Gejala Penyakit Mata Yang Akan Memperburuk Fungsi Penglihatan

Iritasi mata apapun tidak boleh diabaikan. Baik itu keluhan gatal, ataupun nyeri atau bahkan susah melihat, harus segera memeriksakan diri ke dokter sebelum berdampak pada fungsi penglihatan. Berikut gejala penyakit mata yang harus segera dicek:

Gejala Penyakit Mata

1. Kesulitan Melihat Pada Malam Hari Atau Mengendarai Kendaraan

Mengemudi pada malam hari merupakan tolak ukur yang tepat untuk memperburuk fungsi penglihatan.

Solusi untuk keluhan tersebut bisa sesederhana mendapatkan resep baru untuk ukuran kacamatanya atau bisa juga masalah yang lebih serius seperti katarak. Untuk memastikannya, segera kunjungi dokter mata.

2. Mata Merah Atau Merah Muda

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan mata merah atau merah muda, seperti sakit mata (konjungtivitis), alergi, atau bisa juga glaukoma langka. Jika mata Anda masih merah atau merah muda setelah 24-48 jam, segera periksakan ke dokter mata.

3. Kepekaan Terhadap Cahaya

Keluhan tersebut biasanya disertai radang mata. Jangan menunda menemui dokter mata karena beberapa kondisi yang dapat menyebabkan mata sensitif dalam beberapa cara dapat memicu jaringan parut, dan beberapa akan permanen.

4. Penglihatan Kabur Atau Kesulitan Fokus Pada Objek

Ada beberapa alasan mengapa tiba-tiba terjadi gangguan penglihatan, untuk mengetahuinya perlu dilakukan pemeriksaan mata.

5. Sakit Pada Mata

Jika mata terasa perih, jangan tunda lagi ke dokter agar penglihatan kembali pulih. Beberapa penyakit, seperti glaukoma, bisa menyebabkan sakit mata yang parah. Selain itu, ada juga gejala pusing, sakit kepala, dan muntah. Penyebab sakit mata lainnya antara lain iritasi akibat benda asing di mata, mata kering, atau gangguan kornea.

6. Didiagnosis Dengan Penyakit Kronis

Ada sejumlah penyakit kronis yang dapat mempengaruhi penglihatan, misalnya diabetes, lupus, hingga rheumatoid arthritis. Penyakitnya bisa bermacam-macam bentuknya, misalnya diabetes bisa menyebabkan penglihatan kabur, sedangkan lupus membuat kita lebih peka terhadap cahaya.

7. Sering Sakit Kepala

Ada banyak penyebab sakit kepala, tapi kelainan mata adalah yang paling umum. Tak sedikit orang yang sering mengalami sakit kepala, ternyata membutuhkan kacamata atau penyakit lain yang lebih serius.

Baca juga :   Penyebab Kantung Mata Hitam Dan Cara Mengatasinya

8. Melihat Titik – Titik

Ada titik-titik pada penglihatan biasanya normal, Namun akan tapi ada juga penyebab yang serius, seperti dengan gangguan pada retina. Misalnya, kasus retinal terlepas diklasifikasikan sebagai keadaan darurat medis karena dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara permanen.

Cara Mengobati Sakit Mata

Cara Mengobati Sakit Mata

Untuk meredakan keluhan yang tergolong ringan, ada beberapa cara alami mengatasi sakit mata yang bisa Anda lakukan, yaitu:

1. Kompres Kantong Teh

Kandungan antioksidan yang ada dalam teh, seperti teh hijau, teh hitam, atau kamomil yang dipercaya dapat meredakan keluhan pada mata, seperti mata bengkak, kering, dan mata merah.

2. Tetes Larutan Air Garam Atau Larutan Garam Steril

Garam memiliki sifat antibakteri sehingga dapat melawan kuman penyebab infeksi yang masuk ke mata. Air garam juga sangat bagus digunakan untuk membersihkan mata dan mengobati, larutan garam biasanya tersedia tanpa resep dan tersedia di apotek.

Untuk menggunakan larutan garam sebagai cara alami untuk mengobati sakit mata, Anda bisa mengoleskan beberapa tetes larutan garam pada mata yang sakit 3-4 kali sehari.

3. Kompres Hangat

Kompres hangat dapat digunakan sebagai cara alami mengobati sakit mata untuk mengatasi iritasi mata, mata merah, dan mata kering. Kompres hangat juga bisa mengendurkan otot mata dan mengurangi sakit mata.

4. Kompres Dingin

Kompres dingin juga bisa digunakan untuk meredakan keluhan sakit pada mata. Namun, bedanya, kompres dingin juga bisa digunakan untuk mengurangi bengkak dan lebam pada mata.

Cara pengompresannya hampir sama. Hanya saja, direndam dalam air dingin atau dimasukkan ke dalam lemari es (freezer) beberapa saat sebelum digunakan. Kemudian, letakkan kain di atas mata atau kelopak mata yang bengkak selama 10–15 menit.

Jika beberapa cara mengobati gejala penyakit mata secara alami di atas tidak berhasil mengatasi sakit mata yang Anda alami, Anda mungkin memerlukan obat tetes mata, salep mata, atau bahkan obat oral dari dokter. Untuk menentukan jenis obat yang akan digunakan, Anda perlu berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu.

Baca juga :   Ciri-Ciri Mata Iritasi Softlens Dan Cara Mengatasinya

Langkah Pencegahan Sakit Mata

Untuk anda dapat menghindari gejala penyakit mata, Anda bisa untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan seperti berikut ini:

  • Selalu cuci tangan Anda secara teratur
  • Jauhi kebiasaan mengucek mata
  • Hindari berbagi handuk, saputangan, atau alat rias dengan orang lain
  • Ganti seprai setiap minggu
  • Jaga kebersihan lensa kontak dan ganti tepat waktu

Cara untuk mengobati sakit mata secara alami hanya bisa meredakan keluhan mata ringan. Namun, jika sakit mata Anda cukup parah, tidak kunjung membaik setelah 1-2 minggu, atau jika semakin parah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter mata agar dapat memberikan obat sakit mata yang sesuai.

Lihat Juga : Gejala Kanker Mata Dan Jenis – Jenis Kanker Pada Mata

Jenis Penyakit Mata Pada Anak

Sakit mata pada anak juga bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari dengan infeksi hingga iritasi bahkan kelainan bawaan. Anak cenderung sulit mengungkapkan keluhannya, oleh karena itu orang tua perlu lebih mawas diri dalam mengenali jenis sakit mata yang sering dialami anak.

Jenis Penyakit Mata Pada Anak

Di saat yang sama, Anda mungkin merasa bingung karena tidak tahu apa yang menyebabkan si kecil mengalami sakit mata dan bagaimana cara mengobatinya. Nah, simak ulasan berikut ini agar Anda bisa membantu si kecil meredakan sakit mata.

Sakit Mata Umum Pada Anak-anak

Berikut ada beberapa jenis penyakit mata yang paling sering dialami oleh anak – anak dan cara untuk mengatasinya:

1. Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva, yaitu jaringan di sekitar mata dan bagian dalam kelopak mata.

Anak dengan konjungtivitis mungkin menunjukkan beberapa gejala, seperti:

  • Rewel karena matanya perih atau gatal.
  • Mata bengkak
  • Sering mengucek.
  • Mata berair dan merah.
  • Kerak muncul di mata (belek).

Konjungtivitis yang di akibatkan oleh infeksi virus dan bakteri dapat dengan mudah menular ke orang lain, sedangkan konjungtivitis akibat iritasi atau reaksi alergi tidak menular.

Untuk mengatasi kondisi ini, anak Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Setelah penyebab dan jenis konjungtivitis teridentifikasi, dokter akan menentukan pengobatan konjungtivitis sesuai penyebabnya.

Baca juga :   Softlens Untuk Mata Silinder Berbeda Dengan Lensa Kontak Biasa

2. Bintitan

Selain dengan konjungtivitis, bintitan juga merupakan penyakit mata yang umum terjadi pada anak-anak. Benjolan kecil yang tumbuh di sekitar kelopak mata ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.

Noda akan semakin mudah timbul jika anak tidak menjaga kebersihan mata atau memiliki kebiasaan tertentu, seperti sering menggosok mata dengan tangan kotor. Untungnya, bintit tersebut bisa hilang dengan sendirinya dalam 1-2 minggu tanpa pengobatan.

3. Selulitis Orbital

Sakit mata anak yang seperti ini merupakan kondisi yang perlu diwaspadai. Infeksi ini bisa menyebar dari rongga sinus (sinusitis) atau terjadi saat anak mengalami cedera mata.

Anak – anak akan menunjukkan beberapa keluhan, seperti:

  • Matanya bengkak dan merah sehingga sulit bagi anak untuk memejamkan mata.
  • Rewel karena mata terasa sakit.
  • Penglihatan terganggu.
  • Demam.
  • Kesulitan menggerakkan bola mata.

4. Sobekan Kelenjar Yang Tersumbat

Jika anak Anda berusia di bawah 1 tahun dan mengalami gejala berupa air mata terus menerus, area sekitar mata bengkak, kelopak mata saling menempel, dan mata berkerak, ini bisa jadi pertanda bahwa si kecil mengalami penyumbatan air mata.

Kondisi ini biasa terjadi pada bayi baru lahir dan akan sembuh sendiri setelah ia dewasa (biasanya membaik setelah anak berusia sekitar 1 tahun).

Anak – anak juga dapat mengalami beberapa gejala penyakit mata lainnya, seperti:

  • Masalah mata refraksi (rabun jauh atau rabun dekat).
  • Mata juling.
  • Mata malas atau ambliopia (mata malas).
  • Glaukoma.
  • Katarak.

Retinopati prematuritas, yaitu gangguan pada retina mata bayi yang terjadi saat bayi lahir terlalu cepat (di bawah 31 minggu).

Beberapa penyakit mata di atas umumnya disebabkan oleh kelainan bawaan atau cacat lahir pada mata yang sudah terjadi sejak anak masih dalam kandungan.

Saat anak mengeluh iritasi atau nyeri pada mata, Maka usahakan untuk tidak panik. Jika keluhan anak tidak kunjung membaik, segera bawa anak berkonsultasi ke dokter mata untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.