Cara Agar Mata Minus Tidak Bertambah Dengan Pengobatan Yang Tepat

Kebiasaan menonton dalam cahaya redup terlalu dekat, bermain smartphone terlalu lama, bekerja di depan layar seharian, hingga hobi membaca buku hingga larut malam bisa berisiko merusak mata. Biasanya hal ini baru akan disesali setelah Anda memeriksakan mata dan mendapatkan hasil bahwa mata Anda minus.

Salah satu cara terbaik untuk merawat mata Anda adalah dengan merawat seluruh tubuh Anda dengan baik. Pilihan pola makan yang sehat dan bergizi, pola tidur yang teratur, dan olahraga yang teratur, serta memeriksakan diri ke dokter secara rutin dapat menjaga kondisi tubuh dan mata.

Pada dasarnya tidak ada metode khusus untuk memperbaiki penglihatan tanpa menggunakan tindakan korektif seperti operasi laser atau penggunaan kacamata. Nah, berikut ini ada beberapa cara agar mata minus tidak bertambah.

  • Makan makanan yang sehat dan seimbang yang kaya akan antioksidan dan vitamin A. Sayuran yang berdaun hijau, wortel, dan ikan yang dapat membantu menjaga kesehatan mata kita. Pertahankan asupan makanan bergizi yang sehat yang dapat membantu meningkatkan penglihatan dan memperlambat potensi dan risiko masalah penglihatan terkait usia.
  • Cukup tidur. Saat lelah, mata akan lebih mudah tegang dan terasa seperti pasir dan kering. Jumlah tidur yang sehat dapat mengurangi kelelahan mata dan meningkatkan penglihatan.
  • Berolahraga secara teratur. Kebugaran jasmani dapat meningkatkan sirkulasi darah dan aliran oksigen ke mata. Ini dapat membantu mengurangi mata kering.
  • Lindungi mata Anda dari sinar matahari. Kenakan kacamata hitam dengan perlindungan UV saat berada di bawah sinar matahari untuk mencegah sinar berbahaya mengurangi penglihatan dengan paparan cahaya yang keras dalam waktu lama.
  • Beristirahatlah dari layar smartphone dan laptop. Anda dapat mengistirahatkan mata dengan melihat ke luar jendela atau langit. Lakukan ini setiap 20 menit selama 20 detik setiap kali. Ini dapat untuk membantu mencegah ketegangan pada mata, yang dapat menyebabkan kelelahan mata, sakit kepala, ketegangan leher, dan penurunan penglihatan.

Itulah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan penglihatan dan menjaga kesehatan mata.

Penyebab Mata Minus Pada Remaja

Ciri umum mata minus adalah ketika kita tidak dapat melihat objek yang jauh dengan jelas.

Penyebab Mata Minus Pada Remaja

Mengenal Mata Minus Pada Anak

Sebelum mengetahui tentang penyebab mata minus pada anak, sebaiknya ketahui dulu apa itu mata minus. Sebenarnya mata minus adalah kondisi yang berhubungan dengan gangguan penglihatan. Kondisi ini merupakan salah satu kelainan refraksi paling umum pada mata.

Baca juga :   Cara Membersihkan Mata Dari Kotoran Dengan Benar

Mata minus bisa terjadi karena ada cahaya yang masuk ke mata, yang dilindungi pada satu titik di depan retina. Mata minus atau rabun jauh merupakan salah satu gangguan kesehatan mata yang menyebabkan penderitanya tidak dapat melihat benda yang jauh dengan jelas. Mata minus ini bisa terjadi pada siapa saja, termasuk anak-anak dan juga remaja.

Tak jarang mata minus cukup sulit diketahui atau samar bila terjadi pada anak – anak. Padahal, jika orang tua tidak memahami gejala atau tanda yang dirasakan anak – anak, bisa mengganggu aktivitasnya dan bisa memperburuk kondisinya.

Mata minus pada anak bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain faktor keturunan, kebiasaan buruk saat membaca buku, atau kebiasaan menggunakan gadget dalam waktu lama.

Penyebab Minus Pada Anak Yang Perlu Diwaspadai

Saat ini penyebab mata minus pada anak belum bisa dipastikan dengan jelas. Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya mata minus pada anak, termasuk dengan faktor keturunan atau bahkan faktor eksternal.

Penyebab mata minus pada anak adalah karena faktor keturunan jika menderita rabun dekat atau rabun jauh. Sehingga kemungkinan anak terinfeksi atau menderita mata minus sangat besar. Selain faktor bawaan, mata minus juga bisa terjadi karena faktor eksternal.

Faktor eksternal penyebab minus pada anak biasanya disebabkan oleh kebiasaan buruk yang sering dilakukan. Misalnya, anak terbiasa untuk melihat benda apa saja yang didekatkan dengan matanya, seperti dengan membaca buku, bermain gadget, dan sebagainya. Jika kebiasaan buruk ini dibiarkan dalam waktu lama, dapat merusak mata anak.

Penyebab lainnya, anak terlalu sering bermain di dalam kamar. Padahal, mata yang terpapar cahaya alami sangat penting untuk mencegah terjadinya minus pada anak. Untuk itu, Anda perlu membantu anak untuk melakukan aktivitas di luar ruangan.

Anak – anak yang terbiasa mendapatkan minim cahaya atau bahkan kegelapan dalam beraktivitas, juga memungkinkan anak – anak terkena mata minus.

Selain beberapa kebiasaan buruk sehari – hari tersebut, anak yang kurang makan sayur, buah, dan makanan sehat lainnya juga bisa menjadi faktor penyebab mata minus pada anak.

Gejala Mata Minus pada Anak Yang Biasa Dirasakan

Gejala Mata Minus pada Anak Yang Biasa Dirasakan

1. Kesulitan Melihat Objek Jauh

Bagi orang tua, tanda yang sangat mudah dikenali saat anak mengalami mata minus adalah sering mengeluh kesulitan melihat benda yang jauh. Keluhan anak yang menderita mata minus akan lebih sering terjadi jika kondisi minus sudah tinggi.

Baca juga :   Penyebab Keriput Di Sekitar Mata Dan Cara Menghilangkan Keriput

Jika anak Anda mengalami keluhan melihat benda yang jauh, maka Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Jika tidak terburu – buru, dikhawatirkan akan memperburuk kondisi matanya.

2. Anak – Anak Sering Menyipitkan Mata

Selain mengeluh kesulitan melihat benda yang cukup jauh, tanda atau gejala lain yang bisa segera diwaspadai orang tua pada anak selanjutnya adalah anak suka juling. Ya, jika Anda sering mendapati anak Anda menyipitkan mata saat membaca, menonton, atau melihat benda yang jauh, maka Anda perlu berhati – hati.

Pasalnya, kebiasaan menyipitkan mata saat melihat ini bisa menjadi tanda anak Anda rabun jauh. Jangan sampai kondisi ini, karena anak bisa berisiko mengalami gangguan kesehatan mata lainnya seperti sering berkedip.

3. Terlalu Sering Mengeluh Pusing

Karena kesulitan melihat, membuat mata anak menjadi lelah. Hal ini membuat anak sering merasakan sakit kepala. Jika hal ini dibiarkan, sakit kepala yang dirasakannya bisa mengganggu aktivitasnya.

Baca juga : Biaya Operasi Kantung Mata Dan Dapatkan Hasil Yang Diinginkan

Cara Agar Dapat Mengurangi Mata Minus Pada Anak Dan Remaja

Pada anak – anak dan remaja, Miopia tidak dapat disembuhkan dengan menggunakan LASIK, karena cara ini hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang berusia di atas 18 tahun saja. Oleh karena itu, cara untuk mengurangi mata minus pada anak adalah melalui terapi.

Terapi apa yang bisa dilakukan atau digunakan oleh orang tua agar rabun jauh tidak bertambah parah? berikut beberapa terapi Miopia yang bisa diterapkan pada anak, yaitu:

1. Kurangi Terlalu Sering Berada dalam Gelap

Cahaya merupakan salah satu elemen penting dalam penglihatan dan mempengaruhi kesehatan mata. Saat melakukan aktivitas, terutama pada saat membaca atau menonton, hindari anak – anak melakukannya di ruangan yang gelap dan lebih baik manfaatkan sinar matahari saat melakukannya di siang hari.

2. Batasi Waktu Menggunakan Gadget

Terlalu lama membaca, menonton atau bermain gadget, bisa membuat mata cepat lelah. Oleh karena itu, kita harus memberikan batas waktu atau lag. Misalnya untuk menonton hanya dua jam, setelah itu anak bisa istirahat. Pemberian batas waktu ini juga bisa dijadikan salah satu cara untuk meminimalisir dampak negatif gadget pada anak.

3. Aktivitas Di Luar Rumah

Bisa dengan jalan santai, menikmati udara dan aktivitas sekitar, olahraga ringan dan lain sebagainya.

Baca juga :   Penyebab Mata Plus Dan Cara Mengatasi Mata Plus

Berada di luar ruangan sebenarnya dapat memberikan rangsangan pada mata kita, juga dapat mengurangi intensitas atau kecenderungan anak untuk bermain gadget atau menonton terlalu lama untuk sementara waktu. Untuk itu, sangat disarankan untuk aktif dan bersenang – senang di luar rumah agar intensitas bermain gadget bisa diturunkan.

4. Konsumsi Makanan Bergizi

Pemberian makanan bergizi pada anak sangat penting untuk menjaga kesehatannya, terutama kesehatan mata. Anda bisa memilih makanan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata seperti wortel, sayuran hijau, dan buah – buahan yang memiliki rasa asam seperti jeruk dan lemon.

Anda juga bisa memberi anak Anda makanan yang mengandung omega-3 seperti makarel dan sarden.

Selain dengan beberapa cara aman di atas, ada juga beberapa cara lain yang bisa digunakan sebagai cara mengurangi mata minus pada remaja, yaitu:

1. Biasakan Menggunakan Kacamata Minus

Penderita mata minus biasanya akan disarankan untuk menggunakan kacamata minus. Penggunaan kacamata minus berguna untuk dapat mencegah bertambahnya minus pada mata.

Jika anak Anda telah terdeteksi menderita mata kecil dan tidak rutin memakai kacamata, itu akan membuat matanya terus – menerus menyesuaikan penglihatannya. Semakin jarang seorang anak menggunakan kacamata minusnya, semakin cepat mata minusnya bertambah.

Anda bisa memilih kacamata anak yang memiliki tali. Hal ini berguna untuk dapat menjaga kacamata tidak mudah terjatuh atau hilang. Pilih kacamata yang bisa menggantung di leher. Selain itu, pilih juga model kacamata yang disukai anak, agar anak tertarik menggunakannya.

2. Menggunakan Orthokeratologi

Orthokeratology atau lensa kontak Ortho-K yang dipakai pada malam hari dan dirancang khusus untuk mengurangi rabun jauh dengan membentuk kembali permukaan kornea mata.

3. Tetes Mata Atropin

Obat tetes mata ini dapat melebarkan pupil dan membuat fokus mata menjadi rileks, sehingga dipercaya dapat mengurangi rabun jauh.

4. Lensa Kontak Atau Kacamata Multifokal

Lensa kontak khusus dengan kekuatan yang berbeda dapat digunakan pada anak – anak dan remaja yang rabun jauh atau rabun dekat, agar dapat mencegah kondisi yang lebih parah. anak – anak dan remaja juga bisa untuk menggunakan kacamata multifokal, karena kacamata ini telah dilakukan tes untuk mengontrol kondisi mata minus pada anak dan remaja.

jika keluhan mata minus tidak juga kunjung membaik, Maka sangat disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Dengan begitu pengobatan yang tepat dapat diberikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.