Termasuk Kelainan Mata Dan Cara Mengatasi Gangguan Pada Mata

Apakah Anda sering bertemu orang dengan mata Sayu? Mata Sayu bukan karena ada yang sedih lho. Glazed eye merupakan suatu kondisi kelainan mata yang disebabkan oleh beberapa hal.

Mata Sayu bukanlah gangguan yang mengkhawatirkan, namun Anda tetap perlu waspada bahwa beberapa penyebabnya adalah penyakit berbahaya.

Termasuk Kelainan Mata

Mata sayu dalam dunia medis disebut ptosis. Mata yang terkulai ini bisa mempengaruhi kualitas penglihatan. Ada beberapa penyebab mata sayu yang tidak boleh diabaikan seperti :

1. Kelainan Kongenital Sejak Lahir

Mata terkulai yang Anda alami sejak lahir disebut ptosis kongenital. Kondisi ini bisa dan harus dirawat. Pasalnya, anak tidak akan tumbuh dengan penglihatan yang sempurna jika kelopak matanya terkulai.

Ptosis kongenital jika tidak diobati maka dapat menyebabkan ambliopia (mata malas), astigmatisme (penglihatan kabur), dan mata juling. Prosedurnya adalah pembedahan untuk memperkuat otot kelopak mata.

2. Kerusakan Saraf

Kerusakan saraf akibat cedera pada kelopak mata bisa memengaruhi otak dan membuat mata terkulai. Salah satu contohnya adalah sindrom Horner.

Sindrom langka ini terjadi ketika stroke atau tumor menyebabkan kerusakan pada saraf yang mengontrol salah satu otot yang berhubungan dengan pergerakan kelopak mata. Secara umum, sindrom Horner juga menyebabkan pupil menyempit.

Mata terkulai yang disebabkan oleh sindrom Horner biasanya akan sembuh saat kondisi yang mendasarinya diobati. Selain itu, kerusakan saraf akibat diabetes yang tidak terkontrol dan tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan mata berkaca-kaca.

3. Masalah Otot

Gerakan kelopak mata dikendalikan oleh 3 otot, terutama otot levator. Apa pun yang memengaruhi ketiga otot ini juga akan memengaruhi pergerakan kelopak mata. Penyebab lain mata terkulai adalah penyakit otot herediter yang disebut distrofi otot okulofaringeal (OPMD).

OPMD bukan hanya mengganggu pergerakan mata, Namun akan tapi juga menyulitkan penderita untuk menelan. Ophthalamogplegia eksternal progresif kronis (CPEO) dan distrofi miotonik adalah kondisi kronis lain yang menyebabkan mata terkulai.

4. Bertambahnya Usia

Mata berkaca-kaca juga merupakan salah satu gejala penuaan. Dalam kondisi ini, mata disebut ptosis aponeurotik atau pikun. Bertambahnya usia menyebabkan otot mata melorot sehingga menyebabkan mata menjadi terkulai. Biasanya, pembedahan dapat sedikit mengembalikan kualitas penglihatan pada orang lanjut usia.

5. Pengaruh Operasi pada Mata

Dokter mata memiliki kemampuan yang tidak perlu diragukan lagi untuk melakukan berbagai macam operasi mata, sehingga risiko komplikasinya sangat kecil. Namun, hal itu masih bisa terjadi. Jika komplikasinya berupa mata terkulai, maka kondisi tersebut disebut ptosis pasca bedah.

Meski kecil kemungkinannya, otot levator bisa terpengaruh setelah operasi katarak. Kasus serupa juga telah ditemukan setelah operasi kornea, lasik, dan glaukoma. Namun, para ahli belum menemukan penyebabnya secara pasti.

6. Myasthenia Gravis

Penyakit autoimun langka ini yang menyerang komunikasi antara saraf dan otot sehingga menyebabkan kelemahan pada otot mata.

Pada miastenia gravis, antibodi yang seharusnya melawan virus atau patogen lain, malah mencegah sel otot menerima pesan dari sel saraf. Mata yang berkaca-kaca seringkali merupakan gejala awal penyakit ini.

7. Kanker

Meskipun kanker di dalam yang tidak mempengaruhi kelopak mata, namun dapat mempengaruhi otot yang menggerakkan kelopak mata anda.

Jenis tumor tertentu dapat memengaruhi saraf atau arteri yang memasok darah ke mata, atau tumor di otot yang mengontrol mata. Ptosis juga bisa menjadi gejala (meski jarang) kanker payudara atau paru-paru.

Umumnya, glazed eyes bukanlah kondisi yang berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika mata Anda tiba-tiba menjadi terkulai dan disertai sejumlah gejala lain, sebaiknya periksakan ke dokter.

Ciri Mata Sayu

Tidak peduli seberapa tampan atau cantik seseorang, jika matanya sayu, tetap akan membuatnya terlihat kurang menarik. Glazed eyes memang bisa mematikan kesan bersemangat dan energi pada diri seseorang.

Ciri Mata Sayu

Apa Yang Dimaksud Dengan Mata Sayu?

Mata yang terkulai menggambarkan kondisi mata di mana kelopak mata bagian atas terkulai, yaitu area di mana terdapat kantong, terkadang disertai dengan lingkaran hitam di sekitar mata. Selain itu, mata yang tidak bersinar atau tampak redup juga bisa disebut sayu.

Ada orang-orang tertentu yang diberkati dengan mata sayu sejak lahir. Untuk yang satu ini, mungkin tidak banyak yang bisa dilakukan karena glazed eyes adalah karakter dasar indra penglihatannya. Namun, banyak juga kondisi mata yang muncul karena faktor tertentu.

Apa Penyebab Mata Sayu?

Baca juga :   Ciri-Ciri Mata Iritasi Softlens Dan Cara Mengatasinya

Ada alasan mengapa mata seseorang bisa terkulai, lelah, atau tampak terus-menerus mengantuk. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kurang Tidur

Tentu saja, alasan yang satu ini paling masuk akal. Jika seseorang kurang tidur, otomatis matanya akan nampak mengantuk atau terus lesu karena kantuk. Kurang tidur atau begadang bisa membuat darah di jaringan otot mata kekurangan oksigen sehingga mata terlihat lelah setelah bangun tidur. Solusinya, hindari tidur kurang dari 6 jam setiap malam karena pada dasarnya kita harus istirahat 6-8 jam agar tetap sehat dan energik.

2. Kebiasaan Merokok

Anda mungkin menyangkal alasan pertama karena Anda merasa sudah cukup tidur. Namun, jika memiliki kebiasaan buruk seperti merokok juga bisa menyebabkan mata terkulai. Pemicunya tak lain adalah asap rokok, yaitu akibat pembakaran tembakau.

Seperti kita ketahui bersama, asap rokok mengandung racun dan radikal bebas yang tidak hanya merusak paru-paru, tetapi juga bagian tubuh lain termasuk jaringan mata. Asap rokok juga dapat menghambat kelancaran peredaran darah ke seluruh tubuh.

Jika peredaran darah terganggu maka oksigen di mata akan berkurang. Asap rokok juga membuat syaraf mata mudah iritasi dan kurang elastis sehingga mudah kendor.

3. Mata Jarang Beristirahat Jadi Lelah

Jika dalam keseharian Anda selalu berkutat dengan mengemudi, membaca buku, menulis atau mengecek catatan, menonton TV, menatap layar komputer atau ponsel, maka itu juga bisa menyebabkan mata berkaca-kaca. Saat melakukan berbagai aktivitas tersebut, biasanya mata jarang diistirahatkan.

Jika mata terus menerus menyala, itu akan membuat mereka lelah dan kering. Selain itu, radiasi elektromagnetik dari layar juga dapat membebani organ visual, yang dapat merusak saraf dan jaringan otot.

4. Pencahayaan Minimal

Menatap benda-benda kecil seperti tulisan atau benda lain di ruangan yang minim penerangan juga bisa membuat mata cepat lelah dan cepat kering.

5. Dehidrasi

Ternyata kurang minum tidak hanya berdampak pada kulit atau bibir lho, tapi juga bisa membuat mata terlihat kurang segar. Selain kurang minum, dehidrasi juga bisa disebabkan seseorang mengalami diare atau muntah.

Saat tubuh kekurangan air, produksi air mata otomatis menurun. Karena itu, pastikan tubuh Anda tetap terhidrasi sepanjang hari, terutama saat musim panas tiba.

6. Sering Menangis

Kebiasaan menangis, entah karena terharu mendengar kepercayaan orang lain, efek menonton drama, atau berduka, juga bisa membuat mata sedih. Saat menangis, saraf di mata menjadi tegang dan terus menekan otot di sekitarnya untuk merangsang produksi air mata. Akibatnya terjadi pembengkakan sehingga setelah tampak bengkak mata berubah menjadi sayu.

7. Kekurangan Zat Besi

Jika mata terus menerus berkaca-kaca, bisa jadi itu pertanda tubuh kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi membuat pembuluh darah di sekitar mata melebar sehingga mata menjadi bengkak dan sendu.

8. Cedera

Cedera pada mata yang memengaruhi otot atau saraf juga bisa menyebabkan mata berkaca-kaca.

9. Masalah Kesehatan

Ada beberapa gangguan kesehatan mata tertentu yang dapat memengaruhi penampilan mata, yang semula terlihat segar, berubah menjadi tampilan kusam. Beberapa di antaranya karena:

  • Alergi.
  • Angioedema (bengkak di bawah kulit sebagai reaksi alergi).
  • Blepharitis (infeksi kelopak mata karena kelenjar yang terlalu produktif di dekat bulu mata).
  • Selulitis orbital (infeksi mata bakteri).
  • Distrofi otot okulofaringeal (kelainan otot genetik langka yang muncul sekitar usia 40-60 tahun).
  • Myasthenia gravis (kelainan autoimun kronis yang membuat otot lemah).
  • Bell ‘palsy (kelumpuhan salah satu sisi otot wajah yang sifatnya sementara).
  • Multiple sclerosis (penyakit autoimun yang menyebabkan tubuh menyerang mielin / selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang).
  • Tumor di kelopak mata atau lekuk mata.

10. Usia

Seiring bertambahnya usia seseorang, mengendurnya kulit di tingkat wajah juga bisa membuat mata terlihat terkulai. Tak hanya itu, usia tua juga menyebabkan otot mata semakin kendur sehingga tampak semakin sayu.

11. Faktor Genetik

Jika salah satu atau kedua orang tuanya memiliki karakter mata terkulai, maka biasanya bisa juga diturunkan pada anak-anak.

Cara Mengatasi Mata Sayu

Cara mengatasi mata sayu sebenarnya sangat bergantung pada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah genetik, mungkin tidak banyak yang bisa dilakukan. Untuk itu, Anda bisa mengelabui tampilan mata agar terlihat lebih segar dengan memakai riasan. Gaya riasan seperti smokey eyes, misalnya, bisa membuat mata tampak lebih besar dan tegas sehingga menghilangkan kesan lesu atau terkulai.

Baca juga :   Infeksi Cacing Loa-Loa Di Mata Juga Sangat Berbahaya

Dan jika penyebabnya karena cedera atau penyakit tertentu seperti yang telah disebutkan sebelumnya, maka Anda mungkin memerlukan bantuan dokter untuk memulihkan kondisi mata yang berkaca-kaca.

Terlepas dari kondisi tersebut, untungnya kita tidak perlu ke dokter untuk mengembalikan glazed eyesnya. Kamu hanya perlu mempraktikkan tips berikut ini jika ingin tampilan mata sayu langsung segar.

Cara Mengatasi Mata Sayu

1. Berkedip

Tindakan mengedipkan mata bisa meningkatkan produksi cairan di mata agar mata tidak mengering dan tetap lembab. Tips ini wajib dilakukan, terutama bagi mereka yang sehari-hari bekerja di depan layar monitor (TV, HP, atau komputer), buku, catatan, atau lainnya.

2. Kompres Saja

Jika Anda histeris saat melihat ukuran kantung mata Anda setelah bangun tidur, maka jangan tunda lagi untuk segera mengompresnya. Ada beberapa bahan alami yang bagus untuk digunakan dalam proses kompres dan semuanya ada di dapur rumah Anda. Bahan alami tersebut adalah:

  • Kantong teh

Apakah ada kantong teh bekas di dapur? Jika tidak, maka tak ada salahnya memulai hari dengan sarapan seperti biasa dan minum teh. Setelah selesai menyeduh teh, rendam kantong teh sebentar ke dalam air es, lalu letakkan di atas mata sebagai kompres untuk melancarkan pembuluh darah.

Kandungan kafein dalam teh juga terbukti bisa mengurangi bengkak pada mata. Setelah 5 menit berlalu, perbedaan pasti sudah dimulai. Dan bila sudah selesai mengompres, maka jangan membuang kantongnya begitu saja. Simpan di lemari es untuk digunakan kembali setelah bekerja.

  • Timun

Selain teh celup bekas, irisan ketimun juga bisa menenangkan mata yang sedih. Alasan ketimun bisa membuat mata terkulai karena sayuran ini mengandung silika yang berfungsi sebagai kolagen sintetis.

  • Sendok

Jika di rumah Anda tidak memiliki bahan alami yang dapat digunakan untuk mengompres mata sayu, maka Anda bisa menggunakan bagian belakang satu sendok makan. Caranya mudah, cukup dinginkan sendoknya sebentar, entah dengan memasukkannya ke dalam freezer atau mencelupkannya ke dalam air dingin.

Setelah mengering, segera letakkan bagian belakang sendok pada kelopak mata selama 1 menit, dan dapatkan tampilan mata yang segar kembali.

  • Kain Dingin

Jika Anda tidak memiliki mentimun, Anda juga bisa menggunakan kain bersih atau handuk yang dibasahi air. Setelah peras airnya, letakkan di atas mata Anda selama beberapa menit. Lakukan beberapa kali hingga mata kembali segar.

  • Masker Mata Es

Di pasaran, kini sudah banyak masker es mata yang bisa diandalkan untuk kompres mata instan. Anda hanya perlu mendinginkan masker mata es lalu memakainya. Selain praktis dan tidak merepotkan, produk ini juga dapat digunakan berulang kali sehingga lebih hemat.

Berbicara tentang efek mengerikan dari sensasi dingin pada mata, Anda tidak disarankan untuk mengoleskan es langsung ke kelopak mata. Perhatikan bahwa kulit di area tersebut sangat tipis dan bongkahan es yang dingin dapat sangat merusak kelopak mata dan bola mata.

3. Jalani Gaya Hidup Sehat

Pola hidup sehat selalu dapat menghindarkan kita dari berbagai gangguan kesehatan termasuk mata sayu, salah satunya. Selain menjaga pola makan, berolahraga secara teratur, cukup tidur, mengatasi stres, dan cukup minum air putih.

4. Kurangi Aktivitas Yang Memperburuk Mata

Jika dalam keseharian Anda sibuk berkutat di depan layar komputer atau ponsel, maka di luar jam-jam tersebut, minimalkan penggunaannya. Jangan lagi menatap layar ponsel atau komputer di rumah.

Bahkan saat berada di kantor, istirahatkan mata sebanyak mungkin setiap 20 menit dengan mengarahkan mata ke depan. Tataplah objek yang berjarak 6 meter selama 20 detik agar ketegangan indera penglihatan berkurang.

Alternatif lain adalah dengan menutup mata selama beberapa menit.

5. Relaksasi Mata

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu pemicu mata melorot adalah rasa lelah. Karenanya, tidak ada salahnya untuk anda mencoba teknik relaksasi mata untuk mengurangi bengkak, kemerahan, dan mata lelah. Anda bisa memejamkan mata sejenak, lalu membukanya, melirik ke kiri selama beberapa detik, dan ke kanan selama beberapa detik, lalu ke atas dan ke bawah.

6. Gunakan Tetes Mata

Bekerja secara rutin di ruangan ber-AC tidak hanya bisa mengeringkan kulit Anda, tapi juga mata Anda. Jika solusi nomor 1 tidak berhasil, maka tidak ada salahnya membeli obat tetes mata yang dapat membantu melembabkan mata Anda. Yang pasti, gunakan produk tersebut dengan bijak agar tidak melebihi dosis yang dianjurkan.

Baca juga :   Cari Tau Yuk Gejala Mata Minus Yang Perlu Anda waspadai

Gangguan Pada Mata Beserta Gambar

Setiap orang perlu memperhatikan berbagai penyakit mata. Mata merupakan organ vital manusia yang digunakan untuk melihat dan melakukan aktivitas. Oleh karena itu, jangan sampai penyakit mata justru menjadi penghambat aktivitas.

Penyakit mata biasanya disebabkan oleh alergi, infeksi, atau kekurangan cairan yang menyebabkan mata kering sehingga terasa perih. Terlalu fokus pada suatu objek juga bisa membuat mata Anda kering. Ini bisa terjadi jika Anda terlalu banyak melihat layar komputer, menonton televisi, atau bermain gadget.

Penyebab sakit mata lainnya juga bisa karena kurang tidur, kurang asupan nutrisi, bahkan sistem kekebalan yang melemah. Penyakit mata merupakan masalah kesehatan yang cukup umum terjadi di masyarakat. Perawatannya pun ada bermacam-macam, ada yang sembuh sendiri dan ada juga yang membutuhkan perawatan medis.

Berikut ini adalah jenis-jenis penyakit mata yang umum :

Katarak

Katarak

Katarak merupakan penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. Penyakit ini membuat lensa mata menjadi keruh sehingga mengakibatkan penglihatan menjadi kabur.

Biasanya katarak disebabkan karena protein yang menggumpal di lensa mata akibat penuaan. Namun, katarak juga bisa disebabkan oleh diabetes, paparan sinar matahari, dan efek samping dari obat-obatan tertentu. Cara mengatasinya biasanya operasi.

Glaukoma

Glaukoma

Glaukoma terjadi ketika saraf optik mata rusak. Kerusakan saraf optik disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata akibat penumpukan cairan.

Penyakit ini bisa diobati dengan obat oral atau tetes untuk mengurangi tekanan di dalam bola mata. Bisa juga dilakukan laser atau operasi konvensional.

Konjungtivitas

Konjungtivitas

Konjungtivitas terjadi ketika jaringan lunak di sekitar mata menjadi meradang yang membuat mata anda menjadi merah, berair, perih dan gatal. penyakit ini terjadi akibat iritasi akibat infeksi selaput konjungtiva yang melapisi mata.

Cara mengatasi konjungtivitis disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan oleh alergi, pengobatannya adalah menjauhi pemicu alergi dan mengonsumsi obat antihistamin. Jika disebabkan oleh infeksi virus, konjungtivitis dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Lain halnya jika penyebabnya karena infeksi bakteri, diperlukan pengobatan dengan tetes mata atau salep antibiotik.

Mata Kering

Mata Kering

Keluhan ini sering dialami oleh para lansia. Biasanya penderitanya akan merasakan mata terasa berpasir atau seperti ada benda asing di matanya.

Mata kering dapat diobati dengan penggunaan obat tetes air mata, atau obat untuk meningkatkan produksi air mata.

Abnormalitas Refraksi

Abnormalitas Refraksi

Gangguan refraksi membuat penderitanya sulit untuk melihat dengan jelas (kabur) karena fokus mata tidak jatuh pada titik yang seharusnya.

Pada orang dengan kelainan refraksi, fokus cahaya tidak jatuh tepat pada retina. Akibatnya, objek tampak buram.

Gangguan refraksi ini dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu rabun jauh, rabun dekat, presbiopia atau mata tua, dan astigmatisme atau mata silinder.

Kelainan Kornea

Kelainan Kornea

Beberapa kemungkinan gangguan kornea yang dapat terjadi antara lain:

Ulkus kornea, luka pada kornea mata akibat infeksi, cedera, atau paparan bahan iritan pada mata. Penyakit mata ini bisa membuat mata perih, berair, silau, bahkan buta

Distrofi kornea, yaitu kornea mata yang kehilangan kejernihannya karena penumpukan zat tertentu di permukaan atau di belakang lapisan kornea mata.

Keratitis, yaitu peradangan pada kornea akibat infeksi atau iritasi zat tertentu.

Pencegahan Sakit Mata

Dari berbagai penjelasan mengenai berbagai penyakit mata di atas, tentunya penting bagi kita untuk memahami dan mewaspadai hal-hal yang dapat menjadi pemicu penyakit mata. Berikut beberapa cara untuk mencegah penyakit mata:

  • Mengenakan kacamata saat bekerja di area di mana bahan kimia industri dan zat lain mungkin ada.
  • Jauhkan semprotan kimiawi dari mata (parfum, penyegar udara, dll.)
  • Memeriksa lensa kontak
  • Hindari berenang di air yang mengandung kaporit
  • Mata harus dicuci dengan air untuk menjaganya tetap bersih
  • Perhatikan kosmetik yang digunakan pada area mata seperti eyeshadow, eyeliner, dan alat kosmetik lainnya

Semoga bermanfaat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *