Epifora Mata Adalah Mata Yang Terus Menerus Berair

Mata berair (epiphora) adalah kondisi mata yang terus menerus berair. Hal ini tidak berbahaya, namun tentunya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika terjadi secara terus menerus.

Epifora mata adalah

Sebenarnya apa sih penyebab mata berair? Berikut penjelasannya:

Mata Kering

Produksi air mata cenderung menurun seiring bertambahnya usia, sehingga tidak heran jika sindrom mata kering umumnya terjadi pada orang lanjut usia. Namun, beberapa aktivitas sehari-hari juga dapat menyebabkan mata kering, seperti seringnya menggunakan komputer, gadget, terpapar AC dan polusi, serta penggunaan lensa kontak.

Tidak heran jika anak muda pun bisa menderita mata kering. Mengapa mata berair disebabkan oleh mata kering? Hal ini disebabkan produksi air mata yang berkurang, sehingga otak merespon dengan mengeluarkan air mata yang berlebihan (mata berair) namun kualitas air mata yang dihasilkan kurang baik.

Alergi

Reaksi terhadap alergen dapat menyebabkan mata menjadi merah dan iritasi, sehingga produksi air mata meningkat. Penyebab paling umum dari gejala alergi mata adalah tungau debu dan bulu hewan peliharaan, serbuk sari, dll.

Infeksi

Salah satu gejala yang disebabkan oleh infeksi mata adalah mata berair. Pada kondisi ini jumlah air mata dapat bertambah karena iritasi pada jaringan penghasil air mata dan sekitarnya, serta karena adanya sensasi benda asing.

Konjungtivitis (radang selaput mata) adalah penyakit yang sangat menular yang diketahui menyebabkan mata berair. Penyebabnya termasuk bakteri, jamur dan, paling umum, virus. Mengenakan lensa kontak juga dapat meningkatkan risiko konjungtivitis.

Gangguan

Mata dapat menghasilkan air mata berlebih yang disebabkan oleh iritan, seperti udara kering, cahaya yang terlalu terang, angin, asap rokok, bulu mata, atau paparan bahan kimia (semprotan aerosol, parfum, dll.).

Bagaimana Cara Mengetahui Penyebab Mata Berair Anda?

Jika mata Anda terasa kering dan tidak nyaman dan berair, Anda mungkin mengalami sindrom mata kering. Sedangkan jika mata Anda terasa gatal dan bengkak, ada kemungkinan alergi atau iritasi menjadi penyebabnya.

Perawatan yang diberikan untuk mata berair tergantung penyebabnya. Jika penyebab mata berair karena sindrom mata kering, maka bisa diobati dengan obat tetes mata atau pelembab mata. Sedangkan jika karena infeksi sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang tepat.

Untuk mencegah mata kering dan iritasi, terapkan tips berikut ini:

Beristirahat Sejenak Dari Komputer

Setiap 5-10 menit sekali, alihkan pandangan dari layar komputer. Fokuskan pada objek yang letaknya jauh dari Anda. Cara ini bisa membantu menyesuaikan kembali fokus mata. Selain itu, cobalah untuk lebih sering berkedip.

Memakai Kaca Mata Hitam

Kenakan kacamata hitam yang dilengkapi dengan pelindung sinar UV dan kenakan topi lebar saat beraktivitas di luar ruangan, agar mata Anda bisa terlindungi dari sinar matahari dan debu. Jangan lupa memakai pelindung mata saat bekerja dengan bahan kimia.

Minum Air Yang Cukup

Minum Air Yang Cukup

Banyak yang melupakan kekuatan air untuk menjaga kesehatan mata, padahal minum cukup air sangat penting agar sistem tubuh dapat berfungsi dengan baik. Jumlah yang dianjurkan adalah 8-10 gelas per hari, tergantung kebutuhan dan aktivitas sehari-hari.

Lakukan Pemeriksaan Rutin

Jangan pernah meremehkan kesehatan mata. Beberapa kelainan mata sama sekali tidak menimbulkan rasa sakit dan dapat terjadi secara perlahan, sehingga sulit untuk dideteksi pada tahap awal. Oleh karena itu, pemeriksaan mata secara rutin sangat dianjurkan.

Gunakan pelembab mata

Di tengah aktivitas yang intens, luangkan waktu beberapa detik untuk mengoleskan pelembab mata agar mata Anda tetap sehat. Gunakan pelembab mata dalam tube bebas pengawet, sehingga aman digunakan sesering mungkin bahkan dalam jangka panjang.

Proses Keluarnya Air Mata

Banyak sekali hal yang bisa menggugah emosi, hingga kamu bisa menangis. Dari menonton film sedih, mendengar kabar buruk, hingga putus cinta, reaksi tubuh yang biasanya muncul dari beberapa peristiwa tersebut adalah meneteskan air mata.

Baca juga :   Astigmatisma Adalah Gangguan Penglihatan Akibat Kelengkungan Kornea

Namun tahukah Anda bahwa air mata Anda memiliki banyak fungsi selain menangis? Artikel berikut akan mengulas fakta-fakta tentang cairan mata yang mungkin belum Anda ketahui.

Proses Keluarnya Air Mata

Air Mata Terdiri Dari Berbagai Lapisan

Anda mungkin mengira air mata hanyalah air biasa. Ternyata cairan ini memiliki sistem kompleks yang terdiri dari 3 lapisan, yaitu lapisan minyak, air, dan lendir (mucus). Berikut penjelasan dari setiap lapisan pada cairan mata Anda:

  • Lapisan minyak. Lapisan ini terletak di bagian paling luar untuk melindungi lapisan lainnya dari penguapan, dan menghaluskan permukaan film air mata agar mata dapat melihat dengan jelas.
  • Lapisan air. Lapisan yang terletak di tengah merupakan lapisan yang paling tebal. Fungsinya untuk menjaga kelembapan mata, mencegah masuknya bakteri, dan melindungi kornea.
  • Lapisan lendir. Lapisan ini bertujuan agar seluruh lapisan air mata tidak lengket ke mata.
    Yang lain bertanya-tanya mengapa air mata terasa asin. Menurut Klinik Cleveland, pada dasarnya semua cairan dalam tubuh memiliki sedikit garam. Garam di cairan di mata Anda sama dengan di plasma darah. Garam diperlukan agar semua bagian tubuh, termasuk mata, berfungsi normal.

Jenis Air Mata

Ada tiga jenis air mata yang keluar dari mata kita, yaitu air mata emosional, basal, dan refleks. Masing-masing cairan ini bisa diproduksi oleh mata tergantung dari fungsi dan proses keluarnya. Mari kita bahas satu per satu:

  • Emosional. Air mata emosional mengalir dari tekanan emosional. Jenis cairan mata ini mengandung zat penghasil stres tingkat tinggi, seperti adenokortikotropin (ACTH). Pelepasan ini dapat menandakan sinyal emosional kepada orang lain.
  • Basal. Air mata basal selalu ada di mata karena cairan ini berfungsi untuk melembabkan, menyehatkan, dan melindungi mata.
  • Kelenjar lakrimal yang terletak di sisi luar pada mata atas yang selalu menghasilkan cairan yang mengandung protein dan juga antibakteri. Cairan ini mengalir dari bola mata luar ke kornea dan melumasi seluruh permukaan mata setiap kali kita berkedip.
  • Refleks. Air mata refleks berfungsi untuk melindungi mata dari iritasi, seperti iritasi akibat debu, asap, atau bawang merah. Jadi saat Anda mengupas bawang bombay, cairan mata jenis ini akan keluar.

Manfaat Dan Fungsi Air Mata

Keluarnya cairan bening dari mata bisa dikatakan sebagai bentuk ekspresi perasaan seseorang. Cairan yang dihasilkan oleh mata seolah menjadi cara tubuh melepaskan “beban” yang mungkin tak tertahankan.

Saat kamu merasakan kegembiraan yang begitu dalam, keluarnya cairan dari mata bisa menjadi pertanda perasaan bahagia itu. Berkat hal tersebut, sebagian orang bersyukur bisa mengeluarkan emosi yang selama ini terpendam di dalamnya.

Dengan kata lain, cairan yang keluar dari mata Anda tidak selalu berarti buruk, lho! Tanpa disadari, terdapat berbagai manfaat air mata bagi kesehatan tubuh Anda, yaitu:

1. Membersihkan Mata Dari Debu Dan Kotoran

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, setiap jenis robekan memiliki fungsi dan manfaat yang berbeda. Nah, cairan refleks atau air mata refleks biasanya akan keluar saat tiba-tiba debu, kotoran, asap, atau benda asing lainnya masuk ke mata.

Sehingga cairan mata ini secara otomatis akan keluar dari mata Anda untuk membersihkan partikel debu, kotoran, dan hal-hal berbahaya lainnya. Misalnya saat Anda sedang berjalan di trotoar dan terpapar polusi, mengendarai sepeda motor, atau tidak sengaja terpapar asap dari pembakaran sampah atau kendaraan bermotor.

2. Melindungi Mata Dari Infeksi Bakteri

Mata merupakan organ yang sensitif, termasuk bakteri. Air mata memiliki fungsi sebagai pembunuh bakteri yang masuk ke mata.

Caranya dengan memproduksi cairan secara terus menerus, atau disebut juga dengan jenis cairan mata tanpa henti (kontinyu). Air mata ini akan selalu melumasi dan melembabkan mata agar tidak terserang bakteri.

Ini karena ada kandungan yang disebut lisozim di dalam cairan alami ini dari mata. Lisozim ini membantu menjaga kebersihan mata dan bebas dari bakteri.

Baca juga :   Pengertian Kesehatan Mata Secara Lengkap Mudah di Mengerti

Menurut jurnal Food Microbiology, lisozim memiliki sifat antimikroba yang sangat kuat untuk mengurangi kemungkinan mata terkena infeksi bakteri.

3. Mengurangi Stres

Menangis adalah salah satu cara kita untuk mengkomunikasikan perasaan yang sedang kita rasakan, sekaligus mengekspresikan emosi. Pada saat anda sedang emosional atau stres, Anda mungkin akan menangis. Ini adalah saat air mata emosional Anda mengalir. Setelah menangis, Anda akan merasa lebih tenang.

Namun, apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana cairan di mata Anda bisa membantu mengurangi stres? Menangis juga dapat membantu membersihkan tubuh dari bahan kimia yang berhubungan dengan stres. Maka inilah salah satu alasan mengapa kita merasa lebih baik saat sudah menangis.

Adenokortikotropin tinggi (ACTH) ditemukan dalam air mata emosional. ACTH adalah bahan kimia yang berhubungan dengan stres. Jadi, jika Anda menangis saat stres, Anda membantu membuang bahan kimia penyebab stres tersebut sehingga Anda akan merasa jauh lebih baik setelah menangis.

Menghilangkan ACTH dari tubuh juga memiliki manfaat lain, yaitu memicu tubuh untuk juga melepaskan kortisol (hormon stres). Terlalu banyak kortisol dalam tubuh anda juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan stres.

4. Jaga Kelembapan Hidung

Selain bermanfaat untuk mata itu sendiri, cairan yang ada pada mata juga memiliki manfaat yang baik untuk organ tubuh lainnya, seperti hidung. Pasalnya, air mata yang terkumpul di mata nantinya akan mengalir ke saluran nasolakrimal.

Nasolacrimalis merupakan saluran yang menghubungkan kelenjar air mata dengan hidung. Cairan mata yang masuk, mengalir, dan mencapai hidung akan menjaga kelembapan hidung dan bebas dari bakteri.

Apa Yang Terjadi Jika Produksi Air Mata Terganggu?

Tak selamanya cairan di mata bisa berfungsi dengan baik. Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi produksi, misalnya penuaan, infeksi kelenjar air mata, atau kondisi kesehatan lainnya.

Lalu, apa jadinya jika mata tidak bisa menghasilkan cairan seperti biasanya? Berikut ini adalah kondisi yang dapat terjadi saat mata tidak menghasilkan cukup cairan:

1. Mata Kering

Lebih sedikit air mata menyebabkan mata kehilangan kelembapan. Satu hal yang pasti terjadi adalah kondisi mata kering.

Gejala Anda bisa meliputi:

  • Mata merah
  • Luka bakar dan sengatan mata
  • Sesuatu terasa macet di mata

Selain itu, terkadang produksi cairan di mata Anda justru akan meningkat saat mata Anda mengalami kekeringan. Namun mata berair ini menghasilkan cairan dengan kandungan yang berbeda dari air mata biasa, sehingga tidak bisa melembabkan mata seperti biasanya.

2. Abrasi Kornea

Mata yang terlalu kering berisiko lebih besar mengalami cedera atau goresan benda asing. Akibatnya bisa melukai kornea yang disebut juga abrasi kornea.

Kondisi ini bisa bertambah parah jika Anda menggosok mata. Oleh karena itu, penanganan mata kering tidak boleh dilakukan sembarangan agar kornea tidak tergores.

3. Infeksi Mata

Lebih sedikit cairan di mata Anda berarti Anda kehilangan garis yang melindungi mata Anda dari bakteri atau kuman. Artinya, Anda juga menjadi lebih rentan terhadap infeksi mata.

Infeksi mata itu sendiri dapat menyerang berbagai bagian mata Anda, mulai dari konjungtiva (konjungtivitis) hingga kornea (keratitis).

Sebagian besar kasus infeksi mata disebabkan oleh bakteri, sehingga harus diobati dengan antibiotik. Jika tidak segera ditangani, infeksi mata dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, bahkan risiko kebutaan.

Nah, kini Anda paham bahwa air mata berperan penting dalam menjaga kesehatan mata. Jika Anda menyadari bahwa mata Anda mengering, segera gunakan obat tetes mata yang dijual bebas.

Jika kondisi mata kering disertai dengan gejala yang mengganggu, segera periksakan mata ke dokter agar bisa mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Kenapa Air Mata Keluar Saat Sedih

Sakit, sedih, takut, senang, menguap, hingga pedas. Saat orang mengalami hal seperti itu, umumnya air mata keluar dari indra penglihatannya. Lalu apa penyebabnya?

Baca juga :   Fungsi Otot Siliaris Pada Mata Kita Untuk Mengontrol Penyesuaian Mata

Seorang peneliti anatomi manusia dari Universitas New South Wales (Australia), Michelle Moscova, mengungkapkan tiga alasan mengapa seseorang menangis atau meneteskan air mata.

Pertama, air mata digunakan tubuh untuk menjaga kesehatan mata, sehingga mata kita akan berair beberapa kali dalam sehari. Air mata keluar dari mata kita saat kita sedang emosi, entah sangat sedih atau senang, atau saat mata kita terganggu. sesuatu atau benda asing, seperti debu atau saat kita memotong bawang, ”

Kenapa Air Mata Keluar Saat Sedih

Moscova menjelaskan, mata memiliki bagian khusus – disebut kelenjar (glands) – yang membuat air mata keluar dan kita mulai menangis. Biasanya, kelenjar hanya menghasilkan sedikit air mata – kurang dari setengah sendok teh per hari.

Air mata terdiri dari dan sedikit garam, tetapi air mata juga mengandung sejumlah minyak, lendir, dan bahan kimia yang disebut enzim pembunuh kuman.

Minyak yang terkandung dalam air mata merupakan alat untuk mencegah air mata menguap atau bocor dari mata. Jika kita tidak memiliki minyak di air mata kita, mata kita akan sangat kering dan sakit.

Saat Anda berkedip, kelopak mata menyebarkan air mata di sekitar mata, sedangkan lendir membantu air mata menempel di bola mata. Sementara itu, sisa air mata akan mengalir melalui sistem drainase khusus yang menuju ke hidung Anda.

Pada saat kita menangis, mata kita lebih banyak mengeluarkan air mata. Hal ini disebabkan kelenjar air mata yang membesar dan bekerja lebih aktif sehingga menghasilkan banyak air mata sekaligus, seperti air mancur kecil, jelas Moscova.

Kemudian, bagian otak yang berfokus pada “pancuran” akan menerima sinyal dari bagian otak yang mengontrol emosi. Saat ini terjadi, mata bisa mengeluarkan lebih dari setengah cangkir air mata, hanya dalam hitungan menit.

Lalu, saat kita menangis, hidung kita juga ikut mengeluarkan ingus. Dari mana asalnya Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sisa air mata akan mengalir melalui sistem drainase khusus yang menuju ke hidung.

Airmata Buaya

Di satu sisi, jika Anda menangis begitu keras hingga terisak, maka akan ada banyak air mata (bahkan untuk sistem drainase) yang harus dibuang, sehingga air mata mulai jatuh dari mata dan pipi kita.

Psikolog percaya bahwa menangisi emosi adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan manusia. Kebanyakan dari kita terkadang menangis karena sedih. Sementara sebagian yang lain menangis saat bahagia.

Ada juga beberapa kondisi yang aneh yang dapat membuat orang menangis. Sebagian kecil orang menangis ketika mereka makan atau bahkan hanya memikirkan tentang makanan.

Kejadian ini disebut sindrom air mata buaya atau “sindrom air mata buaya”. Istilah ini mengacu pada legenda yang menceritakan tentang tipu muslihat buaya yang pura-pura menangis untuk mengelabui mangsanya, agar makanannya lebih dekat dengan buaya.

Sindrom ini bisa terjadi setelah seseorang mengalami kecelakaan dan patah tulang di wajahnya. Saat wajah pulih, beberapa bagian tubuh memperbaiki dirinya sendiri dengan cara yang salah.

Saraf yang membuat mulut penderita “sindrom air mata buaya” berair ketika dia mencium makanan yang enak disalahartikan sebagai kelenjar air mata. Setelah itu, ketika orang tersebut makan atau mengendus sesuatu yang enak, yang membuat mulutnya berair, mereka mulai menangis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *