Mengonsumsi Makanan Yang Banyak Mengandung Kolesterol

Seseorang dikatakan memiliki kolesterol tinggi jika kadar kolesterol dalam darahnya lebih dari 200 mg/dL. Ada banyak hal yang menyebabkan kolesterol tinggi. Namun, gaya hidup seseorang dan makanan yang tidak sehat menjadi pemicu utamanya, mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kolesterol dapat meningkatkan risiko terserang penyakit yang berbahaya.

Pantangan makanan bagi penderita kolesterol umumnya adalah makanan tinggi lemak jenuh.

Berikut beberapa jenis makanan yang perlu dihindari agar kolesterol tidak melambung tinggi, mengonsumsi makanan yang banyak mengandung kolesterol dapat meningkatkan risiko terserang penyakit jantung koroner dan beberapa penyakit bahaya lainnya.

makanan yang banyak mengandung kolesterol dapat meningkatkan risiko terserang penyakit

1. Gorengan

Gorengan merupakan salah satu pantangan makanan bagi penderita kolesterol karena kandungan lemak jenuhnya yang tinggi. Apalagi jika minyak yang digunakan sudah digunakan berulang kali.

2. Jeroan

Cara untuk dapat menurunkan kolesterol dengan cepat juga bisa dengan membatasi makan jeroan. Jeroan kaya akan kolesterol, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita kolesterol tinggi.

3. Kulit Ayam

Kulit ayam adalah salah satu bagian ayam yang paling enak. Sayangnya, ini adalah salah satu jenis pantangan makanan yang perlu untuk diikuti oleh penderita kolesterol tinggi.

Daging ayam sendiri sebenarnya termasuk makanan yang dianjurkan untuk kolesterol. Selama memilih bagian yang tepat.

4. Daging Olahan

Makanan pantangan kolesterol selanjutnya adalah daging olahan. Makanan seperti sosis, burger, dan hot dog menggunakan potongan daging merah olahan yang paling gemuk, sehingga tinggi kolesterol dan lemak jenuh, sehingga perlu dihindari. Sering mengonsumsi makanan ini dapat dikaitkan dengan penyakit jantung dan juga kanker tertentu, seperti kanker usus besar.

5. Makanan Cepat Saji

Makanan cepat saji cenderung tinggi lemak dan kolesterol. Hal ini karena kebanyakan fast food biasanya merupakan makanan olahan dan digoreng dengan minyak yang banyak, sehingga jumlah kalori dan lemak tak jenuhnya tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa makan secara teratur di restoran cepat saji menyebabkan peningkatan kolesterol bahkan dapat menurunkan kolesterol baik dalam tubuh.

4. Udang

Meski termasuk makanan rendah lemak, udang tinggi kolesterol. Satu porsi udang 4 ons mengandung 170 miligram kolesterol atau lebih dari setengah asupan harian yang direkomendasikan.

Baca juga :   Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Organ Pernapasan

5. Kuning Telur

Meski tinggi nutrisi dan masih bisa dikonsumsi oleh penderita kolesterol, makan telur berlebihan terutama kuning telur sebaiknya dihindari.

Kuning telur dianggap sebagai sumber makanan tinggi kolesterol yang harus dihindari jika kadar kolesterol Anda melebihi batas standar.

6. Sarden

Mirip dengan udang, ikan sarden adalah sumber makanan laut yang tinggi kolesterol. Satu ons ikan sarden mengandung kolesterol sebanyak 40 miligram. Dalam konsumsi sehari – hari, Anda mungkin bisa mengonsumsi sarden lebih dari satu kaleng per hari. Jika dikonsumsi secara berlebihan, tentu makan ikan sarden dapat meningkatkan kolesterol tubuh dengan cepat.

7. Daging Merah

Mengonsumsi Makanan Yang Banyak Mengandung Kolesterol

Daging merah adalah salah satu pantangan kolesterol diet yang perlu dipatuhi. Daging merah seperti daging sapi, babi dan domba umumnya tinggi lemak jenuhnya.

Potongan daging seperti hamburger, iga, daging babi, dan daging panggang bahkan merupakan daging olahan dengan lemak paling tinggi.

Jika Anda ingin tetap makan daging tanpa meningkatkan kolesterol, batasi konsumsi Anda hingga ukuran porsi 3 ons dan pilih potongan tanpa lemak atau bahkan daging tanpa lemak.

Makanan Penutup Atau Camilan Manis

Cookies, cake, dan donat biasanya mengandung mentega yang membuatnya tinggi lemak jenuh dan kolesterol. Jenis makanan ini juga cenderung tinggi gula yang dapat menyebabkan tingginya kadar trigliserida darah atau lemak darah (lipid) yang tidak sehat. Keduanya merupakan atau salah satu risiko yang dapat menjadi penyebab penyakit jantung koroner.

Bagi penderita kolesterol, akan lebih baik membuat sendiri makanan manis di rumah dengan bahan rendah mentega. Ini juga memungkinkan Anda untuk memodifikasi resep dan mengurangi jumlah gula yang digunakan, hingga setengah atau tiga perempat dari jumlah yang disarankan.

Agar lebih sehat, Anda juga bisa mengganti camilan manis dengan buah – buahan segar atau mengkreasikan buah sebagai lalapan.

Lalu, Bagaimana Cara Menurunkan Kolesterol Dengan Cepat?

Berikut tips menurunkan kolesterol yang bisa Anda coba:

  • Bergerak aktif. Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Berolahraga 30 menit sehari atau 150 menit seminggu dapat membantu mengelola kadar kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung.
  • Berhenti merokok mengurangi risiko penyakit jantung dan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
  • Berhenti minum alkohol. Alkohol memiliki nilai gizi yang rendah dan tidak baik untuk jantung. Batasan konsumsi alkohol yang masih aman bagi wanita dan pria sehat adalah tidak lebih dari 10 gelas dalam seminggu dan tidak lebih dari empat gelas dalam satu hari.
  • Minum obat penurun kolesterol. Untuk membantu mengelola kolesterol Anda dan mengurangi risiko terkena serangan jantung atau stroke, bicarakan dengan dokter Anda tentang menemukan pengobatan yang paling tepat.
Baca juga :   Tekanan Darah Tinggi Dapat Memicu Terjadinya Penyakit Jantung

Sebenarnya, kolesterol tetap dibutuhkan tubuh dalam jumlah tertentu untuk membangun struktur sel di dalam tubuh. Terutama, Anda perlu meningkatkan kolesterol baik (HDL) dari pada kolesterol jahat (LDL).

Baca juga : Makanan Yang Banyak Mengandung Garam Akan Mengakibatkan

Namun, jika kolesterol terlalu tinggi, kondisi ini meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung, hipertensi, serangan jantung, atau stroke.

Beberapa pantangan makanan untuk kolesterol tinggi bisa diikuti sebagai cara menjaga kadar kolesterol dalam darah. Jika Anda telah mengikuti berbagai pantangan di atas namun kadar kolesterol Anda tetap tinggi, cobalah berkonsultasi dengan dokter.

Kolesterol Memicu Penyakit Apa?

Kolesterol adalah senyawa lemak (lipid) yang ditemukan dalam aliran darah. Tubuh memang membutuhkan kolesterol untuk terus membangun sel sehat. Namun, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh dapat memicu penimbunan lemak pada pembuluh darah. Pada akhirnya, endapan ini membuat darah sulit mengalir ke arteri. Ini membuat jantung tidak mendapatkan oksigen sebanyak yang dibutuhkannya, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Penyebab Kolesterol Tinggi

Kolesterol dibawa melalui darah dan melekat pada protein. Kombinasi protein dan kolesterol ini disebut lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein yang perlu untuk diketahui, antara lain:

Low-density lipoprotein (LDL), juga dikenal sebagai kolesterol “jahat”. Jenis lipoprotein ini berfungsi untuk mengangkut partikel kolesterol ke seluruh tubuh. Kolesterol LDL menumpuk di dinding arteri dan membuatnya mengeras dan menyempit.

High-density lipoprotein (HDL), juga dikenal sebagai kolesterol “baik”. Jenis lipoprotein ini berfungsi untuk mengambil kelebihan kolesterol dan membawanya kembali ke hati.

Baca juga :   Manfaat donor Darah bagi Kesehatan Tubuh, Sudah Tahu Belum?

Obesitas, pola makan yang tidak sehat, dan juga kurangnya aktivitas fisik berkontribusi terhadap tinggi rendahnya kolesterol dalam tubuh anda. Kolesterol tinggi dapat diwariskan, tetapi paling sering disebabkan oleh pilihan gaya hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, kolesterol dapat dicegah dan diobati melalui pola makan yang sehat, olahraga teratur, dan mengonsumsi obat – obatan yang dapat menurunkan kolesterol tinggi.

Penyakit Akibat Kolesterol Tinggi

Penyakit Akibat Kolesterol Tinggi

 

1. Penyakit Jantung Koroner

Risiko utama yang erat kaitannya dengan kolesterol tinggi adalah penyakit jantung koroner (PJK). Kadar kolesterol darah selalu dikaitkan dengan kemungkinan terkena penyakit jantung. Jika kolesterol terlalu tinggi, maka lemak akan menumpuk di dinding arteri yang dikenal sebagai aterosklerosis. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah menyempit, sehingga menghambat aliran darah ke jantung. Akibatnya, pemilik kolesterol tinggi berisiko lebih tinggi menderita angina (nyeri dada) dan serangan jantung.

2. Stroke

Stroke terjadi ketika pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak tersumbat atau pecah. Faktor lain terjadinya stroke adalah berkurangnya suplai darah ke otak. Saat stroke terjadi, bagian otak tidak bisa mendapatkan darah dan oksigen yang dibutuhkannya, sehingga mengganggu fungsi otak.

3. Penyakit Arteri Perifer (PAP)

Kolesterol tinggi juga dikaitkan dengan PAP yang mengacu pada penyakit pembuluh darah di luar jantung dan otak. Pada PAP, timbunan lemak yang menumpuk di sepanjang dinding arteri dan memengaruhi sirkulasi darah, terutama di arteri yang menuju ke kaki. Arteri ginjal juga dapat dipengaruhi oleh penyakit ini.

4. Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 yang merupakan penyakit yang masih berhubungan dengan kolesterol tinggi. Diabetes dapat memengaruhi kadar kolesterol dengan berbagai cara. Sekalipun kontrol gula darahnya baik, penderita diabetes cenderung mengalami peningkatan trigliserida, penurunan HDL, dan peningkatan LDL. Ini meningkatkan potensi aterosklerosis.

5. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Hipertensi dan kolesterol tinggi saling berhubungan. Saat arteri mengeras dan menyempit akibat kolesterol dan plak kalsium (aterosklerosis), jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah. Akibatnya, tekanan darah menjadi tinggi dan tidak normal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.