Mengapa Air Liur Merupakan Alat Pertahanan Terhadap Penyakit

Beberapa orang terbiasa membuang air liur di mana saja. Selain tidak sedap dipandang, kebiasaan meludah juga merugikan. Meludah artinya sama dengan membuang pertahanan tubuh dan telah menyebarkan banyak kuman. Air liur sangat bermanfaat. Di mulut kita, air liur diproduksi setiap saat oleh tiga kelenjar utama, yaitu kelenjar parotid, kelenjar sublingual, dan kelenjar submandibular, mengapa air liur merupakan alat pertahanan terhadap suatu penyakit yuk simak beberapa penjelasannya berikut ini.

Manfaat Air Liur

Manfaat Air Liur

Air liur merupakan cairan yang berperan penting dalam menunjang kesehatan mulut dan proses pencernaan makanan. mengapa air liur merupakan alat pertahanan terhadap suatu penyakit
Jika jumlah air liur terlalu sedikit atau terlalu banyak, hal ini dapat menandakan adanya masalah pada kesehatan mulut atau kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Air liur diproduksi oleh kelenjar ludah yang terletak di dalam mulut. Kelenjar ini menghasilkan kurang lebih 1-2 liter air liur setiap harinya. Air liur mengandung protein, mineral, air, dan enzim amilase yang berfungsi untuk mencerna karbohidrat.

Air liur berfungsi sebagai alat untuk mencerna makanan. Saat makanan masuk ke mulut, air liur membasahi makanan dan membantu kita mengunyah dan menelan makanan.

Air liur adalah salah satu alat pertahanan tubuh yang ampuh. Misalnya, bayi yang biasa memasukkan benda asing ke dalam mulutnya tetap bisa sehat karena air liurnya mengandung protein antibodi yang menghancurkan bakteri.

Rongga mulut kita mengandung bakteri yang mudah merusak jaringan dan menyebabkan gigi berlubang. Tapi aliran air liur membantu menghancurkan bakteri. Nah, saat produksi air liur berkurang, gigi akan mudah rusak. Ini ada hubungannya dengan alasan mengapa kita harus menyikat gigi sebelum tidur.

Sistem Pertahanan Tubuh Nonspesifik

Sistem pertahanan non spesifik tubuh adalah pertahanan tubuh yang tidak membedakan mikroorganisme patogen satu dengan lainnya. Sistem pertahanan ini bisa didapatkan dengan beberapa cara berikut.

Pertahanan Yang Ada Di Permukaan Tubuh

1) Pertahanan Fisik

Pertahanan fisik dilakukan oleh lapisan luar tubuh yang menghalangi masuknya patogen ke dalam tubuh. Pertahanan ini disediakan oleh kulit dan selaput lendir. Lapisan kulit terluar terdiri dari sel – sel mati yang terbungkus rapat sehingga patogen sulit menembusnya. Lapisan luar kulit juga mengandung keratin dan sedikit air sehingga pertumbuhan mikroorganisme terhambat.

Baca juga :   Pentingnya Rehabilitasi Bagi Pecandu Narkoba
2) Pertahanan Mekanis

Pertahanan mekanis disediakan oleh bulu hidung dan silia. Bulu hidung berfungsi untuk menyaring udara yang dihirup dari partikel dan mikroorganisme berbahaya. Sedangkan silia yang terdapat pada trakea berfungsi menyapu partikel berbahaya yang terperangkap di dalam lendir sehingga keluar bersama air liur.

3) Pertahanan Kimia

Pertahanan kimia dilakukan oleh cairan sekretori yang diproduksi oleh kulit dan selaput lendir. Cairan sekret tersebut mengandung zat kimia yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme.

Misalnya minyak dan keringat. Kedua sekresi cair tersebut menyediakan lingkungan asam yang mencegah pertumbuhan mikroorganisme pada kulit. Sedangkan air liur (ludah), air mata, dan sekret mukus (lendir) mengandung enzim lisozim yang dapat membunuh bakteri. Enzim menghidrolisis dinding sel patogen sehingga sel kemudian pecah dan mati.

4) Pertahanan Biologis

Pertahanan biologis disediakan oleh populasi bakteri tidak berbahaya yang hidup di kulit dan selaput lendir. Bakteri ini melindungi tubuh kita dengan bersaing dengan bakteri patogen dalam memperoleh nutrisi.

Respon Peradangan (Inflamasi)

Peradangan adalah respon tubuh terhadap kerusakan jaringan, misalnya akibat tergores atau benturan keras. Adanya kerusakan jaringan menyebabkan patogen mampu melewati pertahanan tubuh untuk menginfeksi sel – sel tubuh. Jaringan yang terinfeksi kemudian merangsang sel mast untuk melepaskan histamin dan prostaglandin.

Mastosit berkembang dari jenis sel darah putih, yaitu basofil. Histamin menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan meningkatkan kecepatan aliran darah sehingga permeabilitas pembuluh darah meningkat. Akibatnya, area yang terinfeksi menjadi merah, panas, bengkak, dan nyeri.

Fagositosis

Fagositosis adalah peristiwa suatu sel menelan sel atau benda lain. Proses ini dilakukan oleh sel darah putih yang meliputi neutrofil dan monosit. Neutrofil bekerja dengan cara memasuki jaringan yang terinfeksi, kemudian menelan patogen.

Monosit akan berubah menjadi makrofag terlebih dahulu setelah memasuki jaringan. Makrofag juga berfungsi untuk menelan patogen. Sel – sel fagositik ini akan bekerja setelah mendapatkan sinyal kimiawi dari jaringan yang terinfeksi patogen.

Baca juga :   Perawatan Wajah Secara Alami Sebelum Tidur Kulit Menjadi Sehat

Makrofag disebut juga pemakan besar karena berukuran besar, bentuknya tidak beraturan, dan membunuh patogen dengan cara fagositosis. Makrofag membunuh patogen dengan menutupi sel patogen dengan pseudopodia (kaki semu) dan kemudian menelannya. Patogen selanjutnya dihancurkan dengan bantuan lisosom.

Setelah infeksi teratasi, sebagian neutrofil dan sel fagosit lainnya akan mati bersamaan dengan matinya sel tubuh dan patogen. Sel fagosit yang masih hidup atau mati dan sel tubuh yang rusak kemudian akan membentuk nanah. Pembentukan nanah merupakan indikator bahwa infeksi telah sembuh.

Protein Antimikroba

Salah satu jenis protein yang berperan dalam sistem pertahanan non spesifik tubuh adalah protein komplemen. Protein pelengkap membunuh bakteri penginfeksi dengan membentuk lubang di dinding sel dan membran plasma bakteri.

Baca juga : Cara Mengobati Tenggorokan Sakit Dan Dapat Mempercepat Pemulihan

Hal ini mengakibatkan ion Ca2+ keluar dari sel bakteri. Sedangkan cairan dan garam dari luar bakteri akan masuk ke dalam sel bakteri. Masuknya cairan dan garam menyebabkan sel bakteri hancur.

Apa Fungsi Dari Air Liur?

Apa Fungsi Dari Air Liur?

Bukan tanpa alasan mengapa tubuh memproduksi air liur. Meski sering dianggap menjijikan, air liur memiliki fungsi penting dalam menjaga kesehatan mulut dan tubuh, yaitu:

  • Menjaga kebersihan mulut
  • Membantu proses mencicipi, mengunyah, dan menelan makanan
  • Mencegah bau mulut
  • Menjaga mulut tetap lembab dan sehat
  • Melindungi email gigi
  • Mencegah infeksi pada gusi, gigi dan mulut
  • Mencegah penyakit gusi dan kerusakan gigi
  • Pertahankan penempatan gigi palsu

Kurangnya Air Liur Dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Produksi air liur yang berkurang atau terlalu sedikit dapat menyebabkan mulut kering. Orang yang mengalami mulut kering akibat kekurangan air liur dapat mengalami keluhan berikut ini:

  • Sering merasa haus
  • Bau mulut
  • Tenggorokan dan bibir kering
  • Gangguan indera perasa
  • Kesulitan mengunyah atau menelan makanan
  • Suara serak
  • Seriawan

Kondisi mulut kering dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Dehidrasi
  • Kebiasaan merokok atau mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan
  • Penyakit tertentu, seperti penyakit diabetes, stroke, penyakit Alzheimer, sindrom Sjogren, atau HIV/AIDS
  • Efek samping obat – obatan tertentu, seperti antidepresan, diuretik, dan antihistamin, kemoterapi, dan terapi radiasi
  • Penuaan
Baca juga :   Manfaat Olive Oil Untuk Bibir Menjadikan Bibir Lembab Dan Segar

Untuk meningkatkan produksi air liur, Anda bisa memperbanyak konsumsi air putih, mengunyah permen karet bebas gula, makan permen atau buah asam, dan menjaga kelembapan udara dengan pelembab udara.

Jika mulut Anda tetap kering meski sudah melakukan cara – cara di atas, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan mulut kering yang tepat.

Kelebihan Air Liur dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Kelebihan Air Liur dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Peningkatan produksi air liur disebut hipersalivasi. Kondisi ini memang tidak secara langsung menyebabkan gangguan kesehatan, namun jika air liur dibiarkan mengalir keluar dan tidak dibersihkan, dapat terjadi iritasi pada kulit di sekitar mulut.

Air liur yang berlebihan sering terjadi pada bayi. Kondisi yang lebih dikenal dengan istilah “ngiler” ini merupakan hal yang wajar, terutama saat bayi sedang tumbuh gigi.

Sedangkan peningkatan produksi air liur pada orang dewasa bisa disebabkan oleh makanan tertentu, seperti makanan asam dan pedas. Produksi air liur yang berlebihan juga bisa dialami ibu hamil saat merasa mual. Kondisi ini normal dan tidak membahayakan kesehatan ibu hamil maupun janinnya.

Jika produksi air liur berlebih terjadi terus menerus meskipun Anda tidak makan makanan asam atau pedas dan Anda tidak mual, ini bisa menandakan kondisi berikut:

  • Radang tenggorokan, radang amandel, dan sinusitis
  • Infeksi mulut
  • Alergi
  • Refluks asam lambung
  • Gigi berlubang
  • Efek samping obat – obatan, seperti antikonvulsan dan obat penenang

Gangguan otak dan saraf, seperti stroke, penyakit Parkinson, ALS, dan cerebral palsy
Penanganan hipersalivasi perlu disesuaikan dengan faktor penyebab. Jika Anda mengalami peningkatan produksi air liur tanpa sebab yang jelas, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Setelah melakukan pemeriksaan dan mengetahui penyebabnya, dokter baru dapat menentukan penanganan yang sesuai.

Air liur memiliki banyak fungsi untuk kesehatan mulut dan pencernaan. Selain dapat menimbulkan berbagai gangguan, produksi air liur yang terlalu sedikit atau terlalu banyak dapat mengindikasikan penyakit tertentu. Oleh karena itu, jika Anda memiliki masalah dengan air liur, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar bisa ditangani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.