Cara Mengobati Tenggorokan Sakit Dan Dapat Mempercepat Pemulihan

Sakit tenggorokan tidak selalu harus diobati dengan obat – obatan. Sebab, ada beberapa pengobatan rumahan untuk meredakan gejala secara alami. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui beberapa cara mengobati tenggorokan sakit. Tujuannya tentu saja agar gejalanya tidak bertambah parah. Penasaran bagaimana? Yuk simak ulasannya di sini!

Ketahui Dulu Apa Penyebab Sakit Tenggorokan

Sebelum membahas cara mengatasi sakit tenggorokan, Anda juga perlu mengetahui apa penyebab kondisi tersebut. Sebab, sakit tenggorokan tidak hanya bisa disebabkan oleh satu faktor saja, banyak kondisi yang bisa memicu keluhan ini.

Ketahui Dulu Apa Penyebab Sakit Tenggorokan

Mulai dari penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, alergi, bahkan hingga COVID-19. Nah, berikut ini adalah uraian dari beberapa penyebab tersebut, yaitu:

1. Infeksi Virus

Sakit tenggorokan adalah gejala umum dari beberapa infeksi virus, seperti:

  • Kedinginan.
  • Flu (flu).
  • Mono (mononukleosis).
  • Campak
  • Cacar air.
  • Croup – penyakit masa kanak – kanak yang umum ditandai dengan batuk yang keras dan menggonggong.

2. Infeksi Bakteri

Sejumlah infeksi bakteri dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Contoh paling umum adalah Streptococcus pyogenes (streptokokus grup A) yang menyebabkan radang tenggorokan.

3. Penyebab Lainnya

Selain dengan infeksi virus dan bakteri, ada juga beberapa penyebab lain yang bisa memicu sakit tenggorokan. Berikut beberapa penyebab lainnya, antara lain:

  • Alergi. Seperti alergi terhadap bulu hewan peliharaan, jamur, debu, dan serbuk sari dapat menyebabkan sakit tenggorokan.
  • Udara kering. Udara dalam ruangan yang kering dapat membuat tenggorokan Anda terasa kasar dan gatal, sehingga memicu sakit tenggorokan.
  • Paparan bahan kimia yang mengiritasi tenggorokan. Contohnya termasuk asap rokok, alkohol, dan polusi udara.
  • Ketegangan otot karena berteriak atau berbicara dalam waktu lama.
  • GERD.
  • Tumor.

4. COVID-19

Sakit tenggorokan di tengah pandemi COVID-19 juga tidak bisa dianggap enteng. Apalagi jika keluhan ini tidak kunjung membaik, dan disertai gejala COVID-19 lainnya. Misalnya seperti demam, batuk kering, pilek, hingga anosmia. Pasalnya, kondisi ini bisa menandai serangan virus SARS-CoV-2 sebagai penyebab penyakit COVID-19.

Inilah Cara Mengatasi Sakit Tenggorokan

Dalam kebanyakan kasus, sakit tenggorokan biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Kondisi ini yang biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu seminggu.

Sakit tenggorokan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh banyak orang. Gangguan ini disebabkan oleh peradangan pada tenggorokan. Akibatnya, Anda merasa tidak nyaman karena tenggorokan terasa panas, kering, dan nyeri, sehingga sulit menelan atau berbicara. Untungnya, ada berbagai pengobatan alami atau obat – obatan farmasi yang bisa digunakan untuk meredakan peradangan yang menyebabkan sakit tenggorokan.

Obat Radang Alami Untuk Mengurangi Sakit Tenggorokan

Peradangan yang menyebabkan rasa sakit di tenggorokan bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Namun, penyebab utama radang tenggorokan adalah infeksi virus yang menyebabkan pilek, flu, campak, cacar, dan demam kelenjar.

Sakit tenggorokan karena bakteri biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pyogenes. Penyakit ini dikenal sebagai radang tenggorokan.

Selain itu, alergi, udara kering, polusi udara, asam lambung juga meningkat, dan cedera dapat menyebabkan sakit tenggorokan.

Secara umum, sakit tenggorokan biasanya akan mereda dengan sendirinya dalam waktu kurang dari seminggu. Terutama yang disebabkan oleh infeksi virus, alergi, atau luka ringan.
Menurut American Academy of Otolaryngology, pengobatan sakit tenggorokan yang dijual bebas dapat dicoba untuk meredakan gejala dan mempercepat pemulihan.

Obat Radang Alami Untuk Mengurangi Sakit Tenggorokan

1. Air Asin

Berkumur dengan air garam hangat merupakan cara alami mengobati sakit tenggorokan yang terbukti efektif membantu meredakan nyeri dan rasa panas pada tenggorokan.

Berkumur dengan air garam beberapa kali sehari dapat meredakan pembengkakan, mengencerkan gumpalan dahak, dan membantu membunuh bakteri di tenggorokan.

Cara ini dapat membantu meredakan ketidaknyamanan Anda saat menelan.

Untuk membuat obat radang alami untuk mengobati sakit tenggorokan, Anda cukup mencampurkan 1 sendok teh garam meja dengan secangkir air hangat.

Aduk hingga garam larut dengan air, lalu berkumurlah selama beberapa detik.

Keluarkan, dan ulangi kumur air garam 3-4 kali sehari. Cara alami mengobati sakit tenggorokan ini sebaiknya dilakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang optimal.

2. Air

Jika Anda mengalami sakit tenggorokan, Anda mungkin perlu minum lebih banyak cairan untuk meredakan rasa sakit.

Baca juga :   Perawatan Rambut Berketombe Agar Ketobe Hilang Selamanya

Menjaga asupan cairan merupakan bagian penting dalam mengobati sakit tenggorokan akibat peradangan secara alami.

Saat Anda mengalami dehidrasi, tubuh Anda tidak dapat memproduksi cukup air liur dan lendir untuk menjaga kelembapan tenggorokan Anda. Ini akan menyebabkan pembengkakan dan memperburuk peradangan.

Oleh karena itu, Anda harus memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi agar kondisi tenggorokan tetap lembab. Cara termudah adalah dengan minum lebih banyak air. Untuk mengembalikan kondisi tubuh secara optimal Anda perlu minum air putih minimal 2 liter sehari.

Selain air putih, kebutuhan cairan tubuh juga bisa didapat dari konsumsi kuah sup, jus buah, atau teh.

4. Madu Dan Jus Lemon

Madu memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu mengurangi pembengkakan dan ketidaknyamanan pada saluran tenggorokan.

Sementara itu, lemon sangat kaya akan vitamin C. Lemon juga mengandung astringents yang dapat meredakan dan mengobati sakit tenggorokan.

Astringent yang ada dalam lemon dapat meredakan pembengkakan di tenggorokan dan menciptakan lingkungan asam yang dapat membunuh virus dan bakteri yang menyebabkan iritasi.

Untuk mengolah kedua bahan alami ini menjadi obat sakit tenggorokan, Anda cukup mencampurkan 2 sendok makan madu dan air jeruk lemon secukupnya ke dalam secangkir air hangat atau teh. Namun, perlu diingat bahwa madu tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 1 tahun.

5. Cuka Sari Apel Dan Garam

Jika tenggorokan Anda meradang akibat batuk parah, obati dengan 1 sendok makan cuka sari apel yang dicampur dengan 2 sendok teh garam yang dilarutkan dalam segelas air hangat.

Jika diperlukan, gunakan campuran bahan ini sebagai obat kumur alami untuk mengobati peradangan yang menyebabkan sakit tenggorokan.

Obat alami sakit tenggorokan dari cuka sari apel juga bisa dibuat dengan mencampurkan masing – masing 1/4 cangkir cuka sari apel dan 1/4 cangkir madu. Selanjutnya, berkumurlah menggunakan campuran tersebut setiap empat jam sekali.

Cuka sari apel bersifat asam, sehingga menciptakan lingkungan yang mencegah virus dan bakteri berkembang biak dan bertahan hidup.

6. Kunyit

Bumbu kuning ini adalah agen antioksidan yang sangat kuat. Bumbu kunyit juga bermanfaat untuk memerangi berbagai kondisi serius, termasuk sebagai obat alami untuk sakit tenggorokan akibat peradangan.

Untuk membuatnya, campurkan 1/2 sendok teh bubuk kunyit dan 1/2 sendok teh garam ke dalam secangkir air hangat. Setelah itu, berkumurlah selama beberapa detik. Ulangi beberapa kali dalam sehari agar obat alami ini bisa bekerja lebih maksimal.

Selain sebagai obat kumur untuk sakit tenggorokan, kunyit juga bisa ditambahkan ke dalam secangkir teh yang dicampur dengan madu dan lemon.

7. Kayu Manis

Tidak hanya sebagai bumbu masakan atau kue, kayu manis juga bisa menjadi obat yang efektif untuk sakit tenggorokan akibat peradangan.

Pasalnya, kayu manis memiliki sifat antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme lainnya.

Dengan demikian, kayu manis membantu mengurangi pembengkakan, rasa sakit dan peradangan. Untuk membuat kayu manis sebagai obat sakit tenggorokan, tambahkan satu sendok teh bubuk kayu manis ke dalam segelas air panas. Setelah itu, campurkan dua sendok teh madu.

Selama minumannya masih panas, hirup uapnya, dan setelah airnya hangat Anda bisa meminumnya. Selain itu, Anda bisa meminum ramuan alami ini 2-3 kali sehari selama seminggu.

8. Teh Herbal

Teh yang kaya akan antioksidan dapat membantu melawan infeksi virus dan bakteri di tenggorokan. Tubuh membutuhkan antioksidan ini untuk membangun sistem kekebalan yang lebih kuat dan memperbaiki jaringan yang telah rusak akibat infeksi.

Tak hanya itu, teh hangat yang diminum secara rutin juga dapat membantu mengencerkan lendir yang terkumpul di tenggorokan. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari dehidrasi dan risiko iritasi tenggorokan semakin parah.

Teh jahe sering diandalkan untuk mengobati sakit tenggorokan. Tak hanya menghangatkan tubuh, sensasi pedas manis juga bisa meredakan tenggorokan yang teriritasi saat sedang meradang.

Gingerol dan phenol, dua senyawa kimia yang terkandung dalam bumbu jahe ini bersifat pereda nyeri dan dapat meredakan nyeri. Itulah mengapa manfaat teh jahe untuk mengobati sakit tenggorokan tidak perlu diragukan lagi.

Baca juga : Fungsi Dan Manfaat Vitamin C Bagi Kesehatan

Selain teh jahe, ada jenis teh herbal lain yang memiliki manfaat serupa dalam mengobati sakit tenggorokan akibat peradangan seperti:

  • Teh hijau
  • Teh licorice
  • Teh kamomil
  • Teh pepermin
Baca juga :   Aplikasi Tes Kesehatan Mata Untuk Mengetahui Kesehatan Mata

Ketahui Juga Cara Mencegahnya

Ketahui Juga Cara Mencegahnya

Cara terbaik untuk mencegah sakit tenggorokan adalah dengan menghindari kuman penyebab dan mempraktikkan gaya hidup bersih. Contohnya termasuk menghindari menyentuh wajah sebelum mencuci tangan, mencuci tangan dengan sabun dan air secara teratur, menutup hidung dengan tisu setiap kali bersin, dan menghindari berbagi peralatan makan. Selain itu, pastikan untuk menghindari bertemu dengan orang yang sedang sakit dan membersihkan barang – barang pribadi dengan benar.

Nah, itulah beberapa cara mengatasi sakit tenggorokan yang bisa Anda coba di rumah. Jika cara – cara di atas tidak berhasil, atau jika Anda memiliki gejala sakit tenggorokan, cobalah minum obat. Namun, sebaiknya periksakan ke dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi obat radang tenggorokan. Tujuannya agar penyebab sakit tenggorokan benar – benar bisa diketahui, sehingga dokter bisa meresepkan obat yang tepat.

Obat yang bisa diminum misalnya parasetamol, asetaminofen, atau ibuprofen. Pastikan juga untuk tidak mengonsumsi antibiotik tanpa resep dan anjuran dokter. Sebab, kebanyakan radang tenggorokan umumnya disebabkan oleh infeksi virus, bukan bakteri.

Jika Anda mengalami sakit tenggorokan yang tidak kunjung sembuh, segera periksakan ke dokter.

Obat Sakit Tenggorokan Di Apotik

Jika Anda sakit tenggorokan, sebaiknya minum obat agar segera sembuh. Anda bisa membeli obat sakit tenggorokan di apotek. Ada beberapa obat yang dijual bebas tanpa resep dokter, namun ada juga yang memerlukan resep dokter. Nah, berikut ini adalah pilihan obat sakit tenggorokan yang bisa Anda beli secara bebas di apotek.

Obat Sakit Tenggorokan Di Apotik

Pilihan Obat Sakit Tenggorokan Yang Bisa Didapatkan Di Apotek

Sakit tenggorokan, atau dalam bahasa medis disebut faringitis, biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, Anda mungkin perlu minum obat agar bisa pulih lebih cepat dan gejala tidak mengganggu aktivitas sehari – hari.

Anda bisa mengonsumsi obat sakit tenggorokan alami yang Anda buat sendiri atau minum obat bebas. Sebelum membeli obat sakit tenggorokan di apotek, sebaiknya cari tahu dulu penyebab sakit tenggorokan yang Anda alami

Berkonsultasi dengan dokter adalah cara terbaik untuk mengetahui penyakit yang mendasari sakit tenggorokan Anda. Jika Anda mengalami sakit tenggorokan dengan gejala yang cukup parah atau tidak kunjung hilang, sebaiknya konsultasikan juga dengan dokter mengenai cara pengobatan yang dianjurkan.

Berikut beberapa obat sakit tenggorokan yang bisa Anda beli di apotek dengan atau tanpa resep dokter.

1. Obat Penghilang Rasa Sakit

Sakit tenggorokan umumnya disebabkan oleh infeksi virus. Kondisi ini biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus, sehingga pengobatan hanya dilakukan untuk meredakan gejala yang dialami. Jika Anda baru saja mengalami sakit tenggorokan dan mengalami gejala seperti demam, nyeri dan nyeri, serta lemas, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas.

Anda bisa memilih obat NSAID yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit sekaligus anti inflamasi, misalnya aspirin dan ibuprofen.

Sebagai alternatif, Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda nyeri lain yang tidak berfungsi sebagai antiradang, seperti parasetamol. Paracetamol biasanya lebih direkomendasikan untuk anak – anak karena memiliki risiko efek samping yang lebih aman bagi mereka dibandingkan NSAID.

Jika rasa sakit yang Anda rasakan cukup parah, Anda bisa mengonsumsi obat bius, seperti benzokain dan benzidamin.

Anestesi dapat membuat tenggorokan Anda mati rasa untuk sementara, yang dapat menghilangkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Obat ini tersedia dalam bentuk semprotan, obat kumur, atau permen.

2. Obat Antibiotik

Obat sakit tenggorokan yang bisa dibeli di apotek selanjutnya adalah antibiotik, seperti penisilin. Namun, obat ini hanya digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Obat ini biasanya juga tidak terlalu efektif untuk meredakan gejala sakit tenggorokan.

Jika disebabkan oleh infeksi virus atau alergi, sebaiknya tidak mengonsumsi obat ini karena tidak efektif. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk memastikannya.

Mengkonsumsi antibiotik secara sembarangan dapat membuat tubuh Anda kurang resisten terhadap pengobatan antibiotik di kemudian hari. Antibiotik untuk radang tenggorokan tetap perlu dikeluarkan meski kondisi Anda sudah membaik atau gejalanya sudah hilang.

Baca juga :   Cara Mengeluarkan Bulu Mata Yang Masuk Kedalam Mata Dengan Aman

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kekebalan bakteri dan penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain yang dapat memperburuk kondisi Anda.

Jika antibiotik dihentikan, obat mungkin menjadi tidak efektif dalam menghentikan peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan menyebabkan sakit tenggorokan berulang.

3. Obat Kortikosteroid

Anda dapat mengonsumsi obat sakit tenggorokan yang dijual bebas yang mengandung kortikosteroid, seperti metilprednisolon, prednison, dan deksametason.

Jenis obat ini bisa dalam bentuk tablet atau suntikan dan sebaiknya menggunakan resep dokter sebelum meminumnya.

Sebagai obat anti-inflamasi, ia bekerja dengan mencegah jaringan tubuh merespons proses inflamasi dan dengan menghambat pertumbuhan sel – sel yang meradang.

Selain itu, obat ini juga membantu sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi penyakit. Obat kortikosteroid dapat diminum untuk mengobati sakit tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.

Namun penggunaannya tidak boleh berlebihan atau dalam jangka panjang, sehingga harus sesuai dengan anjuran dokter.

4. Antihistamin

Jika disebabkan oleh rinitis alergi, dokter biasanya akan meresepkan antihistamin untuk mengobatinya. Beberapa contoh obat antihistamin adalah chlorpheniramine maleate (CTM), cetirizine, hydroxyzine, dan brompheniramine.

Melansir Cleveland Clinic, ada sejumlah zat yang biasanya memicu alergi seperti debu, serbuk sari, bulu binatang, lateks, sengatan binatang, dan makanan tertentu.

Anda mungkin sudah tahu zat apa yang membuat Anda alergi. Jika tidak, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai hal ini. Jadi, Anda bisa langsung mengetahui bahwa sakit tenggorokan Anda disebabkan oleh alergi.

5. Obat Antijamur

Selain infeksi bakteri atau virus, sakit tenggorokan juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur. Jadi, untuk mengatasi hal tersebut, Anda perlu minum obat sakit tenggorokan di apotek yang mengandung antijamur (antijamur)

Secara umum, gejala infeksi jamur di mulut dan tenggorokan ditandai dengan adanya bintik – bintik putih di mulut atau pangkal tenggorokan.

Selain itu, Anda juga akan merasakan nyeri, mati rasa pada lidah, dan rasa seperti kapas di tenggorokan.

Untuk memastikannya, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Jika terbukti karena jamur, dokter akan memberikan obat antijamur.

Obat ini bisa berupa obat oral, obat kumur, atau obat tetes. Beberapa contoh obat antijamur seperti klotrimazol, mikonazol, atau nistatin.

6. Obat Antiseptik

Pada umumnya sakit tenggorokan disebabkan oleh infeksi mikroorganisme. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan antiseptik.

Anda bisa membeli obat sakit tenggorokan yang mengandung antiseptik di apotek. Obat ini bisa berupa obat oral, obat kumur, atau semprot.

Antiseptik dapat membantu mengurangi jumlah bakteri penyebab peradangan di tenggorokan.

Biasanya obat ini tidak memerlukan resep dokter, namun pastikan Anda mengikuti petunjuk pada kemasan untuk mengetahui cara penggunaan yang benar.

7. Permen Pelega Tenggorokan

Obat sakit tenggorokan lainnya yang bisa Anda dapatkan di apotek adalah obat pelega tenggorokan. Beberapa obat pelega tenggorokan yang dijual bebas di supermarket juga bisa menjadi obat untuk mengurangi rasa sakit akibat peradangan.

Kebanyakan pelega tenggorokan mengandung ekstrak mentol, pepermin, atau kayu putih. Kandungan tersebut dapat memberikan efek sejuk sekaligus sensasi hangat di tenggorokan.

Ketiga bahan alami ini juga mengandung senyawa anti inflamasi, antibakteri, dan antivirus yang dapat mempercepat proses penyembuhan. Selain manfaat tersebut, pelega tenggorokan juga berfungsi untuk meningkatkan produksi air liur, sehingga mencegah tenggorokan kering dan sakit.

Hal – Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Minum Obat Radang Tenggorokan

cara mengobati tenggorokan sakit

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain infeksi virus, bakteri, iritasi, reaksi alergi, dan lain sebagainya.

Pengobatan faringitis harus sesuai dengan penyebab dan gejala yang menyertainya. Jadi, sebelum membeli obat sakit tenggorokan di apotek, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter.

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa tidak ada satu obat yang benar – benar efektif untuk semua orang. Jadi, pantau respons tubuh Anda terhadap obat apa pun yang Anda minum. Jika gejala Anda tidak membaik atau bertambah parah, beri tahu dokter agar dapat ditangani sesuai dengan kondisi Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.