Penyebab Mata Juling Pada Bayi Ada Beberapa Faktor Dan Juga Risiko

Penyebab Mata juling pada bayi adalah saat mata tidak bisa melihat dengan lurus. Penyebabnya adalah adanya masalah keturunan keluarga yang terjadi di otak. Mata juling pada bayi adalah kondisi mata tidak dapat melihat lurus sejajar dengan benda yang dilihat. Dalam istilah kedokteran, mata juling disebut strabismus.

Sebagai penyakit bayi yang sudah sering terdengar, penyebab mata juling bagi sebagian orang masih menjadi misteri. Banyak orang tua yang khawatir anaknya akan mengalami gangguan ini, karena tidak mengetahui kondisi yang mendasarinya.

Penyebab Mata Juling Pada Bayi

Hal ini pula yang membuat mitos yang beredar seputar mata juling menyebar. Oleh karena itu, ada baiknya Anda mengidentifikasi lebih lanjut kondisi yang sebenarnya bisa menjadi penyebab mata juling dan faktor risikonya.

Gejala Juling Pada Bayi

Untuk dapat mengetahui adanya gejala mata juling pada bayi, orang tua harus mengenali tandanya. Hal ini agar bayi segera mendapat perawatan. Untuk itu, berikut gejala mata juling pada bayi:

  • Mata tidak melihat objek dengan arah yang sama.
  • Gerakan mata tidak sinkron secara bersamaan.
  • Menyipitkan mata atau menutup salah satu mata saat terkena sinar matahari.
  • Putar atau miringkan kepala Anda saat melihat suatu objek.
  • Saat merangkak atau berjalan, bayi sering menabrak sesuatu. Hal ini terjadi karena kemampuan mata bayi dalam mengukur jarak dan melihat secara 3 dimensi berkurang.
  • Pada anak yang lebih besar, mereka mengeluhkan penglihatan ganda, mata lelah, dan terlalu sensitif terhadap cahaya.

Penyebab Mata Juling Pada Bayi

Penyebab mata juling pada bayi bisa terjadi karena adanya gangguan pada otot mata, saraf yang memberikan informasi kepada otot, atau bagian otak yang langsung mengatur pergerakan mata. Selain itu, berikut adalah faktor risiko penyebab mata juling pada bayi:

  • Memiliki keluarga yang berhubungan darah (ayah, ibu, atau saudara kandung) yang memiliki mata juling, sekitar 30% anak dengan mata juling, memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa.
  • Bayi berat badan rendah.
  • Rabun jauh di mata yang tidak bisa diobati.
  • Gangguan penglihatan hanya pada satu mata.
  • Cerebral palsy (kelumpuhan otak).
  • Sindrom Down (sekitar 20-60% orang dengan kondisi ini memiliki mata juling).
  • Hidrosefalus.
  • Tumor otak.
  • Cedera kepala.
  • Gangguan saraf.

Namun nyatanya, mata juling pada bayi sering terjadi pada saat bayi baru lahir hingga usianya mencapai 4 bulan.

Umumnya penyebab mata juling pada bayi adalah pseudostrabismus karena adanya lipatan kulit yang menutupi mata bagian atas (lipatan epicanthal). Lipatan ini terlihat karena tulang hidung bayi masih rata.

Alhasil, lipatan ini tampaknya membuat bagian putih bola mata (sklera) tertutup. Oleh karena itu, seolah-olah ada juling pada bayi. Padahal, mata bayi belum tentu juling.

Jenis Mata Juling Pada Bayi

Berdasarkan penelitian ada empat jenis mata juling. Keempat jenis tersebut dibedakan berdasarkan arah mata juling pada bayi yaitu:

  • Mata juling ke dalam (esotropia).
  • Juling keluar (eksotropia).
  • Menyipitkan mata (hipertropia).
  • Juling ke bawah (hipotropia).

Cara Mengatasi Mata Juling Pada Bayi

Juling bisa diobati. Semakin cepat pengobatan dimulai, semakin baik. Ini karena hubungan utama antara mata dan otak baru terbentuk sempurna saat anak berusia delapan tahun.

Cara Mengatasi Mata Juling Pada Bayi

Cara mengatasi mata juling juga dengan memperhatikan kondisi mata pada bayi. Berikut beberapa pilihan untuk mengobati mata juling pada bayi yang akan dipertimbangkan dokter:

  • Kacamata, berguna untuk meluruskan posisi bola mata.
  • Penutup mata, digunakan selama beberapa jam per hari pada mata normal. Berguna agar otot juling bisa dilatih.
  • Tetes atropin yang mirip dengan penutup mata ini diresepkan oleh dokter untuk dimasukkan ke dalam mata yang mampu melihat lurus sehingga kabur. Tujuannya, agar otot juling bekerja lebih keras dan penglihatan menjadi seimbang.
  • Operasi otot mata, yang bertujuan untuk mengencangkan atau mengendurkan otot mata juling.

Mata juling yang dialami seorang anak di tahun pertama kehidupannya dikenal sebagai esotropia infantil. Jenis kelainan ini biasanya diturunkan dalam keluarga dan membutuhkan pembedahan untuk mengobatinya.

Sedangkan mata juling yang muncul pada anak usia dua hingga lima tahun, dikenal dengan istilah esotropia didapat. Dalam kondisi ini, perawatan menggunakan kacamata lebih diutamakan.
Setelah perawatan, Anda tetap perlu memantau perkembangannya, karena kekambuhan bisa terjadi.

Jika mata juling disebabkan oleh penyakit tertentu, pengobatan untuk penyakit tersebut dapat membantu memperbaiki mata juling.

Latih Mata Bayi Agar Tidak Juling

Untuk menjaga agar mata dari strabismus, ada cara melatih mata bayi agar tidak juling. Inilah yang dapat Anda lakukan untuk melatih mata bayi agar tidak juling:

Baca juga :   Penyakit Mata Pterigium Dapat dicegah Dengan Kacamata Hitam

1. Pensil Push-up

Latihan ini disebut juga latihan titik konvergensi dekat. terapi ini cukup efektif mengatasi tanda-tanda mata yang tidak bergerak secara bersamaan sehingga dapat menghindari penyebab mata juling pada bayi.

Metode pensil push up yang diterapkan dalam penelitian ini adalah:

  • Pegang pensil dan regangkan ke depan.
  • Fokus pada pensil, pastikan semua yang terlihat oleh mata adalah satu pensil.
  • Pertahankan pandangan itu.
  • Terus arahkan pensil ke hidung sampai tidak terlihat dalam fokus.

Jika tidak dapat mempertahankan fokus, ulangi langkah-langkah dari awal. Lakukan cara melatih mata bayi agar tidak menyipitkan mata sebanyak 20 kali dalam 2 set.

2. Senar Brock

Tujuan dari latihan mata ini adalah untuk meningkatkan koordinasi mata. Inilah yang harus Anda persiapkan:

  • Tali dengan panjang 12-30 cm.
  • Manik-manik tiga warna untuk dipasang pada tali.

Lakukan latihan dengan:

  • Tempatkan manik-manik secara terpisah.
  • Ikat salah satu ujung tali ke tempat yang stabil.
  • Pegang ujung yang tidak terikat dan rentangkan sehingga lebih dekat ke hidung.
  • Fokuskan pada setiap manik sehingga tampak seolah manik-manik berada di persimpangan dua senar yang membentuk X.
  • Pastikan X tepat di manik, kecuali di bagian paling ujung. Sebab, Anda hanya akan melihat dua senar berbentuk V.

Jika Anda hanya dapat melihat tali bersilangan di depan atau di belakang manik-manik, berarti mata Anda tidak fokus. Maka ulangi langkah tersebut dari awal.

3. Kartu Barel

Latihan kartu barel sebenarnya mirip dengan pensil push-up, yaitu teknik konvergensi. Untuk berlatih dengan cara ini, persiapkan yang berikut:

  • Gambar 3 persegi panjang dengan 3 ukuran berbeda, kecil, sedang, besar di setiap sisi kartu.
  • Warnai 3 kotak hijau di satu sisi dan merah di sisi lain.

Lakukan cara untuk melatih mata bayi agar tidak juling dengan cara sebagai berikut:

  • Pegang kartu menghadap ke atas (secara vertikal) di dekat hidung Anda.
  • Pegang kartu sehingga bujur sangkar terbesar berada paling jauh dari hidung.
  • Satu mata harus melihat sisi merah dari persegi dan mata lainnya harus melihat sisi hijau dari persegi.
  • Pastikan tampilan persegi panjang terbesar di setiap sisi menyatu menjadi satu gambar.
  • Kemudian, pastikan bahwa kotak yang tersisa di setiap sisi tampak ganda.
  • Pertahankan fokus itu selama 5 detik.
  • Lanjutkan pelatihan dari kotak sedang dan kecil.

Mata juling pada bayi terjadi karena adanya gangguan pada otot, saraf, dan bagian otak yang mengatur pergerakan mata.

Hal yang meningkatkan risiko mata juling adalah mengalami crossed line, hingga masalah pada otak, seperti cerebral palsy dan down syndrome.

Namun tak jarang, pada bayi di bawah usia 4 bulan, mata juling palsu terjadi akibat lipatan kulit di atas kelopak mata akibat hidung bayi yang masih belum berkembang sempurna.

Mata Bayi Sering Melihat Keatas

Beberapa kebiasaan bayi baru lahir mungkin membuat orang tua bertanya-tanya. Misalnya, mengapa bayi suka sekali melihat ke atas?

Mata Bayi Sering Melihat Keatas

Jika kamu pernah menemukan kejadian ini, kamu tidak perlu terlalu khawatir dulu. Sebab, saat baru lahir, bayi umumnya tidak bisa melihat dengan jelas. Ya, apa yang dilihat bayi mungkin berbeda dengan apa yang dilihat anak-anak dan orang dewasa.

Menurut Dokter Spesialis Anak, mata bayi yang baru lahir belum memiliki fokus yang baik. Hal inilah yang membuat mata bayi sering menengadah.

Bayi tidak benar-benar ingin melihat ke atas. Itu hanya reaksi terhadap cahaya yang membuatnya menyilaukan sehingga matanya pun seakan bergerak.

Oleh karena itu, bayi lebih bisa mengenali dan menyukai benda-benda yang berwarna cerah dan yang memiliki pola kontras. Namun dari semuanya, bayi lebih suka untuk memperhatikan wajah-wajah baru di sekitarnya, terutama wajah orang tuanya.

Jadi, jangan khawatir jika buah hati Anda suka melihat ke atas, karena ini akan hilang saat si kecil berusia 4 bulan. Anda bisa merangsangnya dengan memejamkan mata sebentar lalu mengalihkan perhatiannya untuk melihat objek lain.

Namun, jika setelah usia 4 bulan bayi Anda masih suka mendongak, sebaiknya periksakan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Pada Umur Berapa Bayi Bisa Melihat Dan Mendengar

Memang, ketika baru lahir, bayi umumnya tidak bisa melihat dengan jelas. Apa yang dilihat bayi akan berbeda dengan apa yang dilihat anak-anak dan orang dewasa. Lantas, kapan bayi bisa melihat sekelilingnya dengan jelas? Yuk, bahas perkembangan penglihatan bayi pada ulasan berikut ini.

Baca juga :   Kelopak Mata Bawah Bengkak Dan Beberapa penyebabnya

Pada Umur Berapa Bayi Bisa Melihat Dan Mendengar

Kapan Dan Pada Usia Berapa Bayi Bisa Melihat?

Meski lahir sehat secara fisik, ia belum memiliki kemampuan melihat yang sempurna. Secara umum bayi baru lahir hanya mampu melihat benda yang jaraknya sekitar 8-10 inci.

Tepat bayi pada saat lahir, bayi biasanya hanya mengenali hitam dan putih, dengan sedikit nuansa abu-abu. Seiring dengan berjalannya waktu, bayi baru lahir akan lebih suka melihat bentuk bulat yang memiliki batas terang dan juga gelap. Misalnya, bola mata Anda selalu menarik perhatiannya.

Jadi, pada usia berapa juga bayi bisa melihat dengan jelas, tentunya bukan pada saat baru lahir. Perkembangan bayi saat dapat melihat warna dan sekitarnya dengan jelas adalah pada usia 4 hingga 12 bulan.

Kemudian ketajaman visualnya akan terus berkembang hingga ia berumur 3-5 tahun.

Tahap Perkembangan Indera Penglihatan Bayi

Bagi orang tua, penting untuk mengenali tahap perkembangan indera penglihatan bayi. Apalagi kondisi ini tergolong sangat cepat di tahun pertama sehingga Anda bisa tahu kapan bayi bisa melihat dengan jelas.

Semoga ini bisa membantu Anda memastikan penglihatan bayi Anda berkembang dengan baik dan mengenali saat ada masalah tertentu. Berikut tahapan perkembangan penglihatan bayi:

Saat Baru Lahir

Saat Baru Lahir

Saat masih dalam kandungan, mata bayi ditutup rapat sehingga tidak bisa melihat apapun. Jika diperhatikan, ukuran pupil mata bayi masih sangat kecil sehingga membatasi cahaya yang bisa masuk ke mata.

Oleh karena itu, bayi hanya melihat hitam, putih, dan abu-abu yang bervariasi karena sel saraf di retina belum berkembang. Ia juga bisa melihat objek yang ada di sampingnya dengan mengandalkan penglihatan samping.

Fokus penglihatan bayi hanya mampu untuk menangkap objek yang berjarak sekitar 20-25 cm dari wajahnya saja. Jadi, bila bayi bisa melihat dengan baik, tentunya hal itu tidak terjadi saat lahir.

Dia biasanya dapat melihat wajah Anda dengan jelas hanya saat menyusui atau menggendong bayi Anda di lengannya.

Usia 0 Sampai 4 Bulan

Usia 0 Sampai 4 Bulan

Dalam beberapa minggu setelah lahir, perkembangan retina mata bayi juga semakin membaik. Bayi akan mulai dapat melihat objek dalam terang terang dan gelap, objek dengan warna cerah, dan objek dengan pola.

Ini adalah bagian dari perkembangan penglihatan bayi Anda, sehingga Anda bisa langsung tahu kapan bayi Anda bisa melihat dengan jelas. Saat bayi Anda berusia 4 minggu atau 1 bulan, si kecil biasanya sudah bisa fokus menatap Anda sejenak.

Hanya saja, ia mungkin masih lebih tertarik melihat benda berwarna cerah di sekitarnya. Pada perkembangan bayi usia 2 bulan, kemungkinan besar ia akan dapat mengenali wajah ayah dan ibunya.

Bayi baru bisa menggerakkan matanya untuk mengikuti arah gerakan benda pada usia sekitar 2-3 bulan. Sekitar perkembangan bayi 3 bulan, matanya terus mengikuti benda-benda di sekitarnya dalam usahanya hingga tiba saatnya bayi bisa melihat dengan jelas.

Misalnya saat Anda bermain dengan mainan berwarna cerah di depan si kecil, biasanya matanya akan bergerak searah dengan mainan tersebut. Untuk dapat melatih refleks visual bayi, Anda bisa merangsangnya dengan suara, baik dari suara mulut Anda maupun dari gerakan mainan.

Kali ini menjadi jawaban bagi para orang tua yang penasaran kapan bayi bisa melihat dengan lebih jelas.

Usia 5 Dampai 8 Bulan

Usia 9 Sampai 12 Bulan

Dalam perkembangan bayi 5 bulan, penglihatan bayi akan semakin baik. Hal ini dimaksudkan agar saatnya nanti bayi dapat melihat dengan jelas. Pada usia atau usia tersebut, bayi mulai dapat melihat objek pada jarak yang cukup jauh dari mereka, atau yang dikenal dengan istilah persepsi kedalaman.

Sekarang, kemampuan bayi untuk melihat warna jauh lebih baik, meski belum sempurna. Lalu, varian warna yang bisa dilihat bayi juga semakin meningkat. Koordinasi antara mata dan tangan akan membantu bayi untuk melihat sesuatu yang menarik. Gerakan mata bayi kini juga lebih fokus.

Hal ini terlihat pada perkembangan bayi 7 bulan sudah bisa menggerakkan matanya, tanpa perlu mengubah posisi badan atau kepalanya. Padahal, jarak pandang sang buah hati juga jauh lebih luas dari sebelumnya.

Ia juga mampu mengenali keberadaan Anda di ruangan lain dan melihat berbagai benda di luar rumah melalui jendela. Berkat kemampuannya Visi, dia mulai dapat memproses informasi di sekitarnya.

Baca juga :   Mata Tiba Tiba Bengkak Sangat Mengganggu Penampilan

Usia 9 Sampai 12 Bulan

Usia 9 Sampai 12 Bulan

Dari sekitar usia 7 hingga 9 bulan, bayi sudah dapat melihat ketajaman, kedalaman, dan warna benda. Pada usia 9 bulan, bayi cenderung mampu mengenali jarak dengan cukup baik sehingga berada pada tahap bayi dapat melihat dengan jelas.

Hal ini terlihat ketika bayi mencoba menarik diri dan mengambil jarak untuk berdiri sendiri dari posisi duduk setelah makan. Terlebih lagi, pada usia 10 bulan, ia tampaknya lebih mahir memperkirakan jarak untuk mengambil sesuatu antara ibu jari dan telunjuknya.

Apalagi perkembangan penglihatan bayi semakin baik karena ia dapat melihat dengan jelas semua benda yang ada di sekitarnya. Pada usia bayi, melihat ini akan memudahkan si kecil menjelajahi lebih banyak area dan berbagai objek di sekitarnya yang menurutnya menarik.

Keahlian dalam memperkirakan jarak juga memungkinkan bayi Anda untuk melempar barang di tempat tertentu serta dengan cepat mengalihkan fokus ke benda lain. lihat juga : Penyebab Mata Bayi Berair Dan Penanganan Yang Tepat.

Usia 12 Hingga 24 Bulan

Usia 12 Hingga 24 Bulan

Jawaban atau pertanyaan kapan bayi bisa melihat akan semakin jelas dalam perkembangan bayi berumur 1 tahun. Pada usia ini, secara umum ia dapat melihat segala sesuatu dengan sangat baik, dari objek yang jaraknya dekat hingga yang cukup jauh.

Saat ini, pertanyaan Anda tentang kapan bayi bisa melihat telah terjawab. Memasuki usia balita atau 2 tahun, koordinasi mata dan tangan, serta pemahaman mendalam bayi saat melihat suatu benda sudah berkembang dengan sangat baik.

Bayi Anda saat ini sangat tertarik untuk menjelajahi dunia di sekitarnya, dengan banyak melihat dan mendengarkan.

Perhatikan Tanda-Tanda Masalah Mata Pada Bayi

Memiliki masalah yang berhubungan dengan mata tentu dapat menghambat perkembangan penglihatan dan melambat saat bayi dapat melihat. Oleh karena itu, penting untuk mendeteksi kemungkinan gangguan penglihatan sedini mungkin guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Bayi tunanetra pada usia 3 bulan dapat mengalami gejala berikut:

  • Tidak bisa mengikuti objek dengan matanya.
  • Ketidakmampuan untuk menyadari gerakan tangan (pada usia 2 bulan).
  • Kesulitan menggerakkan salah satu atau kedua bola mata ke segala arah.
  • Mata sering menyipit.

Sedangkan pada usia 6 bulan, bayi dapat menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Satu atau kedua mata juling hampir sepanjang waktu.
  • Mata menjadi sering berair.

Jangan mengikuti benda yang berada pada jarak dekat (sekitar 30 cm) atau benda jauh (sekitar 2 meter) dengan kedua mata, Selain itu, Anda juga harus memperhatikan beberapa hal yang sangat penting yang menjadi tanda kelainan pada mata anak:

  • Bagian tengah mata yang seharusnya berwarna hitam (pupil) ternyata berwarna putih atau terdapat bayangan putih di bagian tengah bola mata.
  • Kelopak mata yang tidak terbuka atau setengah terbuka bisa menutupi pandangan bayi.
  • Pupil yang seharusnya berwarna hitam (pupil) ternyata berwarna putih atau berbayang putih.
    Mata juling dapat disebabkan oleh ambliopia (mata malas) atau kelainan pada otot pergerakan mata (otot ekstraokuler).

Kapan Anda Perlu Memeriksa Kesehatan Mata Anak Anda?

Kapan Anda Perlu Memeriksa Kesehatan Mata Anak Anda?

Selain mengetahui pada usia atau usia berapa bayi dapat melihat dengan jelas dan perkembangan penglihatannya, orang tua juga perlu membawa anaknya untuk melakukan pemeriksaan.

Ini berguna untuk menghindari risiko masalah penglihatan yang serius. Orang tua perlu untuk mulai memeriksa mata anak mereka sejak mereka baru lahir dan kembali setelah bayi berusia antara 6 bulan hingga 1 tahun nanti.

Tidak hanya mengenali kapan bayi bisa melihat, jika melihat bayi menunjukkan gejala aneh di matanya, segera periksakan ke dokter mata.

Untuk alasan ini, langkah-langkah berikut penting untuk memastikan bahwa penglihatan bayi Anda berkembang dengan baik:

Ada tanda-tanda gangguan mata atau penglihatan seperti yang disebutkan di atas. Segera anda konsultasikan ke dokter untuk dapat mengetahui masalah apa yang sebenarnya sedang terjadi pada mata dan penglihatan bayi anda.

Bicaralah dengan dokter Anda untuk mengetahui penyebab mata juling pada Bayi serta perawatan apa yang dapat Anda lakukan untuk melatih perkembangan penglihatan bayi Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *