Mata Terasa Perih Beberapa Gejala Dan Penyebab Mata Terasa Perih

Nyeri mata diartikan sebagai sensasi terbakar, nyeri menusuk atau benda asing pada organ visual. Mata terasa perih bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari iritasi, terpapar debu atau asap, hingga infeksi atau radang mata.

Mata yang menyengat bagi kebanyakan orang mungkin tidak memengaruhi aktivitas sehari-hari. Namun, Ada beberapa kasus mata terasa perih juga sangat menyakitkan dan juga berisiko dapat menyebabkan komplikasi. Berikut ada beberapa gejala dan penyebab mata terasa perih yang paling umum.

Gejala Sakit Mata Yang Menyertai

Gejala Sakit Mata Yang Menyertai

Selain sakit mata, ada beberapa gejala lain yang sering menyertai sakit mata, yaitu:

  • Mata merah.
  • Mata terasa gatal.
  • Mata terasa kering atau seperti pasir yang menghirup.
  • Penglihatan menjadi kabur, yang cenderung membaik setelah berkedip.
  • Mata berair.
  • Kelopak mata lengket saat bangun tidur sehingga menyulitkan untuk membuka mata.

Penyebab Utama Sakit Mata

Mata perih bisa disebabkan oleh banyak hal. Beberapa penyebab mata terasa perih antara lain:

Gangguan

Biasanya sakit mata juga bisa disebabkan oleh iritasi dan juga penggunaan lensa kontak atau masuknya benda asing seperti debu, bulu mata, atau sisa make-up ke dalam mata.

Bahan iritan yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari juga sering membuat mata kita perih. Beberapa zat yang dapat mengiritasi dan mengiritasi mata Anda antara lain asap rokok dan air kolam renang yang mengandung klor.

Infeksi

Infeksi pada mata seringkali menyebabkan mata perih, merah, dan berair. Infeksi mata bisa disebabkan oleh virus atau bakteri. Pengobatannya disesuaikan dengan penyebab infeksinya.

Infeksi virus di mata umumnya sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Sedangkan infeksi bakteri mata perlu diobati dengan antibiotik sesuai resep dokter.

Mata kering

Bagi sebagian orang, sakit mata sering kali disebabkan oleh mata kering. Mata kering juga dapar terjadi pada saat mata tidak mendapatkan cukup air mata. Dan bahkan bisa juga disebabkan oleh air mata yang menguap terlalu cepat. Selain perih, mata kering juga biasanya menyebabkan mata merah dan gatal.

Kualitas Udara Buruk

Kualitas Udara Buruk

Faktor lingkungan yang biasanya berdampak pada kondisi mata kering adalah udara kering dan kotor. Kondisi udara yang kotor dan kering dapat meningkatkan penguapan air mata dan mengiritasi mata. Mata juga menjadi kering dan perih. Untuk mengatasinya, Anda disarankan menggunakan humidifier untuk melembabkan udara kering di sekitarnya.

Baca juga :   Cara Mengobati Penyakit Mata Bintitan Secara Alami Tapi Manjur

Ketegangan Mata

Sering menatap layar komputer, ponsel, atau televisi selama berjam-jam lalu mata Anda perih? Itu terjadi karena mata lelah. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya dan akan membaik setelah mengistirahatkan mata beberapa saat. Jika Anda bekerja di depan layar komputer dalam waktu lama, coba alihkan penglihatan Anda setiap 30 menit untuk mengistirahatkan mata.

Faktor Genetik

Faktor genetik yang mungkin menjadi penyebab sakit mata adalah distrofi stroma kornea. Kondisi ini dapat menyebabkan penggumpalan zat tertentu, seperti timbunan zat kristal dan kolesterol di kornea mata.

Penumpukan zat tersebut menyebabkan terganggunya penglihatan seseorang. Gejala perih atau nyeri pada mata akibat kondisi ini bisa muncul saat lapisan epitel kornea mulai terkikis. Untuk mengobatinya, pasien mungkin memerlukan prosedur transplantasi kornea.

Jika sakit mata disertai dengan perubahan penglihatan, pendarahan atau nanah dari mata, mata bengkak, demam, sakit kepala parah, tidak bisa dibuka, atau tidak bisa digerakkan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter mata untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Lihat juga : Benjolan Di Sudut Mata Terasa Perih Atau Nyeri Saat Disentuh

Mata Terasa Panas

Mata panas sering terjadi saat Anda melihat perangkat terlalu lama. Namun, ada beberapa kondisi medis yang juga bisa menjadi penyebab munculnya keluhan ini.

Sensasi perih atau panas pada mata sering disebut dengan mata terbakar. Pernahkah anda mengalaminya? Ini bisa sangat mengganggu, terutama jika berlangsung berjam-jam atau bahkan berhari-hari.

Dalam kebanyakan kasus, mata panas ini dapat diobati dengan obat bebas. Namun, ada juga kondisi mata terbakar yang membutuhkan penanganan khusus dari dokter segera.

Penyebab dan Cara Mengatasi Mata Terbakar

Penyebab dan Cara Mengatasi Mata Terbakar

Berikut enam hal yang bisa menyebabkan mata perih dan panas:

1. Blefaritis

Blepharitis adalah peradangan pada kelopak mata. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejala umum termasuk iritasi mata, robekan berlebihan, yang dapat menyebabkan kerak, gatal, kemerahan dan pembengkakan pada kelopak mata.

Baca juga :   Mata Bengkak Sebelah Setelah Bangun Tidur Dan Cara Mengatasinya

Menjaga kebersihan adalah cara utama mencegah blepharitis. Jika mengalami blepharitis, obat yang bisa diberikan adalah salep mata atau tetes mata yang mengandung antibiotik dan anti inflamasi.

Untuk membersihkan area sekitar kelopak mata dari pengeringan kerak atau kotoran mata, Anda bisa menggunakan kapas kosmetik yang dibasahi air hangat, lalu usapkan perlahan ke bawah.

Menjaga kebersihan kelopak mata juga bisa dilakukan dengan menggunakan sampo bayi di sekitar kelopak mata sekaligus menutup kelopak mata. Sebaiknya hindari penggunaan kosmetik di area sekitar mata selama masih mengalami peradangan atau infeksi.

2. Mata Kering

Mata kering dapat terjadi ketika saluran air mata tidak menghasilkan cukup air mata, penguapan air mata yang terlalu cepat, atau karena komponen air mata yang kurang diproduksi. Gangguan ini lebih sering terjadi pada wanita dan lansia. Namun sekarang hal ini tidak jarang terjadi di usia muda.

Gejala yang bisa dirasakan antara lain mata panas, kering, dan merah, kelopak mata menebal, dan penglihatan kabur. Jika mata Anda terasa kering, Anda dapat menggunakan air mata buatan atau air mata buatan yang dijual bebas, serta mengompres mata dengan air hangat.

Pada beberapa orang, karena penggunaan komputer atau perangkat yang berlebihan, refleks berkedip dapat berkurang. Oleh karena itu, sangat penting untuk meningkatkan kedipan pada mata secara sadar untuk menghindari mata kering. Tutup mata Anda selama 10 detik setiap 10 menit untuk membuat mata Anda terasa lebih nyaman.

3. Alergi Mata

Juga dikenal sebagai konjungtivitis alergi, alergi mata terjadi saat bahan iritan masuk ke mata. Tubuh merespon zat tersebut dengan memproduksi histamin, sehingga mata terasa panas dan terbakar. Pemicunya bisa berupa debu, serbuk sari, asap, parfum, bulu hewan peliharaan, dan makanan.

Jika memang penyebab mata merah Anda adalah alergi, maka pengobatannya adalah dengan menghindari alergen atau zat penyebab alergi. Alergi tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikontrol.

Saat Anda mengalami mata panas atau gatal akibat reaksi alergi, kompres dingin bisa mengurangi gejala Anda.

Selain itu, biasanya Anda membutuhkan obat tetes mata yang mengandung antihistamin atau antiradang untuk mengurangi sensasi terbakar. Namun, hal ini membutuhkan pemeriksaan segera dan resep dari dokter.

Baca juga :   Penyakit Mata Pterigium Dapat dicegah Dengan Kacamata Hitam

4. Fotokeratitis (Mata Terbakar Matahari)

Paparan pada sinar UV yang berlebihan dari sinar matahari juga dapat menyebabkan fotokeratitis. Selain mata terbakar atau terbakar, gejalanya bisa berupa mata sakit, lebih sensitif terhadap cahaya, dan mata berpasir.

Jika Anda merasa mengalami gejala ini, jangan coba mengobatinya sendiri di rumah. Segera konsultasikan ke dokter untuk diagnosis, karena perlu dipastikan apakah Anda benar-benar mengalami radang kornea.

5. Rosacea Okuler

Ocular rosacea adalah peradangan pada kelopak mata yang dapat menyebabkan hot flashes. Gangguan ini menyerang orang yang memiliki jerawat rosacea, suatu kondisi kulit yang ditandai dengan kemerahan pada kulit wajah.

Gejala lain dari ocular rosacea adalah nyeri, kepekaan terhadap cahaya, dan kehilangan penglihatan pada kasus yang parah.

Untuk mengetahui apakah Anda menderita ocular rosacea atau tidak, perlu memeriksakan diri ke dokter secara langsung. Selama peradangan, Anda tidak disarankan menggunakan riasan di sekitar mata.

6. Pterigyum

Pertumbuhan jaringan daging di bagian putih mata biasa disebut pterigium. Pterigium sering muncul di mata dekat hidung atau di bagian luar mata. Gejala pterigium yang paling umum termasuk mata terbakar atau terbakar, gatal, kemerahan, dan bengkak.

Namun gejala yang muncul juga bisa lebih parah. Misalnya, pertumbuhan jaringan berdaging ini dapat melebar dan juga dapat menutupi kornea sehingga mengganggu penglihatan Anda.

Segera periksa ke dokter jika Anda mengalami iritasi mata yang terasa panas dan terbakar. Dokter Anda akan menanyakan gejala Anda untuk menentukan diagnosis.

Mungkin dokter Anda juga akan meninjau obat yang Anda minum. Beberapa obat, seperti dekongestan, dapat menyebabkan mata terbakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *