anda juga bisa mengatur jenis warna tepi soft lens sesuai dengan tema makeup yang Anda gunakan. Jika Anda menggunakan riasan dengan warna yang berani, Anda bisa memilih warna border yang blur agar terlihat seimbang.

Perhatikan Gambar Contoh Saat Memilih

Perhatikan Gambar Contoh Saat Memilih

Terkadang, warna yang dihasilkan lensa kontak tidak sesuai dengan warna yang Anda harapkan. Namun, Anda bisa mendapatkan kontak warna yang sesuai jika Anda memperhatikan sampel di foto.

Lensa kontak bukanlah produk yang bisa dicoba sebelum membeli. Cari foto ketika lensa kontak benar-benar digunakan oleh model. Ini akan memberi Anda gambaran yang jelas tentang ukuran dan ketebalan lensa kontak.

Warna Softlens Untuk Mata Besar

Mata besar diidentifikasikan lebih menarik seperti boneka yang menggemaskan. Karena itulah tidak sedikit dari kita yang menggunakan soft lens untuk memperbesar mata. Namun jika Anda memiliki mata natural yang besar dan ingin menggunakan soft lens, Anda harus lebih berhati-hati dalam memilih warna.

Warna Softlens Untuk Mata Besar

Tidak semua warna bisa digunakan dengan mata besar. Pemilihan warna soft lens yang salah justru akan membuat mata terlihat lebih besar dan menakutkan. Agar tidak salah, Berikut ini ada beberapa cara memilih warna softlens yang cocok untuk mata besar :

Warna Cerah

Lensa berwarna terang akan membuat mata tampak lebih kecil. Hal ini dikarenakan warna terang semakin mendekati putih mata, sehingga akan memberikan ilusi mengecilkan mata. Anda bisa memilih warna seperti abu-abu, biru muda, atau coklat muda. Lensa berwarna gelap seperti hitam dan coklat tua justru akan membuat mata terlihat lebih penuh. Jadi hindari warna-warna tersebut, ya.

Garis Lingkaran

Selain bagian dalam lensa, Anda juga perlu memperhatikan garis lingkaran luar lensa. Penggunaan lensa dengan garis lingkaran gelap membuat tampilan mata lebih tegas. Hal ini tentunya akan memberikan kesan mata yang lebih lebar. Untuk itu sebaiknya pilih lensa yang memiliki garis luar yang sama dengan bagian dalamnya.

Diameter Lensa

Diameter lensa kontak pun beragam, ada yang besar dan kecil. Bagi pemilik mata besar jelas dilarang memilih softlens berdiameter besar, karena akan membuat mata lebih lebar. Pilih yang kecil, agar memberikan tampilan bola mata yang lebih sempit dari mata aslinya.

Sesuaikan Dengan Warna Kulit

Warna lensa kontak juga harus disesuaikan dengan warna kulit pemakainya. Bagi pemilik kulit gelap, sebaiknya hindari penggunaan softlens dengan warna terlalu terang. Lebih baik memilih warna-warna natural, seperti coklat, hazel, abu-abu tua, atau biru tua. Sedangkan pemilik kulit putih bisa memakai lensa kontak warna apa saja.

Nah, sudah tahu kan bagaimana cara memilih warna soft lens untuk mata besar? Untuk membeli lensa kontak tidak boleh datang dari toko, harus dari optik terpercaya. Optik Seis dan Optik Melawai bisa menjadi pilihan tepat dalam membeli lensa kontak yang berkualitas dan aman.

Baca juga :   Cara Mengurangi Mata Minus Dan Silinder Agar Tidak Semakin Parah

Merk Softlens Yang Berbahaya

Setelah membahas bahaya lensa kontak dengan interchangeability. Kali ini kami akan memberikan informasi mengenai merk soft lens yang berbahaya. Berbagai macam merk lensa kontak berbahaya telah tersebar di luar Indonesia. Bisa dikategorikan berbahaya karena banyaknya produk lensa kontak palsu yang mengatasnamakan label merek aslinya.

Merk Softlens Yang Berbahaya

Kami akan memberikan penjelasan penting untuk mengetahui jenis-jenis lensa berbahaya. Oleh karena itu, penjelasan singkat ini bisa Anda saksikan dengan cermat.

Karakteristik Merek Softlens Berbahaya

Memang pada dasarnya penggunaan lensa kontak ini bertujuan untuk membantu penglihatan seseorang menjadi lebih baik. Namun seiring berjalannya waktu, banyak sekali penyalahgunaan produk lensa kontak ini. Seperti ingin membuat bola mata lebih berwarna sehingga ingin memperbesar bola matanya.

Banyaknya rumor yang beredar, bahwa pemalsuan produk soft lens memang sedang marak. Karena kualitasnya palsu dan harganya jauh lebih murah, produknya laku. Namun, apa masalah pengguna di masa depan?

Anda dapat dengan mudah menemukan perbedaan antara produk soft lens asli dan palsu. Hanya dengan mengenali ciri-ciri jenis lensa kontak yang berbahaya bagi kesehatan mata di bawah ini.

1. Tidak Nyaman Saat Di Pakai

Tidak Nyaman Saat Di Pakai

Hal pertama yang dapat Anda rasakan saat menggunakan merek soft lens yang berbahaya adalah ketidaknyamanan saat menggunakannya. Rasanya kurang nyaman, yang kami maksud disini banyak lho.

Misalnya gatal-gatal, kekeringan, perih, kemerahan di area mata, hingga tampak seperti penyumbatan di area mata.

Berawal dari rasa tidak nyaman saat menggunakannya. Inilah yang bisa memicu efek samping yang akan datang di kemudian hari. Karena itu, hindari penggunaan lensa kontak yang membuat mata Anda tidak nyaman.

2. Kemasan Yang Buruk

Biasanya jenis contact lens yang berbahaya bisa dilihat dari kemasan produknya. Tulisan dan warna yang buruk membuat produk lensa kontak tiruan ini dikenal.

Selain itu, jika Anda adalah pelanggan tetap produk lensa kontak. Pastinya Anda sudah hapal pola warna dan tulisannya. Jadi hindari membeli jika kemasan produk kurang bagus.

3. Hindari Produk Berlabel Made In China

Anda pasti sudah tahu kalau China cukup kreatif dalam meniru sebuah produk. Seperti lensa kontak. Hasil tiruannya lumayan bagus lho, dengan harga yang cukup terjangkau. Namun, berbicara tentang kualitas tidak bisa dipungkiri.

Kualitas lensa kontak sangat penting untuk menghindari masalah saat menggunakan produk. Kami menganjurkan agar Anda menghindari produk lensa kontak bertuliskan Cina atau pembuatan dari Cina.

4. Jangan Beli Harga Murah!

Siapa yang tidak tergiur dengan harga yang relatif sangat murah dan bagus saat dipakai. Namun harga yang murah bukanlah solusi Anda untuk mendapatkan produk yang berkualitas.

Harga yang tidak wajar bisa menjadi jebakan bagi Anda saat membelinya. Dengan iming-iming harga yang murah dan anda sigap membelinya. Karena itu, masalah baru di masa depan akan datang. Lebih baik kehilangan uang daripada kehilangan kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.