Mata Seperti Melihat Kilatan Cahaya Dan Penyebabnya

  • Rendi Sihombing
  • Feb 25, 2021
Mata seperti melihat kilatan cahaya

Melihat pantulan cahaya dari cermin, pasti akan membuat mata Anda silau. maka sebisa mungkin anda jaga atau tutupi mata Anda dari kilatan cahaya yang mengganggu itu. Namun, pernahkah Anda merasakan sensasi seperti anda melihat kilatan cahaya di mata Anda, akan tetapi tidak ada yang membuat Anda silau? Apa penyebabnya Mata seperti melihat kilatan cahaya ?

mata seperti ada bayangan putih

Fenomena Seperti Melihat Kilatan Cahaya Di Mata

Fenomena seperti melihat kilatan cahaya (flashes) pada mata dalam istilah kedokteran dikenal dengan istilah fotopsia (fotopsia). Fotopsia adalah suatu kondisi pada mata yang dapat terjadi pada satu atau kedua mata anda sekaligus.

Fotopsia bukanlah penyakit mata, melainkan gejala. Fenomena seperti anda melihat kilatan cahaya dapat menghilang dengan cepat, terjadi hanya sesekali, atau berulang dalam jangka waktu yang lama.

Selain melihat kilatan cahaya yang cepat, fotopsia juga dapat menyebabkan beberapa gangguan penglihatan, seperti:

  • Sensasi penglihatan gelap terang benderang dengan cepat seperti kilatan cahaya
  • Adanya titik terang bergerak pada penglihatan

Apa Penyebab Fotopsia?

Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American Academy of Ophthalmology pada tahun 2015, diketahui terdapat 32 kondisi medis yang menyebabkan terjadinya fotopsia.

arti melihat kilatan cahaya

Beberapa penyebab fotopsia yang paling umum adalah:

1. Detasemen Vitreus Posterior (PVD)

Detachment vitreous posterior (PVD) adalah perubahan alami yang terjadi pada mata secara alami.

Kondisi yang seperti ini biasanya terjadi pada orang yang sudah berusia di atas 60 tahun. Gejala utamanya yang munculnya adalah sensasi seperti melihat kilatan cahaya di mata.

2. Ablasi Retina

Retina yang berfungsi untuk melapisi bagian dalam pada mata yang sangat sensitif terhadap cahaya.

Ablasi retina adalah kondisi dimana retina bergeser dari posisi normalnya. Retinal detachment juga dapat menimbulkan sensasi seperti anda melihat kilatan cahaya di mata. Kondisi yang seperti ini harus segera ditangani agar tidak terjadi ablasi permanen yang dapat mengakibatkan kebutaan pada mata anda.

3. Degenerasi Makula Terkait Usia

Degenerasi makula terkait usia atau disebut juga Age-related Macular Degeneration (AMD).

Makula adalah bagian pada mata yang membantu Anda untuk melihat ke depan dengan lebih tajam. Namun, dengan seiring bertambahnya usia, maka makula akan semakin memburuk dan dapat menyebabkan sensasi melihat kilatan di mata.

4. Migrain

Migrain adalah jenis sakit kepala yang berulang. Selain dengan sensasi nyeri di kepala, gangguan penglihatan (perubahan visual) juga akan terjadi.

Ketika Anda mengalami migrain dan disertai dengan perubahan penglihatan, kondisi ini disebut aura, yang dapat menyebabkan fotofobia (kepekaan terhadap cahaya terang) dan fotopsia.

5. Neuritis Optik

Neuritis optik adalah peradangan yang dapat menyerang saraf optik alias saraf visual. Kondisi ini umum terjadi pada orang yang menderita multiple sclerosis (suatu kondisi yang memengaruhi sel-sel saraf otak dan tulang belakang).

Selain sensasi seperti melihat kilatan cahaya pada mata, penderita multiple sclerosis juga mengalami kesulitan mengontrol pergerakan mata.

6. Diabetes

Diabetes dapat menyebabkan banyak perubahan pada penglihatan Anda. Floater, fotopsia, atau tirai di atas bidang penglihatan dapat muncul saat diabetes memengaruhi fungsi penglihatan.

7. phosphenes

phosphenes adalah fotopsia yang terlihat tanpa sumber cahaya. Kilatan cahaya fosfat yang menari di depan mata ini diduga disebabkan oleh muatan listrik yang dihasilkan oleh retina yang masih menempel.

phosphenes juga dapat terjadi sebagai akibat dari rangsangan sehari-hari yang memberikan tekanan pada mata (retina), seperti bersin yang terlalu kuat, tertawa, batuk, atau berdiri terlalu cepat.

Itu sebabnya menggosok atau menekan bola mata saat menutup mata juga bisa menghasilkan pola flash yang sama. Tapi ingat, jangan terlalu sering melakukannya, apalagi dengan tekanan yang keras dan disengaja. Ini bisa membahayakan mata Anda.

Selain itu, faktor fisik lain seperti tekanan darah rendah atau asupan oksigen yang terlalu sedikit dapat meningkatkan intensitas kilatan cahaya saat Anda menutup mata.

Seberapa Berbahaya Sensasi Melihat Kilatan Cahaya Di Mata?

saat anda mengalami perasaan melihat kilatan cahaya di mata tidak berbahaya jika terjadi hanya sesekali dan menghilang dengan cepat. Namun, Anda harus segera memeriksakan diri anda ke dokter jika fotopsia yang terjadi lebih sering atau berlangsung lebih lama.

Munculnya gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda pertama adanya masalah kesehatan mata, seperti degenerasi makula atau ablasi retinal.

Apalagi jika perasaan itu seperti anda melihat kilatan cahaya di mata yang diikuti dengan gejala lain seperti pusing, sakit kepala, atau muntah.

Jagalah kesehatan mata Anda dengan peka terhadap segala kondisi yang muncul yang ditandai dengan hal-hal yang belum pernah Anda alami sebelumnya. Lihat juga : Pusing Di Mata Seringkali Terjadi Karena Berbagai Faktor

Mata Pusing Saat Melihat Cahaya

Penyebab pusing saat melihat cahaya terang dipengaruhi oleh masalah kesehatan yang Anda alami. Pusing saat melihat cahaya terang juga dikenal sebagai fotofobia.

Fotofobia sebenarnya bukan penyakit, melainkan gejala penyakit tertentu. Gejala fotofobia biasanya ditandai dengan rasa silau, lebih peka terhadap cahaya, dan terkadang sakit mata saat melihat cahaya. Fotofobia dapat terjadi pada salah satu atau kedua mata.

Mata Pusing Saat Melihat Cahaya

Penyebab pusing saat melihat cahaya terang perlu dikenali untuk pengobatannya. Tentunya saat Anda mengalami hal tersebut, semua aktivitas menjadi terganggu.

Berikut Penyebab Pusing Saat Melihat Cahaya Terang

Migrain

Salah satu penyebab pusing saat melihat cahaya terang adalah migrain atau sakit kepala jenis lainnya. Migrain atau sakit kepala adalah penyebab paling umum dari pusing saat melihat cahaya terang. Sakit kepala satu sisi terjadi pada hampir 80 persen orang yang mengalami sakit kepala saat melihat cahaya terang.

Masalah Mata

Penyebab pusing saat melihat cahaya terang berikutnya adalah masalah mata. Masalah mata yang paling sering menyebabkan pusing saat melihat cahaya terang adalah mata kering, yang kemudian membuat Anda tidak nyaman saat melihat cahaya terang. Mata kering akan menjadi lebih sering seiring waktu layar meningkat.

Penyebab pusing saat melihat cahaya terang ini mungkin bisa menjadi pemicu yang juga cukup sering. Tanpa disadari, saat berada di depan layar televisi, laptop, komputer, dan ponsel, refleks berkedip akan berkurang sehingga menyebabkan mata kering.

Penyakit Lupus

Selain masalah saraf dan mata, lupus juga menjadi penyebab pusing saat melihat cahaya terang. Hal ini disebabkan karena saraf mata penderita lebih sensitif terhadap cahaya.

Kelainan Psikologis

Ada beberapa kondisi psikologis yang dapat menyebabkan pusing saat melihat cahaya terang, seperti agoraphobia (takut tempat ramai), kecemasan, gangguan bipolar, depresi, dan serangan panik.

Konsumsi Obat Tertentu

Beberapa jenis obat juga dapat menyebabkan pusing saat melihat cahaya terang, seperti antibiotik doksisiklin dan tetrasiklin, obat malaria seperti kina, dan obat untuk mengeluarkan cairan berlebih dari tubuh seperti furosemid.

Karena banyak kemungkinan penyebab pusing saat melihat cahaya terang, Anda perlu mengunjungi dokter umum terlebih dahulu untuk mengetahui diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Pengobatan Fotofobia

Fotofobia dirawat untuk mengatasi penyebabnya dan meredakan gejalanya. Jika fotofobia disebabkan oleh kondisi medis, seperti mata kering, migrain, konjungtivitis, atau abrasi kornea, dokter akan meresepkan obat untuk mengobati penyakit tersebut.

Setelah penyebabnya diatasi, keluhan fotofobia biasanya juga akan hilang. Dokter juga akan memberikan obat untuk meredakan keluhan fotofobia ini. Selama perawatan, Anda perlu melakukan beberapa hal untuk mempercepat proses pemulihan, seperti:

  • Hindari sebisa mungkin terhadap paparan cahaya yang terang.
  • Gunakan kacamata saat berada di luar ruangan.
  • Jangan anda gunakan lensa kontak karena akan dapat membuat mata semakin tidak nyaman
  • Gunakan obat tetes mata yang diresepkan oleh dokter secara rutin.
  • Hindari penggunaan make up di area mata, karena bisa meningkatkan resiko iritasi mata.

Fotofobia bukanlah penyakit, melainkan gejala suatu penyakit. Jika Anda merasa lebih sensitif terhadap cahaya atau mudah silau, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter agar bisa mengetahui penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.

Mata Seperti Ada Bayangan Air

Pernahkah Anda mengalami kondisi mata seperti bayangan air? Jika Anda bahkan sudah sering mengalaminya, pasti Anda akan merasa khawatir karena bisa jadi merupakan jenis penyakit mata yang sangat berbahaya.

Mata Seperti Ada Bayangan Air

Karena kondisi ini juga akan sangat mengganggu penglihatan karena bisa menyebabkan penglihatan menjadi tidak jelas. Lantas, apa yang menyebabkan mata terlihat seperti bayangan air? Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, berikut pembahasannya.

Mata Berbayang Seperti Air

Kondisi mata berbayang dalam istilah medis disebut floaters, kondisi ini bisa dialami siapa saja. Lantas apa penyebabnya?

1. Faktor Usia

Penyebab pertama yang bisa menyebabkan eye shadow adalah karena faktor usia. Jika Anda semakin tua, kondisi mata tidak akan selamanya baik. Pada awalnya cairan vitreous di dalam mata memiliki konsistensi elastisitas yang baik guna menjaga bola mata, namun lama kelamaan akan mencair dan menjadi tidak elastis lagi.

Sehingga hal ini justru akan menyebabkan vitreous menyusut, selain itu beberapa bagian bola mata juga akan tertarik. Dan ketika cairan vitreus semakin padat dan menyusut, sisa feses akan terlepas dan menyebabkan gangguan pada penglihatan. Ini juga bisa disebabkan oleh efek samping dari operasi katarak.

2. Mengalami Pendarahan Pada Mata

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan pendarahan di mata Anda. Misalnya, Anda pernah mengalami trauma langsung pada mata atau bisa juga karena mengalami masalah pada pembuluh darah mata seperti kasus diabetes retinopatik.

3. Mengalami Radang Mata

Peradangan yang terjadi pada mata, terutama bagian belakang mata, disebut unveitis posterior. Yakni suatu kondisi yang akan menyebabkan selaput bola mata menjadi meradang akibat infeksi.

4. Retina Robek

Penyebab mata seperti ada bayangan air selanjutnya adalah karena mengalami kondisi robek pada retina. Kondisi ini terjadi ketika vitreous menyusut dan kemudian menari ke retina. Jika Anda mengalami hal tersebut dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, hal tersebut justru akan menyebabkan retina mata menjadi terlepas dan berujung pada risiko kebutaan yang bahkan lebih besar. Itu juga bisa menyebabkan bintik hitam di mata.

Lantas, Bagaimana Cara Mencegah Kondisi Ini?

Kondisi floater secara umum tidak dapat dicegah. Namun meskipun demikian anda juga sangat disarankan untuk selalu memeriksakan kondisi mata anda jika mendapatkan gejala yang sangat mengganggu agar tidak mendapat resiko yang besar.

Seperti ada cahaya di ujung mata

Karena secara umum floater juga tidak berbahaya dan tidak akan menyebabkan kebutaan pada mata. Mereka yang sudah lama mengalami kondisi tersebut biasanya sangat terbiasa dengan adanya bayangan di matanya sehingga tidak mempermasalahkannya.

Namun sayangnya jika mengalami kondisi mata berbayang seperti ada air dan menimbulkan gejala lain seperti sangat sensitif terhadap sinar matahari, sakit mata yang berlebihan, sakit mata yang menjalar ke kepala, mengalami kebutaan sementara, tidak dapat melihat dengan jelas, tidak bisa membedakan benda dan warna sama sekali sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Sebab bisa jadi kondisi yang Anda alami bukanlah penyakit ringan melainkan penyakit serius melainkan bukan penyakit mata menular yang harus segera ditangani baik menggunakan obat-obatan maupun melakukan operasi.

Itulah penyebab mata seakan-akan ada bayangan air, berhati-hatilah setiap saat agar tidak mengalami kondisi mata yang buruk. Konsumsilah makanan untuk menjaga kesehatan, seperti wortel agar mata Anda bisa mendapatkan nutrisi dari luar tubuh yang fokus langsung pada mata.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *