Mata Silinder Juga Dapat Menyebabkan Kebutaan

  • Rendi Sihombing
  • Jan 26, 2021
Mata Silinder

Silinder mata atau astigmatisme adalah salah satu jenis kelainan refraksi yang disebabkan oleh ketidak teraturan berupa kelengkungan pada kornea dan / atau lensa mata seseorang.

Gangguan mata silinder bisa terjadi sejak lahir (bawaan), atau bisa berkembang secara bertahap (perlahan) dalam kehidupan.

Mata Silinder

Kondisi mata seperti ini biasanya terjadi bersamaan dengan miopia (rabun jauh) atau hipermetropia (rabun dekat), dan dapat juga dengan mudah didiagnosis dengan pemeriksaan mata yang sederhana.

Gejala

Mata silinder / astigmatisme biasanya menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau terdistorsi sampai tingkat tertentu di semua jarak (terutama jarak jauh). Beberapa gejala tersebut adalah mata tegang, sakit kepala, menyipitkan mata, memalingkan muka dengan kepala dimiringkan, mengucek mata, dan sering berkedip.

Penyebab Mata Silinder

Ini biasanya disebabkan oleh bentuk kornea dan / atau lensa mata yang biasanya tidak melengkung. Jika pada umumnya kornea berbentuk bulat simetris (seperti bola), maka pada penderita astigmatisme lebih berbentuk seperti telur (lonjong), dimana satu meridian secara signifikan lebih curam daripada meridian yang tegak lurus dengan itu yang datar. Perbedaan kelengkungan kornea ini sering menyebabkan terjadinya astigmatisme.

3 jenis Mata Silinder / Astigmatisme

Ada tiga jenis utama, yaitu:

  • Miopia sederhana.

Satu meridian adalah rabun jauh sehingga fokus berada di depan retina, sedangkan meridian fokus berada tepat di retina. Sedangkan jika kedua meridian tersebut rabun jauh, dimana kedua meridian fokal berada di depan retina dan terjadi pada posisi yang berbeda, maka disebut miopia kompleks silindris.

  • Hipermetropia sederhana.

Satu meridian fokus jatuh pada retina, sedangkan yang tegak lurus terhadap fokus berada di belakang retina. Namun, jika dua meridian fokus berada di belakang retina dan terjadi pada posisi yang berbeda, ini disebut silinder hipermetropik kompleks.

  • Campuran.

Satu meridian fokus berada di depan retina, sedangkan meridian fokus yang tegak lurus berada di belakang retina.

Tes Mata Silinder / Astigmatisme

Mata Silinder

Seorang dokter mata dapat menggunakan salah satu dari tes ini untuk mendiagnosis keberadaan astigmatisme dan mengetahui seberapa parahnya:

Tes ketajaman visual. Anda akan membaca huruf atau angka pada Grafik Snellen standar dari jarak 20 kaki. Jika penglihatan Anda 20/20, itu berarti Anda bisa melihat dari 20 kaki dalam huruf sampai 20 kaki, dan ini disebut penglihatan normal (emetropia).

Dokter mata akan menempatkan phoropter di depan wajah (mata) dan Anda akan melihatnya dan memberi tahu dokter opsi lensa mana yang terbaik untuk dilihat dengan jelas.

Pemeriksaan juga bisa dilakukan melalui alat genggam yang disebut Retinoscope. Dengan bantuan Retinoscope, seorang Dokter Spesialis Mata dapat memilih lensa terbaik untuk setiap mata dengan menggunakan lensa koreksi genggam. Pemeriksaan dengan teknik ini, akan memberikan hasil yang lebih obyektif.

Mesin ini mengukur kurva di tengah kornea Anda. Pemeriksaan ini untuk menentukan kurva yang paling curam dan paling datar. Pengukuran ini memberikan informasi tentang bentuk dan besaran astigmatisme kornea.

Dokter mata juga menggunakan keratometer untuk mengukur kelengkungan kornea bagi pemakai lensa kontak, pemeriksaan skrining untuk operasi katarak, dan untuk memeriksa perubahan kornea setelah operasi mata (misalnya pasca operasi katarak dan Lasik).

Topografi kornea. Teknologi canggih ini memberikan informasi paling detail tentang bentuk kornea mata dan Dokter Mata akan memberi tahu Anda sesuatu yang spesifik untuk kornea Anda. Sementara itu, perangkat ini mampu mengumpulkan ribuan pengukuran. Kemudian alat ini dapat membuat peta warna kornea dari data pengukuran.

Mengobati Mata Silinder / Astigmatisme

Kondisi mata astigmatisme biasanya dapat diperbaiki dengan pemberian kacamata, lensa kontak, atau operasi refraksi (Lasik).

Astigmatisme harus ditangani secepat mungkin. Setelah didiagnosis, diperlukan kunjungan rutin ke dokter mata, karena astigmatisme pada anak sering menyebabkan gangguan penglihatan berupa mata malas jika tidak segera diperbaiki, sehingga perlu segera diresepkan lensa koreksi dengan ukuran dan derajat terbaru.

Ciri Ciri Mata Silinder

Ketika Anda kesulitan melihat suatu benda, mungkin Anda akan menebak apakah kondisi Anda minus, plus, atau mata silinder? Kesulitan melihat garis lurus dengan jelas sering kali dikaitkan dengan kelainan mata silinder. Namun, masih ada tanda dan gejala lain yang termasuk dalam ciri-ciri mata silinder.

Ciri Ciri Mata Silinder

Apa Ciri-Ciri Mata Silinder?

Mata silindris (astigmatisme) terjadi akibat bentuk kornea atau lensa di bagian dalam bola mata yang tidak memiliki kelengkungan yang lengkap. Kondisi ini menyebabkan mata tidak dapat memfokuskan cahaya pada retina (kelainan refraksi) sehingga benda tidak dapat terlihat dengan jelas.

Anda mungkin mengalami mata silinder dengan derajat yang berbeda di setiap mata. Ini berarti hanya satu mata yang mungkin mengalami silinder, sedangkan yang lain mungkin tidak. Dalam beberapa kasus, kedua mata bisa menjadi silindris, tetapi dengan tingkat keparahan yang berbeda.

Mata silinder biasanya dialami dengan rabun jauh (miopia) atau rabun dekat (hipermetropi). Kebanyakan orang yang memiliki mata silinder, terutama anak-anak, sulit menyadari jika mengalami gangguan penglihatan ini.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenali ciri-ciri mata silinder agar gangguan penglihatan ini dapat segera ditangani. Berikut beberapa gejala mata silinder:

1. Penglihatan Kabur

Penglihatan kabur adalah tanda umum yang menunjukkan kerusakan pada mata. Biasanya, bentuk kornea atau lensa di dalam bola mata berbentuk bulat sempurna. Hal ini bertujuan untuk meratakan penyebaran cahaya yang masuk ke mata agar objek dapat terlihat dengan jelas.

Namun pada mata silinder, kelengkungan lensa mata tidak terbentuk sempurna. Perbedaan bentuk kurva ini dapat mengubah cahaya yang masuk atau membiaskannya kembali ke arah lain. Akhirnya, cahaya tidak bisa langsung jatuh ke retina.

Kondisi ini menyebabkan penglihatan pada mata menjadi buram dan tidak jelas. Orang dengan mata silinder biasanya kesulitan melihat garis atau permukaan lurus. Selain tampak buram, ciri-ciri mata silinder terkadang menunjukkan bahwa objek bisa tampak berbayang.

2. Mata Lelah Dan Sulit Fokus

Pasalnya, mata harus bekerja ekstra keras karena kerusakannya, mata mudah lelah saat melihat. Apalagi jika Anda harus fokus dalam waktu lama pada suatu objek, seperti membaca, menatap layar elektronik, bekerja di depan komputer, atau melihat dari kejauhan.

Ciri mata silindris ini menyebabkan mata terasa perih, gatal, atau berair, sehingga perlu diistirahatkan dengan menutup mata sejenak. Kondisi mata yang lelah membuat seseorang sulit untuk fokus mengamati atau melakukan sesuatu.

Ketika gejala mata silinder ini terjadi pada anak-anak dan tidak segera ditangani, hal itu dapat menyebabkan komplikasi mata malas.

Jika anak sering mengeluh matanya terasa lelah dan perih saat fokus menonton atau membaca dalam waktu lama, segera lakukan pemeriksaan penglihatan mata untuk mendeteksi mata silindris sejak dini.

3. Sering Menyipitkan Mata

Sering Menyipitkan Mata

Ciri mata silindris selanjutnya adalah seringnya menyipitkan mata ketika dilihat dari dekat atau jauh. Sulit untuk melihat suatu objek, seringkali membuat Anda harus memicingkan mata hingga objek tersebut cukup jelas.

Gejala mata silindris ini bisa terlihat dengan jelas bila Anda memiliki gangguan penglihatan tertentu.

4. Sakit Kepala

Dalam beberapa kasus, kondisi mata silindris yang parah juga dapat menyebabkan sakit kepala. Dikarenakan mata bekerja terlalu keras untuk melihat objek dengan jelas. Padahal kemampuan penglihatan mata mengalami penurunan akibat mata silinder.

Sakit kepala akibat gejala mata silindris biasanya disertai dengan kelelahan mata, terutama jika hal ini sering dialami. Saat sakit kepala terjadi, biasanya mata juga terasa tegang. Nyeri di kepala bisa bertambah parah jika silinder mata tidak segera ditangani.

Pada kondisi astigmatisme ringan, biasanya mata masih bisa menyesuaikan. Namun, memakai lensa kontak atau kacamata bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi gejala silinder yang mengganggu. Selain itu, menjaga kesehatan mata juga penting dilakukan agar mata silindris tidak semakin parah.

Bahaya Mata Silinder

Ada banyak kelainan mata, dari mata rabun, mata silindris, hingga katarak. Untuk itu setiap orang pasti mengetahui ciri-ciri mata rabun, ciri-ciri mata silindris, ataupun ciri-ciri mata yang mengalami kelainan lainnya.

Bahaya Mata Silinder

Mata silinder sering juga disebut astigmatisme. Gangguan mata silinder ini merupakan kondisi mata yang kabur dan berbayang saat melihat suatu benda.

Kondisi ini disebabkan karena kelengkungan kornea yang tidak sempurna sehingga cahaya yang masuk tidak tepat terfokus pada salah satu titik retina.

Meski mata silinder bisa terjadi pada semua usia, namun beberapa kasus menunjukkan bahwa kaum muda lah yang paling banyak terkena gangguan mata ini.

Mata silinder dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor keturunan, radiasi cahaya, hingga asupan vitamin A yang tidak mencukupi. Radiasi cahaya dari TV, komputer, smartphone menjadi penyebab mata silinder yang sering tidak disadari. Karena itulah kita harus mengetahui jarak aman untuk menonton tv.

Selain itu, kebiasaan membaca dalam kondisi cahaya redup atau terlalu terang, membaca dengan posisi berbaring, sering begadang juga menjadi penyebab gangguan mata silindris ini. Ciri-ciri seseorang yang menderita kelainan mata silinder dapat dilihat dari gejala mata silinder, antara lain penglihatan kabur, kesulitan membaca tulisan halus, sering menyipitkan mata saat melihat, mata terasa cepat tegang dan lelah, serta sakit kepala.

Mata silinder kini sudah menjadi penyakit mata yang umum seperti rabun jauh atau rabun dekat. Tapi sebenarnya mata silinder ini berbahaya? Seberapa berbahayanya? Apakah mata silinder lebih berbahaya daripada kelainan mata lainnya? Berikut penjelasan dampak yang terjadi akibat gangguan mata silindris:

1. Mata Cepat Lelah dan Mudah Mengantuk

Salah satu dampak gangguan mata, termasuk mata silindris, adalah mata mudah lelah dan cepat mengantuk. Kelelahan mata ini bisa terjadi setiap kali mata melakukan aktivitasnya. Bedanya, intensitas mata lelah ini akan semakin sering, meski aktivitasnya tidak banyak.

Gangguan mata silindris cenderung merusak saraf mata dan menyebabkan mata menjadi lemah. Efek selanjutnya adalah kemampuan untuk menjaga mata agar tetap terjaga akan berkurang, dengan kata lain mata akan mudah mengantuk.

Cara mengatasi mata lelah adalah dengan mengistirahatkan mata. Hentikan aktivitas yang berkaitan dengan performa mata, misalnya membaca atau bekerja di depan komputer. Jika cara ini tidak berhasil, kompres mata bisa menjadi alternatif.

Kompres kantong teh di kedua mata selama beberapa saat. Dengan cara ini mata akan kembali segar.

2. Sakit Kepala

Sakit Kepala

Mata silinder juga bisa menyebabkan sakit kepala. Sakit kepala ini biasanya muncul secara tiba-tiba. Jika kelelahan mata tidak ditangani dengan baik, jaringan saraf yang mengarah ke otak akan mengalami ketegangan.

Ketegangan ini menyebabkan aliran darah menjadi lancar. Hingga akibatnya kepala akan sakit. Jika silinder mata semakin parah, intensitas sakit kepala juga akan meningkat. Sakit kepala ringan juga merupakan efek samping dari bermain ponsel sambil berbaring.

3. Penglihatan Buruk

Kelainan mata silindris pada tahap awal umumnya tidak diketahui. Penderita akan mulai terganggu saat penglihatan mulai memburuk. Jika terdapat gangguan penglihatan berupa gambar yang kabur sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Pasalnya, penglihatan akan semakin parah dan terlebih lagi menjadi tidak bisa mengenali orang-orang di sekitar Anda jika hal-hal seperti ini dibiarkan begitu saja tanpa penanganan yang tepat.

Ketika level silinder di mata pasien semakin tinggi, jarak maksimum yang bisa dilihatnya adalah 10 meter. Selebihnya dari jarak itu, dia akan kesulitan mengenali wajah orang-orang di sekitarnya. Selain itu, orang dengan silinder juga akan mengalami silau yang berlebihan saat melihat cahaya di malam hari.

4. Ablasi Retina

Bahaya mata silinder selanjutnya adalah radang mata. Peradangan ini juga disebut ablasi retina. Detasemen retina mata ini selanjutnya dapat menyebabkan penyusutan saraf mata.

Kebiasaan buruk yang paling berperan dalam munculnya gangguan mata silinder adalah kebiasaan menggunakan mata yang buruk. Misalnya terlalu lama berada di depan komputer, laptop atau gadget, terlalu dekat saat menonton TV, dan bermain gadget sambil tiduran.

5. Kebutaan

Kebutaan

Bahaya terparah dari mata silinder adalah kebutaan. Kebutaan ini bisa terjadi jika mata silinder tidak ditangani dengan baik. Dampak dari kebutaan ini juga bisa terjadi pada penderita mata minus.

Meski demikian, masih jarang penderita mata silinder mengalami dampak terparah yaitu kebutaan. Namun, akan lebih baik jika penanganan mata silindernya cepat. Selain itu, kebiasaan buruk dalam aktivitas yang menyedot energi dari mata harus dihilangkan. Dampak yang sering terjadi dari kelainan mata silindris adalah ambliopia. Dan kelainan ini paling sering menyerang anak-anak.

Jangan remehkan mata silinder. Tanpa penanganan yang tepat, mata silinder akan sama berbahayanya dengan gangguan mata lainnya seperti mata minus. Untuk itu, selalu perhatikan kesehatan mata anda, Dan jauhi kebiasaan buruk pada mata, dan terapkan pola hidup sehat agar kesehatan mata anda tetap terjaga. Makanan yang baik untuk mata minus dan mata silinder harus selalu anda konsumsi.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *